Dokter Spesialis Soroti Cara Ibu Ida Dayak Obati Pasien, Malah Sebabkan Saraf Rusak?

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Jum'at, 07 April 2023 | 15:45 WIB
Dokter Spesialis Soroti Cara Ibu Ida Dayak Obati Pasien, Malah Sebabkan Saraf Rusak?
Ibu Ida Dayak (Twitter/@idadayak)

Suara.com - Sosok Ibu Ida Dayak hingga saat ini menjadi sorotan. Hal ini karena pengobatan alternatif yang dijalankannya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk tulang bengkok.

Dalam beberapa video yang viral di media sosial, memperlihatkan Ibu Ida Dayak yang mencoba menyembuhkan pasiennya. Terlihat juga ia memiliki bacaan khusus saat ingin mengobati pasien. Sementara itu, ia menggunakan minyak khusus untuk mengobati pasien dengan masalah tulang bengkok.

Meski demikian, metode pengobatannya itu dipertanyakan masyarakat. Apakah yang dilakukan Ibu Ida Dayak tersebut sudah benar dan bisa menyembuhkan para pasiennya, atau memberi dampak buruk bagi kesehatan.

Melihat hal tersebut, Dokter Spesialis Tulang Belakang RS Premier Bintaro, dr. Omar Luthfi, Sp. OT (K) Spine mengungkapkan, dalam dunia kedokteran masih tidak paham bagaimana cara Ibu Ida Dayak mengobati pasiennya. Justru, dr. Omar mengaku ngilu karena saat proses pelurusan itu pasti memberikan rasa nyeri.

“Kalo misalnya dibilang bisa terhadap tangan atau tulang bengkok, kita dari dunia kedokteran juga tidak bisa menjelaskan ini sebenernya apa sih yang dikerjakan sehingga bisa memperbaiki tulang itu menjadi lurus. Kalau dilihat dari videonya saya sih ngilu,” ucap dr. Omar dalam Media Gathering RS Premier Bintaro, Kamis (6//4/2023).

Selain itu, dr. Omar menjelaskan, ketika alami kebengkokan, ini tidak hanya tulangnya saja, melainkan urat dan otot juga berpengaruh. Untuk itu, menurutnya sangat tidak mudah meluruskan tulang yang bengkok.

“Saya ngeliatnya itu ngeri ya dan sebetulnya itu kalau dia bengkok enggak cuma tulangnya loh, tapi juga urat-uratnya terus otot-ototnya juga gitu. Jadi tidak semudah itu kita melakukan gerakan meluruskan tulang,” ujar dr. Omar.

Ketika pelurusan tulang itu dipaksa, hal ini juga bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatannya. Berdasarkan keterangan dr. Omar, pelurusan paksa itu bisa memengaruhi masalah di otot, tendon, hingga saraf. Selain itu, tendon, otot, dan saraf bisa alami cedera hingga putus.

“Kita harus memperhatikan struktur lainnya jangan sampai dilakukan pelurusan paksa tapi ternyata nanti ada masalah di tendonnya, di ototnya, ada cedera di sarafnya. Yang tadinya posisinya bengkok ditarik stretch jadi bisa saja syarafnya cedera,” jelas dr. Omar.

“Bisa putus juga bisa atau misalnya tendon ujung otot kita yang nempel ke tulang kalau posisinya bengkok dia sebenarnya sudah mengkerut ketika diluruskan paksa tendonnya tegang bisa cedera,” sambungnya.

Oleh sebab itu, dr. Omar menegaskan, sebagai praktisi medis ia tidak menganjurkan melakukan terapi alternatif. Pasalnya, selain tidak ada literaturnya, metode yang dilakukan juga berbeda dan mungkin bisa membahayakan di masa depan.

“Jadi memang di Indonesia sangat banyak ya terapi alternatif. Tapi kita sebagai praktisi medis tidak menganjurkan untuk melakukan terapi alternatif karena (metodenya) berbeda,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Pangeran Arab Ajak Umroh Ida Dayak, Benarkah?

Cek Fakta: Pangeran Arab Ajak Umroh Ida Dayak, Benarkah?

| Jum'at, 07 April 2023 | 15:30 WIB

CEK FAKTA, Lesti Kejora Histeris Didatangi Ida Dayak di Rumah Sakit

CEK FAKTA, Lesti Kejora Histeris Didatangi Ida Dayak di Rumah Sakit

| Jum'at, 07 April 2023 | 15:11 WIB

Waspada Penipuan! Pengobatan Alternatif Ida Dayak Tak Perlu Bayar Uang Pendaftaran

Waspada Penipuan! Pengobatan Alternatif Ida Dayak Tak Perlu Bayar Uang Pendaftaran

| Jum'at, 07 April 2023 | 15:11 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB