Anak Gampang Kena Batuk Pilek Daripada Orang Dewasa, Gara-Gara Lebih Sering Minum Es?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 09 Juni 2023 | 10:29 WIB
Anak Gampang Kena Batuk Pilek Daripada Orang Dewasa, Gara-Gara Lebih Sering Minum Es?
Ilustrasi anak sakit perut (Pexels/ozgurcankaya)

Suara.com - Tubuh anak-anak bisa jadi lebih rentan alami batuk pilek dibandingkan orang dewasa. Masyarakat Indonesia kerap masih mengaitkan gejala sakit tersebut dengan kebiasaan minum es atau air dingin. Padahal sebenarnya tidak selalu begitu.

Batuk pilek sebenarnya jadi respon tubuh untuk melawan zat yang dianggap berbahaya dan mencegah agar tidak masuk ke saluran napas bawah. Penyebabnya beragam, mulai dari paparan virus, reaksi alergi, hingga pengaruh lingkungan seperti adanya polusi udara.

"Umumnya setiap orang dapat mengalami batuk dan pilek, tetapi anak-anak lebih rentan karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh sekuat orang dewasa," jelas dokter spesialis anak dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp. A., dalam siaran tertulisnya, Jumat (9/6/203).

Ilustrasi ibu merawat anak sakit.[Pexels.com/markproduction]
Ilustrasi ibu merawat anak sakit.[Pexels.com/markproduction]

Dokter Cynthia menambahkan, anak-anak jauh lebih rentan tertular batuk dan pilek, terutama mereka yang belum genap berusia 5 tahun. Hal itu berkaitan dengan imunitas tubuh anak yang belum terbentuk secara sempurna, sehingga kekuatan tubuhnya untuk menangkal penyakit lebih rendah. 

"Maka tidak heran jika anak-anak masuk dalam kelompok yang rentan terkena penyakit. Selain anak-anak berusia di bawah 5 tahun, kelompok rentan lainnya adalah orang tua berusia di atas 65 tahun, ibu hamil, pengidap obesitas, serta orang-orang yang sebelumnya memiliki penyakit kronik seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung," imbuhnya.

Selain tertular dari orang lain, anak juga bisa alami batuk dan pilek akibat paparan polusi udara. Gejalanya memang hampir sama dan biasanya terjadi secara bertahap, diawali dengan sakit tenggorokan, bersin-bersin, hingga hidung tersumbat. Batuk biasanya muncul pada hari ke-4 atau ke-5 setelah terpapar.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh anak juga seperti, demam, pilek dengan cairan lendir di hidung, hidung mampet, bersin, batuk, napas grok-grok, hingga nyeri tenggorok. 

"Mengingat batuk dan pilek adalah respon tubuh untuk melawan penyakit, sebenarnya kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa gejala tersebut bukan kondisi yang nyaman, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari," kata dokter Cynthia. 

Untuk itu ia menyarankan agar istirahatkan anak selama masih alami batuk pilek dan beri makanan bergizi. Selain agar proses penyembuhan bisa lebih cepat juga supaya tidak menularkan ke anak yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Istri 'Kesurupan' Gegara Suami Ogah Jaga Malam Urus Anak

Viral Istri 'Kesurupan' Gegara Suami Ogah Jaga Malam Urus Anak

Lifestyle | Jum'at, 09 Juni 2023 | 08:27 WIB

8 Potret Khadeeja Aisha, Anak Bungsu Andra Ramadhan yang Dipuji Semakin Cantik

8 Potret Khadeeja Aisha, Anak Bungsu Andra Ramadhan yang Dipuji Semakin Cantik

Entertainment | Jum'at, 09 Juni 2023 | 08:45 WIB

8 Potret Ucok Baba Datang ke Wisuda Anak, Kenakan Jas Berdasi dan Kopiah Hitam

8 Potret Ucok Baba Datang ke Wisuda Anak, Kenakan Jas Berdasi dan Kopiah Hitam

Entertainment | Jum'at, 09 Juni 2023 | 08:15 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB