Kelainan Genetik, Bocah Lelaki Ini Didiagnosis Sindrom Rambut Tak Bisa Disisir atau Untouchable Hair Syndrome, Apa Itu?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 04 Maret 2022 | 11:40 WIB
Kelainan Genetik, Bocah Lelaki Ini Didiagnosis Sindrom Rambut Tak Bisa Disisir atau Untouchable Hair Syndrome, Apa Itu?
Locklan mengidap sindrom rambut tidak dapat disisir atau Untouchable Hair Syndrome. (Instagram)

Suara.com - Seorang ibu mencoba meningkatkan kesadaran orang-orang tentang kondisi kelainan genetik langka yang diidap oleh putranya, yaitu Sindrom Rambut Tak  Bisa Disisir atau Untouchable Hair Syndrome.

Ibu bernama Katelyn Samples (33) dari Georgia pertama kali mengetahui sindrom rambut tidak bisa disisir pada Juli tahun lalu.

Ia mendapat informasi tersebut setelah menerima pesan di Instagram dari salah satu pengikutnya yang telah melihat foto putra bungsunya, Locklan.

"Ketakutan terbesarku adalah ada sesuatu yang salah dengan dirinya, bahwa mungkin dia kesakitan akibat rambutnya," ujar Katelyn kepada The Independent.

Locklan mengidap sindrom rambut tidak dapat disisir (Instagram)
Locklan mengidap sindrom rambut tidak bisa disisir atau Untouchable Hair Syndrome. (Instagram)

Ketika Locklan lahir, ia memiliki rambut gelap seperti bayi pada umumnya. Tapi rambut barunya tumbuh, itu mulai menyerupai bulu pada buah persik.

Setelah mengetahui tentang sindrom ini, Katelyn langsung menghubungi dokter anak putranya. Setelah itu ia diarahkan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit anak di Rumah Sakit Emory di Atlanta.

Sindrom rambut tidak dapat disisir, yang juga dikenal sebagai rambut kaca pintal, merupakan kondisi yang sangat langka.

Ini ditandai dengan rambut pirang keperakan yang sangat kembut dengan tekstur rapuh dan tumbuh ke segala arah.

Menurut National Institutes of Health, kondisi ini akan menjadi jelas ketika anak sudah berusia tiga bulan hingga 12 tahun.

Menurut mereka, ini disebabkan oleh perbedaan dalam pembentukan batang rambut.

Locklan merupakan satu dari 100 kasus sindrom rambut tidak dapat disisir yang dikonfirmasi di dunia.

Namun menurut Katelyn, rambut Locklan sebenarnya minim perawatan dan ia mencuci rambut putranya seminggu sekali menggunakan produk alami.

Sejak Locklan didiagnosis dengan sindrom rambut tidak bisa disisir, Katelyn mulai membagikan kisah putranya di media sosial untuk menyebarkan kesadaran dan terhubung dengan orang lain yang memiliki kondisi sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah 2 Pasang Saudara Kembar Identik yang Menikah, Anaknya Juga Dianggap Kembar secara Genetik

Kisah 2 Pasang Saudara Kembar Identik yang Menikah, Anaknya Juga Dianggap Kembar secara Genetik

Lifestyle | Rabu, 23 Februari 2022 | 14:33 WIB

Sergio Ramos Terserang Penyakit Langka, Sindrom Betis Tua

Sergio Ramos Terserang Penyakit Langka, Sindrom Betis Tua

Bola | Jum'at, 04 Februari 2022 | 20:23 WIB

Idap Penyakit Langka, Anak Bungsu Oki Setiana Dewi Dioperasi Besok

Idap Penyakit Langka, Anak Bungsu Oki Setiana Dewi Dioperasi Besok

Entertainment | Rabu, 24 November 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB