Warganet Bagikan Gejala Gangguan Jiwa Sambil Joget TikTok, Psikiater: Tidak Semudah Itu

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 31 Agustus 2022 | 12:02 WIB
Warganet Bagikan Gejala Gangguan Jiwa Sambil Joget TikTok, Psikiater: Tidak Semudah Itu
Ilustrasi gangguan jiwa. (Shutterstock)

Suara.com - Media sosial juga kerap dimanfaatkan sebagai sarana untuk edukasi, termasuk tentang kesehatan mental. Tetapi, bisa jadi salah paham bila edukasi tersebut dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya dalam hal psikologis, seperti psikolog maupun dokter kejiwaan atau psikiater.

Seperti video pada akun TikTok @/iikarahma yang tengah ramai jadi sorotan publik.

Dari video yang berdurasi 19 detik itu, nampak perempuan menari-nari dengan menggunakan baju nakes berwarna hijau dan penutup kepala seperti setelan operasi medis.

Tangkapan layar video seorang wanita diduga tenaga medis buat konten mengenai gejala gangguan jiwa (Twitter/ ndagels)
Tangkapan layar video seorang wanita diduga tenaga medis buat konten mengenai gejala gangguan jiwa (Twitter/ ndagels)

Pada video juga terdapat tulisan tentang gejala gangguan jiwa tahap awal yang disebutkan berupa mood mudah berubah, malas mandi, pelupa, sulit konsentrasi, sering rebahan tapi sulit tidur, dan lebih introvert.

Menyadari kontennya ramai hingga ditonton ratusan ribu kali, akun tersebut menjelaskan pada kolom komentar bahwa keterangan yang ada di videonya dikutip dari artikel pada platform kesehatan.
Diketahui bahwa ia juga ternyata bukan bukan psikolog maupun psikiater.

Menanggapi video tersebut, dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Andri, SpKJ. FAPM., menegaskan bahwa gejala gangguan jiwa sebenarnya tidak semudah yang dijelaskan pada video tersebut.

"Saya tahu mungkin ada beberapa orang yang ingin membuat konten membantu teman-teman untuk menyadari gangguan atau tidak. Tapi gangguan kejiwaan itu sebenarnya tidak semudah itu," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Selasa (30/8/2022).

Dari pada mendiagnosis diri sendiri, ia menyarankan untuk lakukan tes skrining melalui situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Lewat situs pdskji.org, publik bisa lakukan skrining untuk memastikan apakah ada gejala gangguan jiwa, seperti cemas, depresi, maupun trauma.

"Alat skrining yang sudah jelas, divalidasi, itu boleh digunakan. Itu juga kalau mengalami gangguan yang sampai menganggu aktivitas harian sebaiknya berobat, datang langsung ke dokter jiwa atau paling tidak psikolog. Kalau sudah ada gejala berat, kecemasan berat, gejala ingin bunuh diri, adanya halusinasi, dan delusi sebaiknya datang ke dokter jiwa," sarannya.

Secara umum, lanjutnya, gejala kejiwaan terjadi karena adanya gangguan pada pikiran, perasaan, dan perilaku hingga menganggu kehidupan pribadi dan sosial.

"Contohnya, ada orang punya pikiran malas sampai gak mau bekerja, gak mau belajar, berarti itu sudah menganggu kehidupan. Artinya dia membutuhkan bantuan dokter jiwa atau psikolog," kata psikiater di RS EMC Alam Sutra, Tangerang, tersebut.

Ia menekankan masyarakat agar jangan lakukan diagnosis sendiri. Lebih baik lakukan skrining gejala melalui situs PDSKJI yang sudah tervalidasi.

"Kalaupun didiagnosis harus dengan penjelasan yang jelas. Diagnosisnya dengan dilakukan wawancara bersama psikiatri."

"Gangguan jiwa itu kalau kita lihat skrining yang mungkin dilakukan secara online, tujuannya hanya untuk skrining, untuk menemukan gejala, kira-kira harus datang ke dokter jiwa atau bagaimana," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Ramai Video Wanita Dinarasikan Putri Candrawathi yang Terindikasi Alami Gangguan Jiwa, Benarkah?

CEK FAKTA: Ramai Video Wanita Dinarasikan Putri Candrawathi yang Terindikasi Alami Gangguan Jiwa, Benarkah?

News | Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:58 WIB

3 Tips Ampuh Menguatkan Mental agar Bisa Cepat Move On

3 Tips Ampuh Menguatkan Mental agar Bisa Cepat Move On

Your Say | Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya

Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya

Health | Rabu, 31 Agustus 2022 | 08:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB