Tanya Pakar: Kenapa Ada Orang Bisa Alergi Makanan atau Bahan Pengawet?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 22 September 2022 | 07:57 WIB
Tanya Pakar: Kenapa Ada Orang Bisa Alergi Makanan atau Bahan Pengawet?
Ilustrasi alergi. (Pexels/ Adrea Piacquadio)

Suara.com - Alergi termasuk reaksi berlebihan dari antibodi terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Kondisi itu terjadi akibat adanya kelainan sistem imun pada tubuh seseorang.

Makanan juga bahan pengawet pangan termasuk salah satu sumber alergi bagi sebagian orang. Data pada World Allergy Organization (WAO) tercatat bahwa angka prevalensi alergi mencapai 10 sampai 40 persen dari total populasi dunia. Di Indonesia kasus alergi terhadap makanan juga menjadi paling banyak ditemui.

Kenapa ada orang yang bisa alergi makanan tertentu, tapi ada juga yang tidak? Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS., menjelaskan terkait hal tersebut dalam artikel Tanya Pakar kali ini.

Kenapa makanan dan bahan pengawet pangan bisa sebabkan alergi?

Ilustrasi alergi. 

Senyawa yang sebabkan alergi bisa dalam bentuk asam amino dari protein, bisa mikroba, bisa debu, atau pun berbagai molekul lain yang kalau direspon oleh antibodi dalam tubuh, tidak sesuai dengan kondiai normal, akan mengeluarkan histamin. Kalau jumlah histamin cukup baik, itu bisa teratasi sendiri. Kalau kurang baik, bisa ke dokter untuk disuntik histamin. 

Jadi ada senyawa dalam tubuh yang enggak bisa direspon dengan baik. Itu hanya terjadi pada orang tertentu yang respon imunitasnya gak baik. Sehingga menimbulkan alergi, bintik merah, gatal. Alergi itu bukan hanya karena makanan, tapi juga bisa karena debu, udara, dan lainnya. Jadi gak perlu khawatir.

Makanan jenis apa yang paling banyak sebabkan alergi?

Sumber pangan umumnya lauk pauk berupa protein. Karena antibodi kita sering bereaksi terhadap asam amino yang dihasilkan oleh protein. Di daging ada asam amino, di ikan ada asam amino, di buah juga ada protein walaupun dalam jumlah sedikit. Kalau pas asam amino gak cocok, bisa sebabkan alergi. 

Apa alergi termasuk kelainan yang disebabkan genetik?

Kelainan imunitas seperti alergi bisa disebabkan karena faktor genetik, tapi itu hanya sebesar 15-25 persen. Paling besar, 80 persen itu sebenarnya karen non genetik. 

Di Amerika Serikat kasus alergi meningkat seiring kondisi lingkungan berubah. Kalau di Indo tidak ada data. Jadi alergi bisa disebabkan faktor luar, seperti polusi meningkat, tidak melulu makanan sehat, juga lingkungan berubah. 

Bagaimana mengetahui sumber alergi?

Untuk anak sampai usia sekolah belum bisa pelajari apa yang dimakan, sehingga orang tua perlu tahu apa saja yang dimakan anak. Kalau sudah ada riwayat alergi juga perlu waspada. Masalahnya sumber alergen itu tidak semua yang ada di bahan pangan berlabel. Bisa jadi makanan sehari- tidak berlabel. Sehingga caranya bisa lebih challenging. 

Apa alergi bisa disembuhkan?

Bisa ada juga kalau saat kecil alergi, pas remaja sembuh atau membaik. Kalau sudah dewasa baru menyembuhkannya lebih sulit. Kalau masih kecil diterapi akan lebih mudah sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Alergi Debu? Simak Penjelasan Dokter

Apa Itu Alergi Debu? Simak Penjelasan Dokter

| Kamis, 22 September 2022 | 07:41 WIB

Biasakan Baca Label Makanan Untuk Cegah Alergi, Pakar Gizi dari IPB Ungkap Cara Melakukannya

Biasakan Baca Label Makanan Untuk Cegah Alergi, Pakar Gizi dari IPB Ungkap Cara Melakukannya

Lifestyle | Rabu, 21 September 2022 | 18:35 WIB

Punya Alergi yang Langka, Kulit Gadis Ini Terbakar Bila Kena Air

Punya Alergi yang Langka, Kulit Gadis Ini Terbakar Bila Kena Air

Lifestyle | Rabu, 21 September 2022 | 15:44 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB