Dokter Minta Pasien Diabetes Tak Gunakan Sandal Jepit untuk Cegah Luka, Beneran Bisa Bikin Amputasi?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 27 November 2022 | 11:24 WIB
Dokter Minta Pasien Diabetes Tak Gunakan Sandal Jepit untuk Cegah Luka, Beneran Bisa Bikin Amputasi?
Ilustrasi luka diabetes. (Unsplash/Jan Romero)

Suara.com - Dokter mengatakan pasien diabetes tak boleh pakai sendal jepit. Sebab salah memilih alas kaki bisa menyebabkan luka diabetes hingga meradang dan berisiko amputasi.

Pakar Luka Diabetes, dr. Adisaputra Ramadhinara atau yang dikenal sebagai dokter Luka mengatakan pemilihan sepatu untuk pasien diabetes harus sangat diperhatikan, karena bagi yang sudah komplikasi dan alami neuropati atau kulit baal, pasien kerap tidak sadar jika kakinya sudah terluka seperti lecet.

"Apalagi pasien diabetes jika sudah alami luka cenderung sulit untuk disembuhkan, terlebih jika kadar gula darahnya tidak terkontrol, sehingga pembuluh darahnya terganggu, jadi luka lebih lama sembuh," ujar dr. Adi dalam acara diskusi Erajaya Beauty & Wellness: Wellings Indonesia bersama dengan Kalbe di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/11/2022).

dr. Adisaputra Ramadhinara alias dokter luka bicara tentang perawatan luka diabetes. (Dini/Suara.com)
dr. Adisaputra Ramadhinara alias dokter luka bicara tentang perawatan luka diabetes. (Dini/Suara.com)

Berikut ini tips dan cara pilih sepatu untuk pasien diabetes yang harus diperhatikan, menurut lelaki lulusan Lulusan Master of Science in Wound Healing and Treatment Repair UK (Inggris) itu:

1. Pastikan Sepatu Ukurannya Pas

Pas yang dimaksud, harus berdasarkan ukuran terbesar kaki. Ini karena umumnya antara kaki kanan dan kini cenderung punya ukuran yang berbeda.

"Jadi disarankan pilih sepatu di sore hari, setelah lelah berjalan, maka kaki cenderung akan membesar. Saat itulah momen paling tepat memilih sepatu," jelas dr. Adi.

2. Pilih Sepatu Berbahan Kulit

Bahan sepatu ini dinilai bisa lebih melindungi, dan tidak terlalu kasar di kulit sehingga risiko luka bisa diminimalisir. Ditambah pemilihan model sepatu harus menutupi semua bagian kaki.

"Sepatu berbahan kulit yang menutupi semua bagian kaki, supaya dia nyaman dan juga sesuai dengan bentuk kaki, kalau kita punya bentuk kaki yang lebar, pakai sepatu yang memang diperuntukan untuk kaki yang lebar," jelas dokter penerima Certified Wound Specialist Physician Amerika Serikat itu.

3. Sepatu Custom atau Dipesan Khusus

Ini direkomendasikan karena jika diabetes sudah di tahap komplikasi, maka ukuran bentuk kaki diabetes bisa berubah-ubah bisa tetiba membesar dan mengecil.

"Salah satu komplikasi diabetes itu adalah charcot foot, dimana terjadi proses peradangan kronik dari tulang sendi, dan itu menyebabkan perubahan bentuk kaki. Nah, pada kasus seperti itu memerlukan sepatu atau alas kaki yang di custome khusus untuk mengikuti bentuk kaki," papar dr. Adi.

4. Tidak Disarankan Pakai Sendal Jepit

Ini karena metode penggunaan sandal jepit dengan cara dijepit antara jempol dan telunjuk kaki, maka berisiko menyebabkan sela antara kedua jari kaki itu lecet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mencegah dan Menunda Terjadinya Komplikasi Diabetes Menurut Dokter Penyakit Dalam

Cara Mencegah dan Menunda Terjadinya Komplikasi Diabetes Menurut Dokter Penyakit Dalam

Health | Jum'at, 25 November 2022 | 06:55 WIB

Sudah Teruji Lewat Penelitian, Gula Darah Pasien Diabetes Bisa Turun Jika Rutin Gunakan Aplikasi Digital

Sudah Teruji Lewat Penelitian, Gula Darah Pasien Diabetes Bisa Turun Jika Rutin Gunakan Aplikasi Digital

Health | Senin, 14 November 2022 | 20:30 WIB

Perawat di AS Dituduh Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin dan Perintah Dokter

Perawat di AS Dituduh Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin dan Perintah Dokter

News | Jum'at, 11 November 2022 | 15:36 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB