Idap Tumor Otak, Pasien Ini Mainkan Saksofon Selama 9 Jam Kepalanya Dibedah

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 16 Oktober 2022 | 16:52 WIB
Idap Tumor Otak, Pasien Ini Mainkan Saksofon Selama 9 Jam Kepalanya Dibedah
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Suara.com - Seorang musisi lakukan 'konser' saat yang tidak biasa, ketika dokter sedang membedah otaknya. Pria tersebut merupakan pasien di rumah sakit di Italia yang mengidap tumor otak.

Saat menjalani operasi pengangkatan tumor, dokter memperbolehkannya untuk dibius sebagian atau masih sadar. Operasi tersebut berlangsung sampai sembilan jam dan musis tersebut terus lakukan 'konser' dengan meniup saksofon.

Tindakan itu ternyata memang sengaja dilakukan dokter agar lebih mudah memetakan dengan akurat bagian otak mana yang digunakan saat memainkan alat musik tersebut.

Ilustrasi tumor (Dok. Elements Envato)
Ilustrasi tumor (Dok. Elements Envato)

Dalah satu lagu yang dimainkan termasuk lagu kebangsaan Italia dan lagu tema dari film Love Story tahun 1970 selama operasi, juga lagu-lagu lainnya.

Sekitar sepuluh petugas medis melakukan operasi tersebut. Mereka mengaku dapat manfaat dari permainan musik tersebut untuk mengamati gelombang otak pasien.

“Setiap otak itu unik, seperti halnya setiap orang," kata Pemimpin bedah dan ahli bedah saraf Dr. Christian Brogna  dikutip dari Mirror.

Pasien, yang hanya diidentifikasi sebagai GZ, mengatakan kepada petugas medis bahwa kemampuannya memainkan saksofon sangat berharga. Sehingga ia berharap agar setelah operasi selesai tetap bisa memainkan alat musik tersebut.

“Pembedahan saat sadar memungkinkan untuk memetakan dengan sangat presisi selama operasi jaringan saraf yang mendasari berbagai fungsi otak seperti bermain, berbicara, bergerak, mengingat, menghitung," imbuh dr. Brogna.

Selama operasi, GZ mengaku tidak merasa takut, melainkan merasa tenang karena tetap bisa bermain saksofon.

Metode operasi itu membuat dokter dapat melihat bagian otak mana yang aktif saat dia memainkan alat musik tersebut.

Operasi itu melibatkan penggunaan beberapa teknologi yang membantu para dokter agar dapat membedakan antara sel kanker dan sel sehat

Operasi itu kemudian berjalan lancar dan GZ dikabarkan kembali ke rumah setelah operasi yang luar biasa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Gamma Knife, Metode Penanganan Tumor Otak Tanpa Pembedahan

Mengenal Gamma Knife, Metode Penanganan Tumor Otak Tanpa Pembedahan

Jakarta | Kamis, 29 September 2022 | 10:42 WIB

Waspada! Ini 9 Gejala Tumor Otak yang Harus Kamu Tahu!

Waspada! Ini 9 Gejala Tumor Otak yang Harus Kamu Tahu!

Your Say | Sabtu, 03 September 2022 | 18:55 WIB

Dikira Hanya Sleep Apnea, Pria Ini Meninggal Dunia akibat Tumor Otak!

Dikira Hanya Sleep Apnea, Pria Ini Meninggal Dunia akibat Tumor Otak!

Health | Rabu, 24 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB