Akademisi: Produk Tembakau Alternatif Perlu Dimanfaatkan Semaksimal Mungkin

Iman Firmansyah

Rabu, 28 Desember 2022 | 08:25 WIB
Akademisi: Produk Tembakau Alternatif Perlu Dimanfaatkan Semaksimal Mungkin
Produk tembakau alternatif. (ANTARA/HO)

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hal ini dikarenakan berbagai hasil riset membuktikan produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok, sehingga dapat dimanfaatkan oleh perokok dewasa yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.

Dukungan terhadap pemanfaatan produk tembakau alternatif guna menekan angka perokok juga menjadi pembahasan dalam pembahasan pada The E-Cigarette Summit 2022, yang diselenggarakan di London, Inggris, beberapa waktu lalu.

Robert West, Profesor Emeritus Kesehatan Psikologi dari University College menjelaskan, negara-negara dengan sistem pengendalian tembakau yang kuat cenderung mendukung penggunaan produk tembakau alternatif sebagai alat bantu populer untuk beralih dari kebiasaan merokok.

“Saat digunakan sebagai bagian dari upaya untuk beralih dari kebiasaan merokok, produk tembakau alternatif dinilai lebih efektif daripada produk terapi pengganti nikotin yang berlisensi. Tapi, sayangnya di beberapa negara lainnya, upaya untuk mendorong pemanfaatan produk tembakau alternatif ini masih belum maksimal,” tegas Robert, seperti dikutip Rabu (28/12/2022).

Salah satu faktor penghambat dalam mendukung pemanfaatan produk tembakau alternatif adalah standar ganda pada berbagai kajian ilmiah. Robert menjelaskan saat ini masih banyak hasil riset yang tidak objektif dan cenderung mendukung pandangan para meneliti yang menilai bahwa produk tembakau alternatif tersebut berbahaya bagi kesehatan.

Padahal, berdasarkan hasil sejumlah kajian ilmiah, produk tembakau alternatif, meski tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan, mampu meminimalisasi risiko penggunaannya hingga 95 persen. Hal ini dikarenakan produk tembakau alternatif, khususnya rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, menerapkan sistem pemanasan sehingga hasil dari penggunaannya berupa uap (aerosol), bukan asap yang mengandung TAR. Dengan fakta tersebut, produk ini sudah seharusnya dimaksimalkan sebagai upaya mengurangi prevalensi merokok.

“Saya berharap produk tembakau alternatif akan diatur di seluruh dunia sedemikian rupa untuk memaksimalkan ketersediaannya sebagai salah salah satu serangkaian alat bantu untuk beralih dari kebiasaan merokok di pasar global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Senior dari Universitas Bristol, Jasmine Khouja, menambahkan harus adanya dukungan dari negara dalam membantu perokok dewasa untuk berhenti dari kebiasaannya sekaligus menjauhkan mereka mengakses rokok. Secara bersamaan, pemerintah juga harus mencegah anak muda dan non-perokok menggunakan produk tembakau alternatif.

“Bagi para pembuat kebijakan, Anda harus mengetahui apa yang paling membantu bagi pengguna produk tembakau alternatif dan perokok. Jika ingin berjalan dengan baik, Anda tidak dapat melakukannya tanpa berbicara dan mendengar pandangan mereka,” kata Jasmine.

baca juga

Di kesempatan berbeda, Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya mengatakan produk tembakau alternatif memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok. Hal ini diperkuat berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan di dalam dan luar negeri. Dengan mendorong perokok dewasa beralih ke produk ini akan membantu Pemerintah Indonesia dalam menurunkan prevalensi merokok sekaligus menciptakan perbaikan kualitas kesehatan.

“Produk tembakau alternatif dapat dimanfaatkan untuk perokok dewasa yang sulit berhenti merokok. Produk ini juga bisa menjadi solusi komplementer sejalan dengan Program Berhenti Merokok yang telah dilaksanakan pemerintah,” ujar Amaliya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Kesehatan Indra Bekti Semakin Parah Hingga Tidak Sadarkan Diri: Pembuluh Darah Kepala Sebelah Kiri Pecah

Kondisi Kesehatan Indra Bekti Semakin Parah Hingga Tidak Sadarkan Diri: Pembuluh Darah Kepala Sebelah Kiri Pecah

Moots | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:58 WIB

Kemenkes: Ratusan Pasien Covid-19 Berkeliaran di Fasilitas Umum dalam Dua Pekan Terakhir

Kemenkes: Ratusan Pasien Covid-19 Berkeliaran di Fasilitas Umum dalam Dua Pekan Terakhir

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:19 WIB

Hilangkan Stres, Baca Doa Kesehatan Mental Pagi dan Sore, Kisah Siti Fathimah Ra Putri Rosulullah Muhammad SAW

Hilangkan Stres, Baca Doa Kesehatan Mental Pagi dan Sore, Kisah Siti Fathimah Ra Putri Rosulullah Muhammad SAW

Semarang | Rabu, 28 Desember 2022 | 18:15 WIB

Bukan Penyakit Sepele, Berikut Apa Itu Pendarahan Otak, Penyebab, dan Gejalanya

Bukan Penyakit Sepele, Berikut Apa Itu Pendarahan Otak, Penyebab, dan Gejalanya

Indotnesia | Rabu, 28 Desember 2022 | 16:20 WIB

Pekerja Keras! Indra Bekti Pingsan Saat Lakukan Aktivitas Ini, Sang Manajer Akui Indra Bekti Sempat Keluhkan Kondisi Kesehatan: Akhirnya Kayak Gitu

Pekerja Keras! Indra Bekti Pingsan Saat Lakukan Aktivitas Ini, Sang Manajer Akui Indra Bekti Sempat Keluhkan Kondisi Kesehatan: Akhirnya Kayak Gitu

Bandung | Rabu, 28 Desember 2022 | 15:29 WIB

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem?

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem?

Health | Rabu, 28 Desember 2022 | 15:25 WIB

Terkini

Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun

Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Nasib Penerbangan ke Arab Saudi Setelah Bandara Riyadh Diserang

Nasib Penerbangan ke Arab Saudi Setelah Bandara Riyadh Diserang

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Kinerja Gibran Dinilai Rendah, Prabowo Diminta Evaluasi Peran Wapres

Kinerja Gibran Dinilai Rendah, Prabowo Diminta Evaluasi Peran Wapres

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri

Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:42 WIB

4 Cara Mengatasi Bedak Padat yang Pecah agar Bisa Dipakai Lagi dengan Aman

4 Cara Mengatasi Bedak Padat yang Pecah agar Bisa Dipakai Lagi dengan Aman

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi

Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi

Kaltim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:40 WIB

4 Pilihan Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Kaki dan Gaya Kasual

4 Pilihan Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Kaki dan Gaya Kasual

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:39 WIB

×