5 Mitos Tentang Kondis Ibu Hamil yang Jadi Pertanda Jenis Kelamin Janin

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB
5 Mitos Tentang Kondis Ibu Hamil yang Jadi Pertanda Jenis Kelamin Janin
Ilustrasi hamil (Unsplash.com/Camylla Battani)

Suara.com - Hamil jadi momentum membahagiakan bagi pasangan suami istri. Baik mengandung anak laki-laki maupun perempuan, yang terpenting tentu bayi lahir dalam kondisi sehat. 

Tanpa menunggu lahir, calon orang tua bisa mengetahui jenis kelamin anaknya sejak usia 20 minggu ke atas. Untuk mengintip jenis kelamin itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG. Namun, pada sejumlah keyakinan masyarakat Indonesia masih beredar berbagai mitos tentang kondisi ibu yang dapat menjadi pertanda jenis kelamin janin.

"Katanya bisa dilihat dari bentuk perut atau kebiasaan ibu. Padahal untuk menentukan jenis kelamin, kita enggak bisa hanya melihat kondisi fisik ibu atau gejala yang muncul sewaktu hamil. Itu bisa berbeda-beda setiap ibu, ada yang muncul, ada yang tidak," jelas dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.

Meskipun baru terlihat jelas saat janin sudah berusia di atas 20 minggu, tetapi pembentukan jenis kelamin itu sebenarnya sudah terjadi sejak masih pembuahan.

"Jadi ketika sel telur bertemu dengan sel sperma pada saat itu juga jenis kelamin sudah ditentukan. Misal, sel sperma yang membawa kromosom Y membuahi sel telur akan menjadi anak laki-laki. Sebaliknya, apabila sperma yang membawa kromosom X membuahi sel telur, maka akan menjadi anak perempuan," paparnya.

Dokter Jeffry juga menjelaskan paparan ilmiah mengenai lima anggapan kondisi ibu yang masih sering disebut jadi pertanda jenis kelamin ibu.

1. Bentuk Perut Lonjong

Masih banyak anggapan di masyarakat kalau perut ibu lancip ke depan menandakan bayi yang dikandungnya laki-laki. Padahal anggapan itu keliru.

Dokter Jeffry menjelaskan bahwa kondisi itu disebabkan karena posisi janin. Perut ibu hamil nampak lancip akibat posisi janin menghadap ke belakang atau ke depan, baik kepalanya di atas atau di bawah. 

baca juga

Janin juga bisa saja mengubah posisinya jadi melintang ke samping, sehingga membuat perut ibu jadi terlihat lebar. Kedua posisi seperti itu bisa dilakukan oleh janin dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

2. Detak Jantung

Ilustrasi jantung (Elements Envato)
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Anggapan lainnya terkait detak jantung bila lebih lambat atau lebih cepat juga menandakan jenis kelamin tertentu. Lagi-lagi itu keliru. Sebab, detak jantung janin yang normal harus berkisar  antara 110 sampai 160 per menit.

"Di luar itu, terlalu lambat atau terlalu cepat, menandakan kondisi janin tidak bagus. Bukan berarti kalau janin cowok detak jantungnya jadi lebih tinggi, kalau terlalu lambat pun bukan berarti jadinya bayi perempuan. Bisa jadi kondisi janin tidak bagus, maka kita tidak bisa jadikan patokan detak jantung sebagai penentu jenis kelamin," kata dokter Jeffry.

3. Ibu Mudah Berjerawat dan Tidak Suka Makeup

Kehamilan dapat mengubah banyak hormon pada tubuh ibu. Hal itu bisa juga menyebabkan perubahan pada kondisi kulit ibu. Ada ibu yang saat hamil kulitnya tampak lebih bersih, glowing, dan cantik. Ada pula yang jadi lebih mudah berjerawat, kusam, dan muncul flek di wajah.

Dokter Jeffry menegaskan bahwa kondisi itu murni disebabkan perubahan hormon, bukan karena jenis kelamin tertentu. Setiap ibu bisa alami perubahan kulit yang berbeda-beda lantaran faktor hormonalnya pun tidak sama.

4. Ibu Jarang Muntah

Anggapan lainnya, bila ibu jarang muntah-muntah bisa jadi anaknya laki-laki. Padahal itu tidak bisa dijadikan penentu dari jenis kelamin. Mual dan muntah menjadi kondisi normal yang terjadi saat hamil.

Kondisi itu juga dipengaruhi oleh perubahan hormon pada ibu. Sehingga, ada ibu yang bisa alami mual muntah berlebihan, ada juga yang tidak.

5. Garis Hitam di Perut

Garis hitam lurus yang melintang di perut juga dikatakan jadi pertanda bayi yang lahir laki-laki. Secara medis, garis itu disebut dengan linea nigra.

Garis tersebut normal muncul akibat efek perubahan hormon selama hamil. Selain itu juga dampak dari peregangan perut. Dokter Jeffry mengatakan bahwa linea nigra tidak hanya busa muncul di perut, tapi juga bisa di sekitar areola atau payudara, lipatan paha, juga lipatan ketiak.

"Itu bukan pertanda bayi laki-laki, kalau pun hamil anak perempuan bisa juga terjadi seperti itu," kata dokter Jeffry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Fakta di Balik Kabar Nathalie Holscher Hamil Anak ke-2 Sule

Ini Fakta di Balik Kabar Nathalie Holscher Hamil Anak ke-2 Sule

Entertainment | Rabu, 31 Agustus 2022 | 10:54 WIB

VIDEO Detik-Detik Ustaz Riza Muhammad Umumkan Jenis Kelamin Calon Anak Kembarnya

VIDEO Detik-Detik Ustaz Riza Muhammad Umumkan Jenis Kelamin Calon Anak Kembarnya

Entertainment | Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:40 WIB

Potret Terkini Gracia Indri di Belanda, Bahagia Umumkan Kehamilan di Usia Kandungan 7 Bulan

Potret Terkini Gracia Indri di Belanda, Bahagia Umumkan Kehamilan di Usia Kandungan 7 Bulan

Entertainment | Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:20 WIB

Terkini

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

×