Ringgo Agus Rahman Pernah Trauma Cabut Gigi Gara-Gara Hal Ini

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 13 September 2022 | 08:45 WIB
Ringgo Agus Rahman Pernah Trauma Cabut Gigi Gara-Gara Hal Ini
Ringgo Agus Rahman di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Aktor Ringgo Agus Rahman ternyata pernah punya pengalaman buruk tentang dokter gigi. Pengalaman tersebur bahkan sampai membekas bagi dirinya menjadi trauma masa kecil yang diingat sampai sekarang. 

Pemain Film Keluarga Cemara itu bercerita kalau saat masih anak-anak dirinya pernah cabut gigi yang terasa sakit baginya. Momen tersebut makin tidak menyenangkan lantaran sikap dokter gigi yang menanganinya saat itu kurang ramah kepada anak-anak.

"Saya ingat waktu itu dikasih uang Rp 2 ribu buat ke puskesmas. Kebetulan dokternya waktu itu gak ngajak saya ngobrol, langsung cabut-cabut aja. Jadi saya trauma waktu itu," cerita Ringgo saat hadir di perayaan Hari Kesehatan Gigi Nasional di Jakarta, Senin (12/9/2022).

Ringgo Agus Rahman di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Ringgo Agus Rahman di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Ringgo pun tumbuh menjadi anak yang takut untuk datang ke dokter gigi. Akhirnya setiap kali merasa sakit gigi, ia akan menahannya sendiri dan tak berani bilang kepada orangtuanya.

Dampaknya dari trauma tersebut menyebabkan pertumbuhan gigi Ringgo jadi tidak rapi. Hingga, ia dewasa pun susunan giginya tetap berantakan.

"Dulu gigi saya berantakan sekali. Yang hari ini adalah bentuk dari satu tahun terakhir. Sebelumnya berantakan sekali. Karena sebelumnya saya korban anak kecil yang takut sekali," ungkapnya. 

Orangtua Ringgo kala itu juga tidak terlalu memperhatikan kesehatan gigi. Sehingga, traumanya terhadap dokter gigi tidak pernah usai. Menurut Ringgo, keluarga memang sangat berperan dalam memperbaiki kualitas kesehatan gigi dan mulut di masyarakat. 

Barulah setelah menikah dan memiliki anak, Ringgo tidak mau anak-anaknya mengalami trauma maupun masalah gigi yang tidak teratasi seperti dirinya dahulu.

"Mungkin keluarga masing-masing punya cara sendiri dalam mencegah gigi. Saya juga baru memperhatikan kesehatan gigi setelah punya anak. Saya gak mau anak saya punya trauma yang sama dengan saya. Sekarang, anak saya jadi gak takut  datang ke dokter gigi. Kemarin cabut dua gigi juga mau," kata Ringgo.

Ia merasa setiap anak juga butuh akses mudah untuk datang ke dokter gigi. Selain dari sebaran dokter gigi yang merata,  Ringgo juga menyampaikan betapa pentingnya cara memperlakukan anak-anak saat memeriksakan gigi agar tidak menimbulkan trauma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanya Dokter: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Sakit Sinus?

Tanya Dokter: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Sakit Sinus?

Health | Selasa, 13 September 2022 | 08:03 WIB

Penyakit Gigi dan Mulut Masuk10Besar di Balikpapan: Jadi Perhatian Kita Bersama

Penyakit Gigi dan Mulut Masuk10Besar di Balikpapan: Jadi Perhatian Kita Bersama

Kaltim | Senin, 12 September 2022 | 20:58 WIB

Masa Pemulihan Pandemi Covid-19, Dokter Gigi Imbau Masyarakat Tak Usah Takut Periksa

Masa Pemulihan Pandemi Covid-19, Dokter Gigi Imbau Masyarakat Tak Usah Takut Periksa

Jogja | Senin, 12 September 2022 | 20:28 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB