Manfaat Whey Protein: Pembentukan Otot hingga Mengobati Diabetes

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:12 WIB
Manfaat Whey Protein: Pembentukan Otot hingga Mengobati Diabetes
Ilustrasi suplemen yang mengandung whey protein - Manfaat Whey Protein. (Freepik)

Suara.com - Pernahkah Anda mendengar soal whey protein? Protein whey adalah salah satu dari dua protein yang ditemukan dalam susu sapi. Ketika susu digunakan untuk memproduksi keju, proses curding memisahkan dadih dari cairan. Nah, cairan itulah yang dikenal sebagai whey.

Whey atau bagian cair tersebut kemudian dibersihkan dan dikeringkan, lalu dijadikan bentuk bubuk sebagai susu suplemen. Tapi whey protein ini bisa dikonsumsi dengan cara dicampur ke dalam makanan dan minuman lain.

Karena padat nutrisi, terdiri dari sembilan asam amino esensial (bahan pembangun protein) dan vitamin dan mineral, suplemen ini banyak digunakan oleh binaragawan, olahragawan hingga atlet.

Lantas apa saja manfaat whey protein untuk kesehatan? Simak ulasannya berikut ini.

1. Pembentukan Otot

Dilansir dari Cleveland Clinic, whey protein mengantuk asam amino rantai cabang yang merupakan salah satu jenis asam amino spesifik yang mampu membantu pembentukan otot. Whey protein juga efektif untuk mencegah hilangnya otot dan dapat meningkatkan kekuatan.

Dengan ini whey protein telah terbukti dalam membuat otot semakin sehat yang lebih efektif daripada menggunakan suplemen protein nabati.

2. Mengurangi Peradangan

Whey protein dapat membantu mengurangi gejala dari sejumlah kondisi kronis dengan mengurangi peradangan. Studi menunjukkan bahwa whey protein dapat mengatasi penyakit jantung, radang usus, radang sendiri hingga diabetes.

3. Mengontrol Nafsu Makan

Whey protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan dapat menyeimbangkan jumlah kalori yang dikonsumsi. Dengan ini whey protein dapat berguna untuk diet penurunan berat badan. Selain itu, whey protein dapat meningkatkan metabolisme tubuh agar dapat membakar kalori yang lebih banyak.

4. Mengurangi Tingkat Kolesterol

Mengutip dari WebMD, penelitian menunjukkan bahwa whey protein dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi terutama kolesterol LDL jahat. Kolesterol tinggi dapat beresiko terkena stroke dan penyakit jantung yang lebih tinggi.

5. Dapat Meningkatkan Performa saat Berolahraga

Whey protein mengandung asam amino triptofan yang dapat menghasilkan serotonin yang dapat memunculkan rasa lelah setelah berolahraga. Seiring waktu, performa Anda akan meningkat. Oleh karenanya, whey protein dapat berperan efektif dalam mengoptimalkan kinerja fisik, proses pemulihan hingga melatih ketahanan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Menemukan Inovasi Pengobatan Baru untuk Asma, Bisa Digunakan dalam Jangka Panjang

Ilmuwan Menemukan Inovasi Pengobatan Baru untuk Asma, Bisa Digunakan dalam Jangka Panjang

Health | Selasa, 23 Agustus 2022 | 15:35 WIB

5 Hal yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Asupan Protein

5 Hal yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Asupan Protein

Health | Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:40 WIB

Sedang Diet? Coba Cicip Nasi Goreng Beras Merah

Sedang Diet? Coba Cicip Nasi Goreng Beras Merah

| Senin, 22 Agustus 2022 | 10:07 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB