5 Cara untuk Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku

Risna Halidi | Fajar Ramadhan | Suara.com

Rabu, 28 September 2022 | 09:05 WIB
5 Cara untuk Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku
Ilustrasi anak suka gigit kuku saat cemas. (Shutterstock)

Suara.com - Menggigit kuku merupakan salah satu kebiasaan anak-anak yang bisa terjadi hingga mereka dewasa. Meski sudah diingatkan, anak cenderung kerap kembali melakukannya.

Umumnya anak melakukan hal tersebut secara spontan dan tanpa disadari. Namun, kebiasaan ini bukanlah hal baik.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggigit Kuku Tangan. (Pexels)
Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggigit Kuku Tangan. (Pexels)

Ketika anak terbiasa menggigit kukunya, hal itu akan membahayakan gigi dan kuku anak. Apalagi jika kuku kotor yang akan berbahaya bagi kesehatan anak.

Melansir laman Hindustantimes, seorang praktisi kesehatan Lina mengatakan, anak-anak yang menggigit kuku memiliki keinginan untuk berhenti tapi tidak tahu caranya.

Kondisi ini juga bisa berbahaya jika kebiasaan menggigit anak sudah sangat destruktif. Itu akan membuat jarinya mengalami luka berdarah, hingga kuku rusak serta menimbulkan rasa sakit.

Untuk menghindari berbagai hal tersebut, orangtua perlu untuk melakukan sesuatu agar kebiasaan menggigit kuku tersebut menghilang.

Berikut terdapat beberapa tips yang dalam dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan menggigit kuku!

Ilustrasi anak bahagia (Pexels.com/Alexander Dummer)
Ilustrasi (Pexels.com/Alexander Dummer)

Jangan menghukum anak
Kebiasaan ini memang kurang enak untuk diperhatikan. Namun, orangtua juga tidak bisa memaksa anak dan menghukumnya begitu saja.

Diperlukan sebuah pendekatan yang baik agar kebiasaan ini berkurang. Ketika orangtua memilih menghukum anak, itu akan membuatnya semakin sering melakukan kebiasaan tersebut.

Jaga kuku anak tetap pendek
Salah satu cara untuk mengurangi kebiasaan menggigit kuku yaitu dengan menjaganya tetap pendek. Ketika kuku anak pendek, itu akan mengurangi area bagian tersebut sehingga anak akan sulit untuk menggigitnya.

Temukan alternatif lain
Orangtua juga bisa untuk menemukan alternatif lain untuk menggantikan kuku yang biasa digigitnya. Misalnya, dengan memberikannya camilan atau aktivitas lain sehingga perhatiannya teralihkan dari kebiasaan tersebut.

Buat anak tetap sibuk
Untuk mengurangi kebiasaan menggigit kuku, dapat dilakukan dengan membuatnya tetap sibuk. Orangtua dapat memberikan anak berbagai aktivitas yang membuatnya tetap bergerak. Dengan begitu perhatian anak terhadap kebiasaan menggigit kuku akan teralihkan.

Amati perilaku anak
Biasanya kebiasaan menggigit kuku yang dilakukan anak terjadi karena suatu hal. Oleh sebab itu, orangtua dapat menganalisis perilaku anak.

Ketahui anak melakukan beberapa hal tersebut apakah karena merasa gugup, kesal, stres, cemas, atau bosan. Ketika mengetahui penyebabnya, cobalah cari alternatif untuk bisa mengatasi masalah yang dihadapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Buka Suara, Sebut Gibran Menang Banyak"Pinter Juga Dia"

Rocky Gerung Buka Suara, Sebut Gibran Menang Banyak"Pinter Juga Dia"

| Selasa, 27 September 2022 | 22:01 WIB

Anak Sekolah di Inggris Sampai Harus Makan Karet Hingga Pura-pura Makan Akibat Krisis

Anak Sekolah di Inggris Sampai Harus Makan Karet Hingga Pura-pura Makan Akibat Krisis

| Selasa, 27 September 2022 | 19:30 WIB

Segini Asupan Gula Maksimal bagi Anak Setiap Harinya agar Tidak Terkena Sindrom Metabolik

Segini Asupan Gula Maksimal bagi Anak Setiap Harinya agar Tidak Terkena Sindrom Metabolik

Lampung | Selasa, 27 September 2022 | 19:06 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB