Peneliti Temukan Orang Pertama yang Menderita Sindrom Klinefelter

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Peneliti Temukan Orang Pertama yang Menderita Sindrom Klinefelter
Kerangka manusia yang menderita sindrom Klinefelter (Australian National University)

Suara.com - Ilmuwan menemukan manusia pertama yang memiliki kelainan genetik Sindrom Klinefelter. Ini ditemukan pada kerangka berusia 1.000 tahun, yang digali dari sebuah situs arkeologi di Portugal.

Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya salinan kromosom X tambahan. Akibatnya, laki-laki akan memiliki beberapa karateristik perempuan, misalnya bentuk payudara yang besar.

Namun, seringnya kondisi ini tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tetapi pria dengan kelainan ini biasanya tinggi, dengan pinggul lebar dan rambut tubuh jarang.

Kondisi ini juga dikaitkan dengan ketidaksuburan, dorongan seks yang lebih rendah dan sedikit peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Menyadur Science Alert, kelainan genetik ini memengaruhi sekitar satu dari setiap seribu kelahiran laki-laki.

Kerangka manusia yang menderita sindrom Klinefelter (Australian National University)
Kerangka manusia yang menderita sindrom Klinefelter (Australian National University)

Penemuan terbaru ini sekarang akan membantu para ahli memetakan prevalensi Sindrom Klinefelter selama berabad-abad.

"Mengingat keadaan DNA yang rapuh, kami mengembangkan metode statistik baru yang dapat mempertimbangkan karakteristik DNA purba dan pengamatan kami untuk mengonfirmasi diagnosis," kata ahli biologi evolusi João Teixeira dari Australian National University.

Studi observasional kerangka juga mengungkapkan karateristik yang konsisten dengan tanda Sindrom Klinefelter, seperti tinggi badan melebihi rata-rata, pinggul lebih lebar dari rata-rata, dan ketidaksejajaran rahang serta gigi.

Peneliti menduga kerangka tersebut adalah pria dewasa berusia lebih dari 25 tahun pada saat kematiannya, dengan tinggi sekitar 180 sentimeter.

"Studi kami menunjukkan bahwa itu sekarang menjadi sumber yang berharga untuk penelitian biomedis dan bidang kedokteran evolusi yang berkembang," tandas Teixeira.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindrom Fragile X, Kelainan Genetik yang Menghambat Perkembangan Fisik dan Mental

Sindrom Fragile X, Kelainan Genetik yang Menghambat Perkembangan Fisik dan Mental

Health | Rabu, 01 Juni 2022 | 17:41 WIB

Punya Kelainan Genetik, Kulit Gadis Ini Tak Boleh Terpapar Sinar UV

Punya Kelainan Genetik, Kulit Gadis Ini Tak Boleh Terpapar Sinar UV

Lifestyle | Selasa, 24 Mei 2022 | 17:52 WIB

Kelainan Genetik, Bocah Lelaki Ini Didiagnosis Sindrom Rambut Tak Bisa Disisir atau Untouchable Hair Syndrome, Apa Itu?

Kelainan Genetik, Bocah Lelaki Ini Didiagnosis Sindrom Rambut Tak Bisa Disisir atau Untouchable Hair Syndrome, Apa Itu?

Health | Jum'at, 04 Maret 2022 | 11:40 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB