3 Orang Argentina Meninggal Akibat Pneumonia 'Misterius', Penyebabnya Balum Diketahui

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 03 September 2022 | 20:58 WIB
3 Orang Argentina Meninggal Akibat Pneumonia 'Misterius', Penyebabnya Balum Diketahui
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Suara.com - Argentina melaporkan adanya kasus pneumonia yang tidak diketahui asalnya. Infeksi paru-paru ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya dirawat di rumah sakit.

Hasil tes menunjukkan bahwa pneumonia tersebut tidak disebabkan oleh bakteri maupun virus corona Covid-19.

Pan American Health Organization (PAHO) mengumumkan kasus tersebut dilaporkan di Tucuman, sebuah wilayah kecil di barat laut Argentina, sejak akhir Agustus.

Sebanyak 8 dari pasien yang terinfeksi merupakan petugas kesehatan, dan satu orang lainnya merupakan pasien di ICU di sebuah klinik swasta di kota San Miguel de Tucuman.

Tiga orang meninggal pada Kamis (/9/2022) dan semuanya memiliki penyakit komorbid, lapor Insider.

Orang Sakit.  (Pixabay.com)
Ilustrasi gejala pneumonia. (Pixabay.com)

"Ini jelas mengkhawatirkan, tetapi kami masih membutuhkan informasi penting tentang penularan dan mudah-mudahan tentang penyebabnya," tanggap ketua kesehatan global di Universitas Edinburgh, Inggris, Devi Sridhar.

Ia menambahkan, "Ini menunjukkan kerentanan kita terhadap patogen berbahaya. Wabah di bagian mana pun di dunia, jika tidak segera diatasi, dapat menyebar dengan cepat karena perjalanan udara dan perdagangan."

Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, dan masalah pernapasan

Enam kasus pertama mengalami gejala, termasuk demam, nyeri otot, sakit perut, dan kesulitan bernapas, antara 18 hingga 22 Agustus.

baca juga

Dua dari pasien itu meninggal terlebih dahulu, tiga dirawat di rumah sakit, dan lainnya dalam kesehatan yang baik tetapi menjalani isolasi di rumah.

Sementara tiga kasus lainnya, yang semuanya tenaga kesehatan, mengalami gejala serupa antara 20 hingga 23 Agustus 2022, jelas PAHO.

Enam pasien tersebut telah diuji Covid-19, irus flu biasa, dan 26 bakteri lainnya, tetapi tidak ada yang positif. Investigasi tambahan, termasuk tes toksikologi, sedang berlangsung.

Sementara profesor virologi di University of Nottingham, Inggris, Jonathan Ball, mengatakan bahwa kemungkinan ini bukan penyakit baru.

"(Ini) mungkin bukan penyakit baru, hanya sekelompok kejadian langka dari penyakit yang sudah diketahui," tandas Ball.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Wabah Pneumonia Misterius Argentina Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru

Update Covid-19 Global: Wabah Pneumonia Misterius Argentina Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru

Health | Sabtu, 03 September 2022 | 10:39 WIB

Virus Cacar Monyet Dapat Merusak Paru-Paru hingga Menyebabkan Pneumonia

Virus Cacar Monyet Dapat Merusak Paru-Paru hingga Menyebabkan Pneumonia

Health | Selasa, 26 Juli 2022 | 15:50 WIB

Keren Banget! BRIN Kembangkan Alat Deteksi Bakteri Streptococcus, Bisa Temukan Pneumonia Lebih Dini

Keren Banget! BRIN Kembangkan Alat Deteksi Bakteri Streptococcus, Bisa Temukan Pneumonia Lebih Dini

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 22:32 WIB

Terkini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

×