Khawatir Rasisme dan Stigmatisasi, WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi "Mpox"

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 30 November 2022 | 15:55 WIB
Khawatir Rasisme dan Stigmatisasi, WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi "Mpox"
ilustrasi cacar monyet alias monkeypox. (Dok. Envato)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengganti nama penyakit monkeypox (cacar monyet) menjadi "mpox". Alasan penggantian nama itu karena khawatir dengan rasisme dan stigmatisasi.

Dalam sebuah pernyataan, WHO menyatakan bahwa nama baru itu aku digunakan "secara bersamaan selama satu tahun". Nama lama secara bertahap akan dihapus.

Masa transisi untuk adopsi nama baru itu bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran yang disampaikan oleh para ahli mengenai kebingungan yang disebabkan oleh perubahan nama di tengah wabah global yang sedang berlangsung.

WHO mengatakan bahwa saat wabah ini meluas, kata-kata yang bernuansa rasis menyebar di dunia maya.

"Ketika wabah cacar monyet meluas awal tahun ini, bahasa bernuansa rasis dan menstigmatisasi terpantau menyebar di dunia maya, di lingkungan lain dan di beberapa komunitas," kata organisasi yang berbasis di Jenewa itu.

Penyakit cacar monyet dinamai pada 1970 ketika kasus infeksi pertama kali pada manusia terkonfirmasi.

Virus ini pertama kali ditemukan pada monyet penangkaran di Denmark pada 1958.

WHO mengusulkan nama "mpox" mengikuti pedoman yang dirilis pada 2015 untuk "meminimalkan efek negatif yang tidak perlu pada negara, ekonomi, dan masyarakat" saat menamai penyakit menular baru pada manusia.

Pedoman yang ditulis itu merekomendasikan untuk menghindari nama yang mengacu pada hewan, lokasi geografis, dan kelompok etnis, seperti "flu babi" dan "Sindrom Pernafasan Timur Tengah".

baca juga

Selain itu, WHO juga menjelaskan bahwa nama penyakit harus terdiri dari istilah deskriptif generik berdasarkan gejala yang ditimbulkan.

Mpox mulai menyebar di luar Afrika tengah dan barat, yang menjadi tempat endemiknya, pada Mei.

Hingga Sabtu (26/11), sebanyak 81.107 kasus mpox dan 55 kematian akibat penyakit itu di 110 negara dan wilayah telah dilaporkan ke WHO pada tahun ini, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Meskipun masih belum pasti penyebab utamanya, hewan pengerat tampaknya menjadi pembawa alami virus tersebut, kata WHO. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Klinik Pintar Ekspansi ke Spesialis: Kebutuhan Dokter di Indonesia di Bawah Standar WHO

Alasan Klinik Pintar Ekspansi ke Spesialis: Kebutuhan Dokter di Indonesia di Bawah Standar WHO

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 05:23 WIB

Studi FKM UI: Waspada Kenaikan Rawat Inap Pasien dari Ekonomi Rendah Hingga 70 Persen

Studi FKM UI: Waspada Kenaikan Rawat Inap Pasien dari Ekonomi Rendah Hingga 70 Persen

Health | Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:59 WIB

26 Oktober diperingati sebagai hari apa?

26 Oktober diperingati sebagai hari apa?

Purwokerto | Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:25 WIB

Bolehkah Ikut Campur dalam Urusan KDRT Orang Lain? Bahaya Saksi Anak Laki-laki Bisa Jadi Pelaku di Masa Depan

Bolehkah Ikut Campur dalam Urusan KDRT Orang Lain? Bahaya Saksi Anak Laki-laki Bisa Jadi Pelaku di Masa Depan

Soreang | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:44 WIB

Nyatakan Akan Segera Akhiri Status Pandemi, Legislator Dorong Pemerintah Konsultasi Pada WHO

Nyatakan Akan Segera Akhiri Status Pandemi, Legislator Dorong Pemerintah Konsultasi Pada WHO

Metro | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 00:26 WIB

Terkini

Mulai 1 Desember, Warga BekasiKarawang Bisa Naik Kereta Jarak Jauh Tanpa ke Jakarta

Mulai 1 Desember, Warga BekasiKarawang Bisa Naik Kereta Jarak Jauh Tanpa ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:15 WIB

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:15 WIB

Pekerja Informal Makin Dominan, Wirausaha Mandiri Melonjak Ketimbang Orang Kantoran

Pekerja Informal Makin Dominan, Wirausaha Mandiri Melonjak Ketimbang Orang Kantoran

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:13 WIB

Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar

Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 14:12 WIB

13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo

13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:12 WIB

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:09 WIB

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:08 WIB

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:07 WIB

×