Cegah Peradangan, Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Anak Autisme

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 07 Mei 2023 | 08:15 WIB
Cegah Peradangan, Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Anak Autisme
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar autisme dr. Deibby Mamahit mengungkap beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada anak autisme. Hal ini karena makan-makan tersebut dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu perkembangan anak.

Makanan dan pengasuhan orangtua menyumbang 50 persen kesembuhan anak dengan autisme. Ini karena menurut dr. Deibby, anak dengan autisme rentan mengalami peradangan dari pencernaan sehingga makanan yang dikonsumsi harus sangat selektif.

"Jadi pada anak dengan autisme yang lebih ringan, hanya dengan pengasuhan orangtua dan makanan yang tepat bisa membuat sembuh. Sedangkan semua makanan ini bisa meningkatkan peradangan pada anak dengan autisme yang tubuhnya lebih rentan," ujar dr. Deibby kepada suara.com di Jakarta Barat, Sabtu (6/5/2023).

Aautism spectrum disorder (ASD) atau autisme adalah gangguan fungsi otak dan saraf serius dan kompleks yang memengaruhi perilaku dan proses berpikir manusia. Gangguan ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bersoliasisasi, berperilaku, dan belajar.

Pakar autisme dr. Deibby Mamahit. (Dini/Suara.com)
Pakar autisme dr. Deibby Mamahit. (Dini/Suara.com)

Berikut ini makanan untuk anak autisme yang sebaiknya dihindari menurut dr. Deibby, perempuan dengan dua anak autis dan sudah mempelajari autisme hingga ke tiga benua di dunia.

1. Hindari Gula Olahan

Maksud dari gula olahan yaitu selain gula alami yang berasal dari alam langsung atau buah-buahan. Ini karena gula pasir, gula merah hingga gula batu bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh dengan cepat, sehingga terlalu banyak kalori yang diserap.

Ilustrasi gula.[freepik.com/jcomp]
Ilustrasi gula. [freepik.com/jcomp]

"Jadi makanan yang tidak boleh dimakan dan anak jangan dikasih makan gula. Segala sesuatu yang di luar gula alami seperti buah-buahan jangan dikasih, gula itu meningkatkan peradangan," jelas dr. Deibby.

2. Susu Hewani

Dibanding susu nabati yang terbuat dari kedelai atau kacang-kacangan, dr. Deibby mengatakan anak autis sebaiknya menghindari konsumsi susu hewani karena bisa meningkatkan peradangan di perut.

"Khusus untuk anak yang kekebalan tubuhnya kurang, dan anak yang mengalami peradangan otak itu bisa menyebabkan anak juga merasa lebih nggak bisa mengontrol diri sendiri," papar dr. Deibby.

3. Makanan Modifikasi atau GMO

Makanan GMO (Genetically Modified Organism) yaitu sumber pangan yang sudah dimodifikasi kandungan organisme di dalamnya menggunakan teknik rekayasa genetika. Umumnya seperti ayam yang disuntik agar menghasilkan daging lebih banyak atau susu soya agar kandungan protein nabatinya lebih besar dan sebagainya.

"Jadi kalau makanan yang sudah direkayasa genetika. Jadi seperti soya itu sekitar 90 persen mengalami rekayasa genetika. Jadi itu bisa menyebabkan masalah kalau dikonsumsi pada anak-anak yang pencernaanya lebih sensitif," paparnya.

4. Lebih Baik Nasi Dibanding Gandum

Berdasarkan informasi yang dihimpun dr. Deibby hingga ke pedalaman berbagai negara di dunia seputar autisme, disimpulkan anak autis dilarang makan gandum yang juga memicu peradangan.

"Gandum sama sekali tidak boleh karena bisa menyebabkan radang juga. Jadi roti, mie, pasta, pizza. Kalau mau bikin itu, anaknya suka banget ya ganti, jangan pakai gandum tapi pakai tepung yang lain,"

"Tapi nasi masih aman, kalau orangtua mampu maka belilah nasi organik, kalau tidak kita makan nasi (biasa). Tapi kita jangan terlalu banyak," tutup dr. Deibby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti BRIN Pangeran Hasanudin Minta Maaf, Ternyata Punya Riwayat Autis

Peneliti BRIN Pangeran Hasanudin Minta Maaf, Ternyata Punya Riwayat Autis

Jatim | Kamis, 27 April 2023 | 12:01 WIB

Dianggap Berlebihan karena Takut Disentuh Orang? Jangan-Jangan Kamu Mengidap Ini!

Dianggap Berlebihan karena Takut Disentuh Orang? Jangan-Jangan Kamu Mengidap Ini!

Cianjur | Kamis, 27 April 2023 | 11:53 WIB

Kerap Tidak Diketahui, Inilah Manfaat Jahe dan Kunyit Putih yang Sebenarnya

Kerap Tidak Diketahui, Inilah Manfaat Jahe dan Kunyit Putih yang Sebenarnya

Your Say | Kamis, 20 April 2023 | 15:10 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB