Ketahui 10 Fakta dan Mitos Penyakit Tuberkulosis atau TB

Risna Halidi | Fajar Ramadhan | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2022 | 20:01 WIB
Ketahui 10 Fakta dan Mitos Penyakit Tuberkulosis atau TB
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Tuberkulosis atau TB, merupakan penyakit yang masih menjadi perhatian bidang kesehatan di seluruh dunia. Apalagi, penyakit yang disebabkan oleh bakteri itu masih menjadi salah satu dari penyebab kematian tertinggi di dunia.

Mengutip buku Health First RS Pondok Indah, Organisasi Kesehatan Dunia WHO mencatat sebanyak 10 jiwa orang di dunia mengidap penyakit TB, dengan 1,6 juta di antaranya meninggal dunia pada 2018.

Meskipun sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas, nyatanya informasi mengenai tuberkulosis masih belum begitu dipahami. Banyak mitos dan fakta yang beredar mengenai penyakit tuberkulosis, khususnya di Indonesia.

Lalu apa saja mitos dan fakta yang beredar mengenai penyakit TB dan bagaimana kebenarannya? Simak ulasannya berikut ini.

Melakukan Interaksi dengan Penderita Pasti Tertular?
Jawabannya: Mitos

Nyatanya seseorang tetap dapat melakukan interaksi dengan penderita TB. Perlu diketahui, kuman penyebab TB yaitu mycobacterium (MTB) akan sulit untuk berkembang kepada orang lain.

Hal ini karena setiap orang memiliki imunitas seluler yang berbeda, mungkin lebih kuat sehingga kuman TB akan berakhir mati. Oleh karena itu, tidak ada kepastian jika berinteraksi sudah pasti tertular.

TB Hanya Menyerang Paru-paru?
Jawabannya: Mitos

Meskipun TB berkaitan dengan sistem penapasan, TB sendiri merupakan penyakit sistemik yang menyerang semua organ. Kuman TB bisa masuk ke alveoli dan berkembang biak ke pembuluh darah dan pembuluh limfe hingga organ tubuh lainnya.

TB juga dapat memengaruhi kerusakan kelenjar leher, saluran pencernaan dan urin, tulang, hingga selaput otak pada seseorang.

Berbagi Makanan dengan Penderita TB akan Tertular?
Jawabannya: Fakta

Proses penularan TB karena air liur atau droplet. Oleh sebab itu, berbagi makanan atau menggunakan alat makan yang sama dapat menyebabkan penularan pada orang yang sehat.

Batuk Berdarah Menjadi Gejala Awal TB?
Jawabannya: Mitos

Batuk disertai darah biasanya terjadi jika kondisi TB sudah menyebar ke bagian parenkim dan pembuluh darah. Oleh karena itu, tidak semua batuk disertai darah menandakan orang tersebut mengalami TB.

Batuk dengan darah sendiri juga bisa menandakan berbagai gejala penyakit lain seperti kanker paru-paru.

TB Tidak Dapat Diobati?
Jawabannya: Mitos

Faktanya, TB dapat diobati. Biasanya penderita akan melakukan pengobatan selama enam bulan tanpa henti. Jika saat jalannya pengobatan berhenti, akan menyebabkan penyakit ini kambuh kembali.

Untuk itu, penderita akan diminta rutin menjalani pengobatan dan konsultasi hingga dokter benar-benar menyatakan sembuh.

Sudah Ditemukan Metode Penyembuhan Lebih Cepat?
Jawabannya: Fakta

Saat ini sudah ditemukan pengobatan TB lebih cepat yaitu dengan strategi DOTS (directly observed treatment short-course).

Pengobatan ini yaitu dengan pengawasan langsung dalam jangka pendek. Dikatakan pengobatan satu ini bisa memakan waktu hanya sekitar 2 bulan. 

TB Hanya Dialami Masyarakat Menengah ke Bawah?
Jawabannya: Mitos

Penyakit TB pada dasarnya dapat menyerang siapa saja tanpa memandang ekonomi.

Hal ini karena terdapat banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena TBTB seperti sanitasi lingkungan kurang, diabetes, HIV dan berbagai kondisi lainnya. 

Merokok Menyebabkan TB?
Jawabannya: Mitos

Penyebab seseorang mengalami TB sendiri karena kuman MTB dan tidak berkaitan dengan rokok. Namun, asap dari rokok ini dapat mengganggu saluran pernapasan seseorang. 

Rokok juga melemahkan saluran makrofag yang berfungsi menstimulasi limfosit dan sel imun lainnya dalam tubuh. Selain itu, para perokok juga memiliki risiko tinggi terkena TB, tetapi bukan penyebab utama. 

Batuk Bisa Menularkan TB?
Jawabannya: Fakta

Kuman TB dapat ditularkan melalui droplet penderita TB. Ketika batuk, bersin, atau atau bicara penderita TB dapat menyebarkan kuman.

Oleh karena itu, para penderita TB untuk mencegah penularan kepada orang lain dapat menggunakan masker. 

TB Penyakit Keluarga?
Jawabannya: Mitos

Perlu diketahui jika TB merupakan penyakit menular, tetapi bukan genetik. Penularan TB juga cukup jelas karena kontak erat. Untuk itu, ketika ada anggota keluarga yang menderita TB tidak masalah selama ada pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak Ngaku Diusir di Masjid Erick Thohir karena Tak Berkerudung, Kebohongannya Terbongkar Lewat CCTV

Emak-emak Ngaku Diusir di Masjid Erick Thohir karena Tak Berkerudung, Kebohongannya Terbongkar Lewat CCTV

| Rabu, 24 Agustus 2022 | 17:37 WIB

Indikasi Ablasio Retina Bisa Diketahui Dari Munculnya Bercak Hitam Pada Mata

Indikasi Ablasio Retina Bisa Diketahui Dari Munculnya Bercak Hitam Pada Mata

Malang | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:51 WIB

Tanda Awal Ablasio Retina, Dokter Haruskan Periksa jika Mendadak Muncul Bercak Hitam di Mata

Tanda Awal Ablasio Retina, Dokter Haruskan Periksa jika Mendadak Muncul Bercak Hitam di Mata

Jogja | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:23 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB