Hari Kontrasepsi Sedunia, Manfaatnya Tidak Hanya Cegah Kehamilan Tak Diinginkan

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 26 September 2022 | 09:44 WIB
Hari Kontrasepsi Sedunia, Manfaatnya Tidak Hanya Cegah Kehamilan Tak Diinginkan
Hari Kontrasepsi Sedunia.

Suara.com - Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati setiap 26 September. Peringatan itu dibuat untuk mengingatkan masyarakat dunia akan pentingnya lakukan perencanaan keluarga dengan menggunakan alat kontrasepsi yang ada.

Menurut lembaga PBB khusus penanganan keluarga berencana, United Nations Fund for Population Activities (UNFPA), dikatakan bahwa perempuan berhak untuk menentukan jumlah, waktu, dan jarak kelahiran setiap anak. Cara itu dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual. 

Manfaatnya tidak hanya mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.  Tapi juga bisa untuk mencegah kematian atau kecacatan pada ibu hamil juga mortalitas dan morbiditas bayi baru lahir, berdasarkan topik laporan UNFPA tentang Keadaan Populasi Dunia tahun 2022.

UNFPA juga mencatat kalau tindakan aborsi menurun seiring penggunaan alat kontrasepsi.

Ilustrasi kontrasepsi IUD. (Shutterstock)
Ilustrasi kontrasepsi IUD. (Shutterstock)

Kondom, sebagai salah satu alat kontrasepsi paling populer juga bermanfaat untuk mengurangi infeksi menular seksual. 

"Perempuan yang dapat merencanakan keluarga, mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk mewujudkan potensi, mengejar pendidikan, dan berpartisipasi serta berkontribusi pada ekonomi, yang mengarah ke masyarakat yang lebih sejahtera, stabil dan adil," menurut UNFPA dikutip dari situs resminya.

Namun hampir tiga dekade terakhir tercatat ada sekitar 257 juta perempuan yang ingin menghindari kehamilan tapi tidak menggunakan metode kontrasepsi modern yang aman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 juta di antaranya tidak menggunakan metode kontrasepsi sama sekali, data UNFPA.

Alasannya, karen khawatir dengan efek samping penggunaan kontrasepsi dan kesalahpahaman tentang efek jangka panjang pada kesuburan. 

"Beberapa wanita mungkin dilarang menggunakan kontrasepsi oleh suami, pasangan atau mertuanya. Beberapa wanita mungkin merasa distigmatisasi karena ingin menggunakan kontrasepsi. Beberapa wanita juga tidak mengetahuinya, tidak dapat mengaksesnya atau tidak mampu membelinya," katanya.

UNFPA juga sebagai lembaga donasi alat kontrasepsi terbesar di dunia. Melalui program tersebut dikatakan telah mencegah 89 juta kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, mencegah 26,8 juta aborsi yang tidak aman, 254 ribu kematian ibu dan 1,6 juta kematian anak dari tahun 2008-2020. 

"Kami sudah mengantarkan alat kontrasepsi dengan sampan, sepeda motor, bahkan dengan drone sehingga tidak ada yang tertinggal. Sampai akses universal terhadap kontrasepsi, target pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan visi bersama dengan Konferensi Keluarga Berencana Internasional tercapai," kata UNFPA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepergok Pamerkan Alat Kelamin ke Siswi SMA, Celana Dalam hingga Kondom Pelaku Tertinggal karena Ingin Larikan Diri

Kepergok Pamerkan Alat Kelamin ke Siswi SMA, Celana Dalam hingga Kondom Pelaku Tertinggal karena Ingin Larikan Diri

| Minggu, 25 September 2022 | 19:39 WIB

Kepala BKKBN Bongkar Mitos Soal Alat Kontrasepsi: Perlu Sosialisasi dan Konseling

Kepala BKKBN Bongkar Mitos Soal Alat Kontrasepsi: Perlu Sosialisasi dan Konseling

Malang | Minggu, 25 September 2022 | 18:58 WIB

Geger 'Benda Keramat' Tertinggal di Bangku Kereta, Bikin Penumpang Melotot, Netizen: Apaan Tuh?

Geger 'Benda Keramat' Tertinggal di Bangku Kereta, Bikin Penumpang Melotot, Netizen: Apaan Tuh?

Hits | Kamis, 22 September 2022 | 10:32 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB