Cardi B Keramas Pakai Air Rebusan Bawang, Waspadai Risiko Efek Sampingnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:37 WIB
Cardi B Keramas Pakai Air Rebusan Bawang, Waspadai Risiko Efek Sampingnya!
cardi B menggunakan air rebusan bawang merah untuk mencuci rambut (Instagram)

Suara.com - Cardi B kembali mencuri perhatian karena pengakuannya yang melakukan perawatan rambut dengan air rebusan bawang.

Cardi B mengaku beberapa hari terakhir keramas menggunakan air rebusan bawang. Tapi, ia mengaku ini bukan pertama kalinya dirinya mencoba.

"Dua kali keramas terakhir, saya merebus bawang dan menggunakan airnya untuk mencuci rambut," kata Cardi B dalam Instagram dikutip dari New York Post.

Pelantun I Like It itu mengaku sebelumnya sudah pernah menggunakan metode perawatan rambut ini 6 tahun lalu. Saat itu, ia mulai merasa rambutnya tumbuh sehat, tetapi ia tidak lagi melanjutkannya karena malas.

Anda mungkin jarang mendengar perawatan rambut alami menggunakan air rebusan bawang seperti Cardi B. Ternyata, perawatan alami ini ada penjelasan ilmiahnya.

Arran Sherwood, spesialis trichological senior di FUE Clinics, mengatakan bahwa bawang memiliki beberapa sifat dasar yang bisa membantu menyehatkan dan meningkatkan kesehatan kulit kepala dan rambut. Sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba bawang dapat membantu rambut tumbuh lebih lebat dan sehat. 

cardi B menggunakan air rebusan bawang merah untuk mencuci rambut (Instagram)
cardi B menggunakan air rebusan bawang merah untuk mencuci rambut (Instagram)

Meskipun air rebusan bawang memberikan manfaat positif bagi penampilan rambut. Anda tetap harus tahu risiko efek sampingnya.

1. Kulit kepala gatal

Bawang mengandung belerang dalam jumlah tinggi yang bisa mengiritasi kulit kepala. Bila Anda tidak membilasnya dengan benar, itu bisa menyebabkan iritasi terus-menerus.

Guna menghindari kulit kepala gatal, cuci rambut Anda sampai bersih setelah keramas menggunakannya dan jangan memakai lebih dari 2 kali seminggu.

2. Rambut rontok

Keramas pakai air bawang juga bisa menyebabkan rambut rontok. Kelebihan jumlah belerang dalam air bawang menyebabkan iritasi dan goresan.

Kondisi ini bisa merusak rambut, kulit kepala, dan folikel. Menggaruk kulit kepala secara terus menerus dapat menyebabkan akar rambut melemah, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut.

3. Memicu bau tak sedap

Efek samping lain yang tidak diinginkan dari bawang pada rambut adalah bau tak sedap. Kolagen yang ada dalam bawang menyebabkan bau ini tetap tertinggal, bahkan setelah Anda membilasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein, Ada Kentang hingga Bawang!

5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein, Ada Kentang hingga Bawang!

Your Say | Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:55 WIB

Bawang Merah dan Cabai Sudah Turun Harga, Sumbang Angka Deflasi

Bawang Merah dan Cabai Sudah Turun Harga, Sumbang Angka Deflasi

Batam | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Harga Cabai Merah di Sumut Anjlok 30 Persen Dalam Sepekan

Harga Cabai Merah di Sumut Anjlok 30 Persen Dalam Sepekan

| Jum'at, 12 Agustus 2022 | 10:40 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB