Bakteri Kebal Obat Super Serang India, Prof Zubairi Djoerban Waspadai Risiko Bahayanya untuk Indonesia

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 12 Oktober 2022 | 21:13 WIB
Bakteri Kebal Obat Super Serang India, Prof Zubairi Djoerban Waspadai Risiko Bahayanya untuk Indonesia
Ilustrasi bakteri kebal obat, bakteri listeria. (Shutterstock)

Suara.com - Bakteri kebal obat super menyerang India, yang meningkatkan risiko terjadinya wabah penyakit yang sulit disembuhkan dengan antibiotik. Waduh, bahaya nggak sih untuk Indonesia?

Dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., menjelaskan kalau penyakit itu disebabkan bakteri luar biasa hebat yang tidak mempan dengan obat antibiotik. Sehingga telah terjadi pandemic of antibiotics-resistant superbugs.

"Kisah dimulai dari India sebelah barat, di mana terjadi infeksi di sebuah rumah sakit di Maharashtra dan para dokter berjibaku dengan ruam infeksi superbug yang kebal antibiotik. Bahkan di Kolkata, 6 dari 10 pasien yang dirawat di ICU sudah tidak mempan antibiotik," kata prof. Zubairi dikutip dari cuitannya di Twitter, Rabu (12/10/2022).

Jenis kuman yang menginfeksi itu juga bermacam-macam. Ada yang disebut Staphylococcus aureus dan Acinetobacter baumannii. Kedua kuman tersebut menyebabkan pneumonia. Pasien yang alami itu perlu mendapatkan perawatan ventilator karena berisiko meninggal.

Selain itu, infeksi kuman e.coli (Escherichia coli) maupun Klebsiella pneumoniae juga bisa menyebabkan pasien membutuhkan pengobatan ventilator.

Beberapa kasus di India, lanjut prof. Zubairi, didapati bahwa ada pasien yang resistan terhadap antibiotik kuat dan baru bernama Carbapenem. Data menunjukkan kalau setahun terakhir telah terjadi kenaikan 10 persen yang resisten. Hal itu menjadi masalah berat bagi dunia kedokteran dunia, khususnya di India.

"Beratnya bagaimana? Sebut saja di Kolkata. Tadinya semua orang yang terinfeksi di sana, 65 persennya berhasil diatasi dengan antibiotik lini satu. Nah, sekarang turun. Yang berhasil diobati dengan antibiotik lini 1 itu cuma 43 persen. Jadi ini masalah serius," jelasnya.

Resistan terhadap antibiotik sebenarnya suatu kondisi alami. Sebab, sebagai makhluk hidup, bakteri pun punya insting untuk tetap bertahan hidup. Hal itu membuat bakteri mampu menguatkan diri agar kebal terhadap antibiotik.

Namun, menjadi masalah besar, ketika angka kejadiannya dipercepat akibat salah guna antibiotik.

baca juga

Salah guna yang dimaksud karena antibiotik digunakan dengan keliru. Prof. Zubairi mencontohkan, misalnya seseorang yang sebenarnya terinfeksi virus, tetapi justri diobati dengan antibiotik.

"Pada awal pandemi Covid-19, banyak sekali pasien mendapat antibiotik macam-macam, yang menyebabkan perubahan dalam resistansi kuman," imbuhnya.

Hal itu bisa menyebabkan pasien menjadi lebih lama saat dirawat di rumah sakit akibat resistan antibiotik dan angka kematian menjadi lebih tinggi.

Prof. Zubairi mengingatkan bahwa resistan terhadap antibiotik bisa terjadi di manapun, kepada siapa saja, dan tidak tergantung usia.

"Contohnya di India tadi. Artinya dari bayi baru lahir sampai usia lanjut ya berisiko resistan terhadap antibiotik. Pesannya adalah kita harus mulai lebih hati-hati dalam memakai antibiotik. Kalau tidak ada indikasi dan resep dari dokter, jangan konsumsi. Atau jangan juga melanjutkan resep antibiotik milik salah satu teman atau keluarga karena merasa punya penyakit sama," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:40 WIB

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Tekno | Minggu, 26 Januari 2025 | 18:06 WIB

Bom Waktu Kesehatan? Wabah Kolera Mengancam Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik

Bom Waktu Kesehatan? Wabah Kolera Mengancam Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:43 WIB

Penyebaran Cacar Monyet Meresahkan, WHO Beri Sinyal Keadaan Darurat

Penyebaran Cacar Monyet Meresahkan, WHO Beri Sinyal Keadaan Darurat

News | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 05:00 WIB

Cerita Wanita saat Bulan Puasa di Gaza: Ramadan Ini Benar-benar Hampa!

Cerita Wanita saat Bulan Puasa di Gaza: Ramadan Ini Benar-benar Hampa!

Video | Jum'at, 15 Maret 2024 | 12:05 WIB

Menakar Penilaian Risiko Terhadap Penetapan KLB/Wabah Penyakit

Menakar Penilaian Risiko Terhadap Penetapan KLB/Wabah Penyakit

Your Say | Senin, 12 Desember 2022 | 14:39 WIB

Bakteri "Superbug" Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Bakteri "Superbug" Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Health | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 15:10 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×