Bahaya Etilen Oksida, Zat Pemicu Kanker yang Ditemukan dalam Produk Indomie di Taiwan

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Rabu, 26 April 2023 | 13:04 WIB
Bahaya Etilen Oksida, Zat Pemicu Kanker yang Ditemukan dalam Produk Indomie di Taiwan
Ilustrasi mie instan (Pixabay)

Suara.com - Departemen Kesehatan Taipei, Taiwan menemukan senyawa pemicu kanker atau zat karsinogen, yakni etilen oksida yang melebihi ambang batas dalam dua produk mie instan yang beredar di sana.

Salah satu produk mie instan tersebut adalah merk Indomie yang berasal dari Indonesia. Sementara satu lagi adalah mie instan asal Malaysia.

Adapun varian Indomie yang diketahiui mengandung etilen oksidan adalah Indomie Rasa Ayam Spesial. Sontak, otoritas Taiwan langsung menarik produk Indomie yang beredar di pasaran.

Lantas apa bahaya etilen oksida bagi tubuh? Berikut ulasannya.

Etilen oksida (EO) adalah zat gas tak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis. Senyawa ini dipercaya dapat memicu kanker jika masuk ke dalam tubuh.

Etilen oksida biasa digunakan sebagai bahan untuk pembuatan etilen glikol (zat antibeku), tekstil, deterjen, pelarut dan produk lainnya yang sejenis.

Dalam jumlah yang lebih kecil, etilen oksida juga digunakan dalam bahan lainnya, seperti pestisida dan bahan pensteril.

Dua jenis kanker yang paling sering disebabkan oleh paparan etilen oksida adalah kanker kelenjar getah bening (limfoma) dan kanker darah (leukemia).

Dalam beberapa kasus juga ditemukan kasus kanker perut dan kanker payudara yang kerap dikaitkan dengan senyawa etilen oksida.

Selain berisiko menicu sel kanker dalam tubuh, etilen oksida juga dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata.

Dalam kasus lainnya, zat ini juga bisa memicu kondisi cacat dari lahir dan keturunan, pengelihatan kabur, kesulitan bernapas hingga masalah pada sistem saraf.

Selain itu, etilen oksida juga bisa mempengaruhi tingkat kesuburan pria, seperti menurunnya berat testis, konsentrasi sperma dan degenerasi testis.

Kandungan etilen oksida dalam Indomie

Ditemukannya kandungan etilen oksida dalam peroduk mie instan asal Indonesia, Indome, membuat otoritas Taiwan langsung menarik produk tersebut dari pasaran.

Menurut Departemen Kesehatan Taiwan, dalam bumbu mie instan Indomie, ditemukan senyawa etilen oksida sebanyak 0,187mg/kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Karsinogenik? Zat Pemicu Kanker yang Ditemukan di Indomie oleh Taiwan

Apa Itu Karsinogenik? Zat Pemicu Kanker yang Ditemukan di Indomie oleh Taiwan

News | Selasa, 25 April 2023 | 19:18 WIB

Taiwan Temukan Indomie Rasa Ayam Spesial Mengandung Zat Pemicu Kanker

Taiwan Temukan Indomie Rasa Ayam Spesial Mengandung Zat Pemicu Kanker

Lifestyle | Selasa, 25 April 2023 | 10:49 WIB

Shalat Id yang Digelar PCINU Taiwan Pecahkan Rekor Jumlah Makmum

Shalat Id yang Digelar PCINU Taiwan Pecahkan Rekor Jumlah Makmum

News | Minggu, 23 April 2023 | 01:05 WIB

Tragis, TKW di Taiwan Meninggal Tanpa Busana Viral, Ternyata Begini Kronologinya

Tragis, TKW di Taiwan Meninggal Tanpa Busana Viral, Ternyata Begini Kronologinya

| Jum'at, 21 April 2023 | 22:20 WIB

TKW Ini Blak-Blakan Kewalahan Melayani Majikan, Mandi dan Tidur Bareng!

TKW Ini Blak-Blakan Kewalahan Melayani Majikan, Mandi dan Tidur Bareng!

| Rabu, 19 April 2023 | 21:36 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB