Inhaler Tidak Lagi Disarankan Untuk Pasien Asma, Dokter Paru Ingatkan Risiko Fatalnya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 11 Mei 2023 | 07:54 WIB
Inhaler Tidak Lagi Disarankan Untuk Pasien Asma, Dokter Paru Ingatkan Risiko Fatalnya
Steroid inhaler (Freepik)

Suara.com - Sakit asma bisa mengganggu keseharian, tapi sayangnya sebagian besar pasien menjadikan inhaler pelega sebagai terapi utama, padahal alat ini sudah tidak disarankan.

Dikatakan Dokter Spesialis Paru, Dr. Mohamad Yanuar Fajar, Sp.P penggunaan inhaler SABA (short acting beta agonist) bisa meningkatkan terjadinya serangan asma bahkan kematian.

Asma adalah penyakit akibat peradangan dalam saluran udara atau bronkus. Peradangan itu akhirnya membuat saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan menyempit sehingga udara yang masuk ke paru-paru jadi terbatas.

"Penggunaan SABA secara berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan asma, rawat inap karena asma, bahkan kematian," ujar Dr. Yanuar di Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2023).

Steroid inhaler (Freepik)
Steroid inhaler (Freepik)

Dr. Yanuar menjelaskan inhaler pelega SABA memang secara instan bisa memberikan perasaan lega dengan cepat, yang hasilnya jadi lini pertama terapi asma sejak 50 tahun lamanya.

Tapi sayangnya, semakin banyak dan sering inhaler pelega SABA digunakan bisa mengurangi efek atau manfaatnya pada penggunanya.

"Sehingga untuk mendapatkan efek yang sama diperlukan lebih banyak inhalasi atau obat," sambung Dr. Yanuar.

Dengan risiko inilah inhaler pelega SABA tidak lagi direkomendasikan, sebagai gantinya pasien asma harus mendapat pengobatan mengandung ICS atau antiradang maupun anti inflamasi, seperti kombinasi ICS-Formoterol, untuk mengurangi risiko serangan asma.

"Pengobatan asma dengan hanya menggunakan inhaler pelega SABA tidak lagi direkomendasikan, karena SABA tidak mengatasi peradangan yang mendasari asma," tutup Dr. Yanuar.

baca juga

Sementara itu data menunjukkan kondisi pasien asma di Indonesia masih membutuhkan pengobatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Studi SABINA atau SABA Use in Asthma juga menunjukkan bahwa 37% pasien asma di Indonesia diresepkan inhaler pelega SABA lebih dari 3 kanister per tahun, dimana jumlah resep tersebut justru dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan yang parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tahun Rawat Anak Asma, Zaskia Adya Mecca Ingatkan Jangan Sembarang Gonta-Ganti Dokter

5 Tahun Rawat Anak Asma, Zaskia Adya Mecca Ingatkan Jangan Sembarang Gonta-Ganti Dokter

Health | Rabu, 10 Mei 2023 | 12:39 WIB

Fakta dan Mitos Penyakit Asma, Benarkah Hanya Terjadi Pada Anak-Anak?

Fakta dan Mitos Penyakit Asma, Benarkah Hanya Terjadi Pada Anak-Anak?

Health | Senin, 08 Mei 2023 | 09:34 WIB

80 Persen Anak dengan Penyakit Asma Punya Riwayat Alergi

80 Persen Anak dengan Penyakit Asma Punya Riwayat Alergi

Sumatera | Sabtu, 06 Mei 2023 | 18:02 WIB

Terkini

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 17:53 WIB

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:52 WIB

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:45 WIB

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:36 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:25 WIB

×