Meski Risiko Penularan Cacar Monyet Pada Anak Rendah, Sekolah Diminta Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:56 WIB
Meski Risiko Penularan Cacar Monyet Pada Anak Rendah, Sekolah Diminta Tetap Lakukan Protokol Kesehatan
Ilustrasi mengajarkan anak cuci tangan. (Pexels/KetutSubiyanto)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat meminta sekolah tetap waspada terhadap infeksi cacar monyet, meski risikop penularan terhadap anak dan remaja tergolong rendah.

Protokol kesehatan yang sudah dilakukan saat ini seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan pakai sabun tetap dianjurkan untuk dilakukan di sekolah untuk kewaspadaan.

"Saat ini risiko penularan cacar monyet pada anak-anak dan remaja sangat rendah. Penularan cacar monyet hanya bisa terjadi jika anak melakukan kontak erat, sentuhan langsung kulit ke kulit dengan pasien positif. Saat ini, penyebab utama penularan cacar monyet masih kontak seksual," tutur CDC dalam keterangan resminya, dikutip dari Medical Daily.

Lesi cacar monyet. (Elements Envato)
Lesi cacar monyet. (Elements Envato)

Penularan dengan kontak langsung perlu menjadi perhatian. Namun CDC juga mengingatkan orangtua dan sekolah untuk mewaspadai penularan melalui benda seperti sendok makan, pakain, hingga handuk.

Oleh karena itu, protokol kesehatan tetap perlu dilakukan secara ketat. Orangtua juga diminta untuk mewaspadai munculnya ruam, gatal, hingga benjolan yang bisa terjadi pada anak-anak.

Vaksin Cacar Monyet di Indonesia

Indonesia sendiri terus mewaspadai penularan penyakit cacar monyet, usai melaporkan kasus pertama pekan lalu, dengan mendatangkan 1.000 dosis vaksin.

Namun Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, SpKK, mengungkapkan tidak semua masyarakat akan mendapatkannya seperti Covid-19. Hal ini karena masyarakat yang menerima vaksinasi akan diberikan kepada mereka yang memiliki kontak erat dengan cacar monyet.

"Vaksin untuk generasi pertama tidak diindikasikan sehingga sekarang dalam kajian adalah generasi kedua dan ketiga. Vaksin ini dapat mengakomodasi seluruh populasi yang kontak erat. Vaksin cacar monyet sendiri tidak diindikasikan untuk diberikan secara massal,” ucap dr. Hanny saat ditemui di Gedung PB IDI Dr R Soeharto, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

baca juga

Meski demikian, dr. Hanny mengatakan, hingga saat ini pihak PB IDI masih melakukan konsolidasi untuk merekomendasikan vaksin terbaik yang akan dipilih Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk cacar monyet.

“Memang kami sendiri dari PB IDI sedang melakukan konsolidasi untuk memberikan rekomendasi tentunya vaksin yang terbaik untuk dipilih oleh Kementerian Kesehatan,” sambungnya.

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril terkait vaksinasi. Syahril mengatakan, alasan vaksin tidak diberikan kepada masyarakat umum karena hal tersebut yang dianjurkan WHO.

“Untuk saat ini WHO belum memberikan anjuran untuk seluruh negara vaksinasi massal seperti halnya COVID-19. Vaksin yang dulu ada 1980 masih dinilai efektif tetapi negara-negara maju mereka ada yang mengadakan (penelitian) sendiri,” ucap Syahril.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik

Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:29 WIB

Waspada! Wabah Mpox di Afrika Tidak Terkendali, 1.100 Orang Tewas

Waspada! Wabah Mpox di Afrika Tidak Terkendali, 1.100 Orang Tewas

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 06:33 WIB

Waspada! Cacar Monyet Melonjak di Australia, Total 737 Kasus

Waspada! Cacar Monyet Melonjak di Australia, Total 737 Kasus

News | Jum'at, 27 September 2024 | 17:40 WIB

Monkeypox Merebak di Afrika, Apa Vaksin Mpox Aman untuk Anak?

Monkeypox Merebak di Afrika, Apa Vaksin Mpox Aman untuk Anak?

Health | Kamis, 19 September 2024 | 09:23 WIB

Jumlah Kasus Cacar Monyet di Filipina Naik, Menteri Kesehatan Bilang Begini

Jumlah Kasus Cacar Monyet di Filipina Naik, Menteri Kesehatan Bilang Begini

News | Senin, 16 September 2024 | 21:26 WIB

5 Pertanyaan Seputar Vaksin Mpox: Bisa Dapat di Mana dan Untuk Siapa?

5 Pertanyaan Seputar Vaksin Mpox: Bisa Dapat di Mana dan Untuk Siapa?

Health | Senin, 16 September 2024 | 10:44 WIB

Virus Cacar Monyet Bisa Menyerang Hewan Peliharaan? Cek Fakta Berikut Ini

Virus Cacar Monyet Bisa Menyerang Hewan Peliharaan? Cek Fakta Berikut Ini

Your Say | Senin, 16 September 2024 | 07:41 WIB

5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM

5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM

Health | Kamis, 12 September 2024 | 14:38 WIB

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

News | Senin, 09 September 2024 | 17:24 WIB

Menlu Retno Ungkap Rencana RI Beli Vaksin Mpox Dari Jepang

Menlu Retno Ungkap Rencana RI Beli Vaksin Mpox Dari Jepang

News | Kamis, 05 September 2024 | 15:03 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×