Pasien Diabetes Ingin Puasa, Wajib Tahu Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 29 Maret 2023 | 08:36 WIB
Pasien Diabetes Ingin Puasa, Wajib Tahu Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Ilustrasi kulit terkena diabetes (Freepik)

Suara.com - Sebelum menjalani ibadah puasa, pasien diabetes harus melakukan pemeriksaan fisik. Tujuannya untuk mengevaluasi gula darah dan menentukan apakah kondisi tubuh pasien aman untuk menjalani ibadah puasa. 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. M. Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp.PD., jika kadar gula darah terkontrol dengan baik, maka ibadah puasa bisa dilaksanakan tanpa kendala. 

"Selain berkonsultasi dengan dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyandang diabetes ketika berpuasa untuk menghindari terjadinya komplikasi," kata dokter Ikhsan lewat rilis tertulisnya, Senin (27/3/2023).

Ilustrasi Pola Makan untuk Pasien Diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi Pola Makan untuk Pasien Diabetes. (Shutterstock)

Ia melanjutkan, pengalaman berpuasa Ramadhan seseorang dapat bervariasi setiap tahun. Untuk itu, pemeriksaan fisik perlu diperbarui setiap tahunnya supaya dapat menjalani puasa dengan aman.

Secara umum, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dan menjadi do's & don'ts bagi pasien diabetes selama Ramadhan antara lain:

Do's

  1. Kebutuhan kalori tidak berubah saat berpuasa Ramadhan, dengan komposisi 40-50 persen saat berbuka puasa dan 30 - 40 persen saat sahur, ditambah 1-2 camilan sehat sejumlah 10-20 persen dari total kalori. 
  2. Saat makan sahur, dianjurkan mendekati waktu imsak atau waktu subuh. Sedangkan saat berbuka, dianjurkan sesegera mungkin. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tidak turun terlalu lama.
  3. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak serat. Makanan berserat memberikan rasa kenyang lebih lama. Misalnya seperti nasi merah, gandum, sayur, dan buah, dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak khususnya saat makan sahur.
  4. Kecukupan cairan penting untuk mencegah dehidrasi. Penyandang diabetes akan mudah mengalami dehidrasi karena tubuhnya kekurangan cairan. Saat berpuasa, otomatis tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, sehingga perlu digantikan saat setelah berbuka sampai dengan waktu sahur. 
  5. Konsumsi air putih lebih dianjurkan dibandingkan minuman manis atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein bersifat diuretik, mampu mendorong lebih sering berkemih, sehingga berisiko memicu dehidrasi
  6. Periksa gula darah secara teratur selama berpuasa sesuai dengan anjuran dokter tergantung pada kondisi penyandang diabetes yang berpuasa dan pengobatan yang diberikan. Akan tetapi, kapan pun jika mengalami gejala-gejala hipoglikemia atau hiperglikemia dianjurkan untuk segera memeriksakan kadar gula darah.
  7. Tetap berolahraga rutin ketika puasa baik untuk menjaga kebugaran, asalkan tidak berlebihan. Bagi penyandang diabetes, olahraga berat ataupun aktivitas fisik yang berlebihan tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan hipoglikemia.
  8.  Selama menjalani ibadah puasa, penyandang diabetes perlu tetap mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter.

Don'ts

  1. 1. Jangan melewatkan makan sahur, agar cadangan energi selama berpuasa cukup dan tidak terjadi hipoglikemia.
  2. Hindari makan berlebihan saat sahur dan waktu berbuka, karena mengatur porsi makan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah dan berat badan.
  3. Hindari mengonsumsi makanan gorengan dan makanan yang terlalu manis. Mengonsumsi gorengan menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh dan secara tidak langsung akan meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, penyandang diabetes juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu manis untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  4. Saat berbuka puasa, hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, minuman manis, sirup, jus kalengan, atau jus segar dengan tambahan gula yang meningkatkan risiko hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah.
  5. Jika ketika berpuasa Anda merasakan beberapa gejala, seperti berkeringat dingin, gemetar, dan pusing, maka segera hentikan puasa. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami hipoglikemia. Segera konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah, seperti permen, teh manis, dan jus buah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpulan Ucapan Selamat Berbuka Puasa untuk Video TikTok, FYP Selama Ramadhan!

Kumpulan Ucapan Selamat Berbuka Puasa untuk Video TikTok, FYP Selama Ramadhan!

News | Rabu, 29 Maret 2023 | 08:23 WIB

3 Contoh Undangan Berbuka Puasa Via WA untuk Sahabat dan Teman kerja

3 Contoh Undangan Berbuka Puasa Via WA untuk Sahabat dan Teman kerja

News | Rabu, 29 Maret 2023 | 07:55 WIB

Kenapa Ada Waktu Imsak? Penanda Batas Akhir Makan Sahur saat Puasa

Kenapa Ada Waktu Imsak? Penanda Batas Akhir Makan Sahur saat Puasa

News | Rabu, 29 Maret 2023 | 07:14 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB