Bahaya Rokok Batangan: Picu 4 Kanker, Katarak, Aneurisma Aorta hingga Penyakit Arteri Koroner

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2022 | 10:28 WIB
Bahaya Rokok Batangan: Picu 4 Kanker, Katarak, Aneurisma Aorta hingga Penyakit Arteri Koroner
Ilustrasi rokok - Bahaya Rokok Batangan (Pexels)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mulai wacana larangan penjualan rokok batangan karena punya dampak buruk, termasuk bagi kesehatan. Apa saja bahaya rokok batangan?

Jangan mengabaikan lantaran cuma sebatang, rokok itu tetap berbahaya mau berapapun jumlah yang dihisap penggunanya. Bahkan hanya 1 batang rokok bisa memicu 4 jenis kanker dan berbagai penyakit lainnya. 

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, bahwa merokok itu berbahaya. Sudah ada banyak penelitian yang mengungkap efek buruk rokok. Bahkan yang terbaru, sebuah penelitian mengungkap bahwa rokok bisa memicu risiko penyakit kardiovaskuler, yaitu jantung koroner dan stroke.

Bagaimana dengan bahaya rokok batangan?

Ada beberapa kondisi yang terjadi pada tubuh Anda ketika merokok, meskipun hanya satu kali. Walaupun Anda merasa rileks pada saat merokok, nyatanya tekanan darah serta detak jantung akan meningkat dan aliran darah ke pembuluh darah kapiler berkurang. Selain itu, karbon monoksida yang ada pada darah juga akan meningkat dan sehingga kadar oksigen justru berkurang.

Sementara itu, rambut halus pada saluran pernapasan akan rusak karena bahan kimia pada asap rokok dan otot-otot kecil di saluran pernapasan akan terus berkontraksi. Dan sistem imun (kekebalan tubuh) melemah dan menunjukkan perubahan. 

Bahaya Rokok Batangan

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal menegaskan bahwa perokok yang menghisap satu batang rokok setiap hari memiliki risiko terserang penyakit kardiovaskuler yang setara dengan perokok yang menghisap setengah bungkus rokok per hari.

Para peneliti juga menegaskan bahwa perokok yang menghabiskan satu sampai lima batang rokok per hari memiliki risiko penyakit kardiovaskuler yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Kemudian, banyak yang bertanya berapa batas aman merokok? American Cancer Society menyebutkan bahwa orang yang merokok sedikitnya satu batang dalam sehari selama hidupnya masih memiliki risiko kematian dini lebih besar daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Penelitian yang disebutkan dalam situs tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada batas aman merokok yang aman.

Situs Harvard Medical School mempublikasikan sebuah studi yang melakukan evaluasi terhadap 800 penelitian mengenai kebiasaan merokok, di mana dari berbagai studi tersebut tersebut, para peneliti mendapatkan sebuah kesimpulan yang cukup mencengangkan. Yaitu merokok ringan dan menengah hampir sama berbahayanya dengan merokok berat.

Inilah risiko kesehatan yang menghantui para perokok ringan dan sedang yang wajib dipahami:

  • Penyakit arteri koroner (merokok kurang dari 10 batang per hari): risikonya naik hingga 2,7 kali.
  • Aneurisma aorta (merokok kurang dari 10 batang per hari): risikonya naik hingga 2,3 kali.
  • Kanker paru-paru (merokok 1 hingga 4 batang per hari): risikonya naik hingga 2,8 kali.
  • Kanker esofagus (merokok 1 hingga 14 batang per hari): risikonya naik hingga 4,3 kali.
  • Katarak (merokok kurang dari 10 batang per hari): risikonya naik hingga 1,8 kali.
  • Kanker lambung (merokok 1 hingga 4 batang per hari): risikonya naik hingga 2,4 kali.
  • Kanker pankreas (merokok kurang dari 10 barang per hari): risikonya naik hingga 1,8 kali.

Bahkan, bagi mereka yang hanya sesekali merokok, death rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi 1,6 kali jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok sama sekali.

Setelah mengetahui bahaya rokok batangan, apakah Anda masih mau melanjutkan kebiasaan merokok?

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Larangan Rokok Ketengan Mulai Kapan Diberlakukan? Ini Aturan Lengkap dari Jokowi

Larangan Rokok Ketengan Mulai Kapan Diberlakukan? Ini Aturan Lengkap dari Jokowi

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 18:15 WIB

Larangan Jual Rokok Ketengan Disebut Jadi Cara Pemerintah Lindungi Anak Jadi Perokok

Larangan Jual Rokok Ketengan Disebut Jadi Cara Pemerintah Lindungi Anak Jadi Perokok

Health | Rabu, 28 Desember 2022 | 17:00 WIB

Tak Melulu Ditentang, Larangan Jokowi Soal Jual Rokok Ketengan Justru Didukung Sejumlah Pihak

Tak Melulu Ditentang, Larangan Jokowi Soal Jual Rokok Ketengan Justru Didukung Sejumlah Pihak

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2022 | 16:04 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB