5 Pertanyaan Seputar Vaksin Mpox: Bisa Dapat di Mana dan Untuk Siapa?

M. Reza Sulaiman

Senin, 16 September 2024 | 10:44 WIB
5 Pertanyaan Seputar Vaksin Mpox: Bisa Dapat di Mana dan Untuk Siapa?
Ilustrasi Vaksin Mpox. (image by freepik)

Suara.com - Cacar monyet atau mpox telah menjadi perhatian global saat ini. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti demam, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Untuk mencegah penyebaran dan dampak yang lebih serius, vaksin mpox menjadi salah satu upaya penting.

Berdasarkan laporan “Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-33 Tahun 2024 periode 11-17 Agustus 2024,” jumlah kasus konfirmasi Mpox di Indonesia sepanjang 2022-2024 sebanyak 88 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Salah cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan vaksin Mpox. Vaksin mpox adalah vaksin yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan terhadap virus mpox. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan virus mpox.

Jika seseorang yang telah divaksinasi terpapar virus mpox, tubuhnya akan lebih siap untuk melawan infeksi atau mengurangi keparahan gejala.

Untuk menjawab pertanyaan lebih lanjut tentang vaksin Mpox, simak rangkuman berikut ini, seperti ditulis Senin (16/9/2024).

1. Mengapa Vaksin Mpox Penting?

Ada tiga alasan utama pemberian vaksin Mpox sangat penting, yakni:

  • Mencegah Penyebaran: Vaksinasi adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular, termasuk mpox.
  • Meringankan Gejala: Jika seseorang yang telah divaksinasi terinfeksi mpox, gejala yang muncul cenderung lebih ringan dan durasi penyakitnya lebih singkat.
  • Membentuk Kekebalan Komunitas: Ketika sebagian besar populasi telah divaksinasi, terbentuklah kekebalan komunitas yang dapat melindungi orang-orang yang belum divaksinasi atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

2. Vaksin Mpox untuk Siapa?

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes dr. Prima Yosephine, M.K.M., menjelaskan, bahwa kelompok berisiko tinggi menjadi prioritas pemberian vaksin Mpox, yakni:

baca juga
  • Petugas kesehatan: Mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien mpox memiliki risiko penularan yang lebih tinggi.
  • Orang yang memiliki kontak erat dengan kasus mpox: Orang-orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak seksual dengan penderita mpox juga perlu divaksinasi.
  • Kelompok kunci: Misalnya, pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan pria yang berhubungan seks dengan pria.

Anak-anak tidak termasuk dalam kelompok sasaran vaksinasi Mpox di Indonesia. Karena pemberian vaksin dan vaksinasi Mpox di Indonesia sifatnya pencegahan.

3. Vaksin Mpox Bisa Dapat di Mana?

Ketersediaan vaksin Mpox di Indonesia saat ini masih terbatas. Karena itu, prioritas pemberian vaksin diberikan kepada daerah-daerah yang telah melaporkan adanya kasus Mpox.

“Vaksin Mpox saat ini terbatas dan digunakan pada sasaran prioritas di daerah yang dilaporkan adanya kasus. Lalu, khusus di Bali, karena akan dilaksanakan pertemuan internasional di mana ada beberapa peserta dari daerah terjangkit sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi risiko untuk mencegah penularan Mpox,” jelas Prima.

4. Apa Saja Jenis Vaksin Mpox?

Jenis vaksin Mpox yang beredar saat ini rata-rata turunan dari vaksin cacar alias varicella. Beberapa jenis vaksin mpox telah dikembangkan, antara lain:

  • MVA-BN: Vaksin ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO dan BPOM.
  • LC16m8: Vaksin ini juga telah digunakan untuk vaksinasi mpox.
  • ACAM2000: Vaksin ini awalnya dikembangkan untuk cacar, namun juga efektif untuk mencegah mpox.

5. Adakah Efek Samping Vaksin Mpox?

Seperti vaksin lainnya, vaksin mpox juga dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi meliputi:

  • Reaksi lokal: Kemerahan, bengkak, dan nyeri di tempat suntikan.
  • Demam ringan: Suhu tubuh sedikit meningkat.
  • Kelelahan: Merasa lelah atau lesu.

Efek samping yang serius sangat jarang terjadi. Jika Anda mengalami efek samping yang parah, segera konsultasikan dengan dokter.

Itulah 5 pertanyaan seputar vaksin Mpox yang paling sering ditanyakan. Waspada penularan cacar monyet dan jangan ragu berobat ke dokter jika curiga mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Cacar Monyet Bisa Menyerang Hewan Peliharaan? Cek Fakta Berikut Ini

Virus Cacar Monyet Bisa Menyerang Hewan Peliharaan? Cek Fakta Berikut Ini

Your Say | Senin, 16 September 2024 | 07:41 WIB

PPDS Anestesi Undip Terancam Tak Dibuka Kemenkes: Kalau Belum Dilakukan, Kita Nggak Akan Kembalikan

PPDS Anestesi Undip Terancam Tak Dibuka Kemenkes: Kalau Belum Dilakukan, Kita Nggak Akan Kembalikan

Video | Sabtu, 14 September 2024 | 11:00 WIB

Stop Bullying Dokter! Kemenkes: Perundungan Ancam Profesionalitas Tenaga Medis

Stop Bullying Dokter! Kemenkes: Perundungan Ancam Profesionalitas Tenaga Medis

Video | Sabtu, 14 September 2024 | 08:00 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×