Perawat di AS Dituduh Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin dan Perintah Dokter

Diana Mariska

Jum'at, 11 November 2022 | 15:36 WIB
Perawat di AS Dituduh Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin dan Perintah Dokter
Ilustrasi Rumah Sakit - Daftar Rumah Sakit Rujukan Gangguan Ginjal Akut (Unsplash)

Suara.com - Seorang perawat di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat, dituduh telah mengamputasi kaki pasien perawatan hospice yang menderita radang dingin tanpa meminta persetujuan dan tanpa perintah dari dokter.

Seperti diberitakan oleh ABC News, Mary K. Brown (38) melakukan amputasi pada tanggal 27 Mei, dan pasien pria berusia 62 tahun itu meninggal dunia seminggu kemudian. Tuntutan yang diajukan minggu lalu tidak menyebutkan adanya indikasi bahwa amputasi tersebut mempercepat kematian korban.

Menurut laporan pihak berwenang, pasien itu dirawat di Pusat Kesehatan dan Rehabilitasi Spring Valley setelah terjatuh di rumahnya pada bulan Maret. Pemanas ruangan di lokasi kejadian tidak dinyalakan, dan pria itu menderita frostbite atau radang dingin pada kedua kakinya, yang menyebabkan munculnya jaringan yang telah mati atau nekrotik. Kaki kanannya dilaporkan masih melekat melalui sebuah tendon dan jaringan kulit sekitar 5 cm.

Ketika berada di Spring Valley, pria itu mendapatkan perawatan terpisah melalui petugas kesehatan rumah perawatan hospice St. Croix County. Perawat Brown bekerja di tempat itu tetapi bukan sebagai perawat.

Menurut laporan, seorang perawat yang mengganti perban pada pagi hari di tanggal 27 Mei mengatakan pasien masih bisa menggoyangkan jari kakinya.

Namun, Brown memberi tahu dua perawat lain saat pergantian shift bahwa ia "akan memotong kaki korban agar ia merasa nyaman”. Suster lain meminta Brown untuk tidak melakukannya.

Brown dan dua asisten perawat bersertifikat kemudian masuk ke ruangan korban untuk mengganti perban, tetapi Brown malah memotong kakinya, kata salah satu asisten perawat kepada penyelidik.

Direktur keperawatan, Tracy Reitz, mengetahui tentang amputasi itu dua hari kemudian dari salah satu asisten perawat yang masih terguncang. Reitz mengatakan asisten perawat itu memberitahunya bahwa pria itu tidak terlihat kesakitan selama amputasi berlangsung.

Meski demikian, perawat lainnya mengatakan kepada penyelidik bahwa pria kemudian mengaku "dia merasakan segalanya dan … sangat sakit”.

Sementara itu, Brown mengatakan kepada penyelidik bahwa pasien tidak memintanya untuk mengamputasi kakinya. Namun, ia membuat keputusan itu untuk membuat kualitas hidup pria itu lebih baik.

Brown juga mengaku bahwa melakukan amputasi berada di luar ruang lingkup praktiknya dan bahwa ia tidak memiliki izin.

Perawat itu juga dilaporkan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia ingin memajang kaki pasien di toko taksidermi milik keluarganya dengan tulisan "Pakai sepatumu, anak-anak”.

Kevin Larson, CEO Spring Valley Senior Living and Health Care Campus, mengatakan Brown sudah tidak lagi bekerja di pusat kesehatan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berisiko Amputasi, Kenali Gejala dan Cara Mengobati Frostbite

Berisiko Amputasi, Kenali Gejala dan Cara Mengobati Frostbite

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 11:30 WIB

Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter di Austria Ini Dijatuhi Denda Puluhan Juta

Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter di Austria Ini Dijatuhi Denda Puluhan Juta

News | Senin, 06 Desember 2021 | 14:36 WIB

Duh! Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter Bedah Ini Kena Sanksi

Duh! Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter Bedah Ini Kena Sanksi

Jawa Tengah | Kamis, 02 Desember 2021 | 16:04 WIB

Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter Ini Didenda Lebih dari Rp 40 Juta

Salah Amputasi Kaki Pasien, Dokter Ini Didenda Lebih dari Rp 40 Juta

Health | Kamis, 02 Desember 2021 | 15:10 WIB

Dokter Bedah di Austria Kena Denda karena Salah Amputasi Kaki Pasien

Dokter Bedah di Austria Kena Denda karena Salah Amputasi Kaki Pasien

News | Kamis, 02 Desember 2021 | 14:14 WIB

Pelaku Penyerangan Parade Natal Wisconsin Seharusnya Sedang Dipenjara, Kok Bisa Bebas?

Pelaku Penyerangan Parade Natal Wisconsin Seharusnya Sedang Dipenjara, Kok Bisa Bebas?

News | Selasa, 23 November 2021 | 10:29 WIB

Terkini

Sambil Menjalani Rawat Inap, Taktik Persija Saat Hadapi PSMS Medan Tetap dari Shin Tae-yong

Sambil Menjalani Rawat Inap, Taktik Persija Saat Hadapi PSMS Medan Tetap dari Shin Tae-yong

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 16:05 WIB

Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama

Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 16:05 WIB

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:02 WIB

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

×