Ganjal Lambung dengan Balon Bisa Bantu Proses Diet Turunkan Berat Badan Jadi Lebih Mudah, Bahaya Gak Ya?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 06 Juli 2023 | 19:42 WIB
Ganjal Lambung dengan Balon Bisa Bantu Proses Diet Turunkan Berat Badan Jadi Lebih Mudah, Bahaya Gak Ya?
Ilustrasi balon di lambung untuk diet. (Shutterstock)

Suara.com - Diet menurunkan berat badan bukan hal mudah bagi sejumlah orang. Lantaran harus mengubah pola makan jadi lebih sehat dengan porsi berkurang drastis. Tindakan itu pun kerap kali menimbulkan rasa lapar saat waktu awal diet.

Meski diet bisa saja dilakukan mandiri tanpa bantuan medis, tapi bagi orang tertentu, konsuktasi ke dokter spesialis gizi klinik bisa jadi satu jalan keluar demi target menurunkan berat badan bisa berhasil. Dokter spesialis gizi klinik Slimming Center by Dr. Wong, dr. Nathania, Sp.GK., mengatakan bahwa pola makan juga aktivitas fisik memang jadi kunci keberhasilan menurunkan berat badan.

"Kalau pernah coba diet 800 sampai 1200 (kalori) aja itu udah bikin laper banget. Karena sebenarnya manusia itu untuk sekadar nafas, detak jantung, itu juga butuh membakar kalori," kata dokter Nathania saat konferensi pers kapsul balon dari Allurion di Slimming Center by Klinik Permata Wong di Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Seiring perkembangan teknologi kedokteran, metode diet terbaru masa kini rupanya bisa dilakukan dengan memasukan balon ke dalam lambung. Tujuannya, untuk mengganjal lambung agar tubuh lebih cepat merasa kenyang.

Ilustrasi balon di dalam lambung untuk diet. (Pixabay)
Ilustrasi balon di dalam lambung untuk diet. (Pixabay)

Balon yang dimaksud mulanya berbentuk kapsul yang ditelan secara oral. Kemudian akan mengembang begitu sudah berada di dalam lambung karena dimasukan cairan secara perlahan. Dokter Nathania mengatakan kalau balon tersebut bervolume 550 ml atau setara dengan satu porsi makan nasi padang.

Balon lambung itu terbuat dari bahan polyurethane yang akan menjadi kenyal setelah diisi cairan khusus.

"Tujuannya, agar perut terasa kenyang karena sebagian ruang pencernaan di lambung terisi dengan balon," kata dokter Nathania.

Balon itu akan berada di dalam lambung selama empat bulan. Selama itu pula, pasien akan dipantau oleh dokter gizi terkait asupan makanannya. Lantaran kemungkinan akan menjadi lebih mudah kenyang, dokter Nathania mengatakan kalau makanan tinggi protein akan lebih diutamakan agar pasien tidak kekurangan nutrisi.

Setelah empat bulan, benang pengikat pada balon akan terlepas dan cairan pun keluar dengan sendirinya. Begitu pula bahan balon yang akan terolah dengan sendirinya di saluran cerna. Meski begitu ia memastikan kalau segala bahan tersebut telah aman dikonsumsi.

baca juga

"Selama empat bulan terpasang balon itu, pasien akan diinterfensi untuk diet rendah kalori. Tapi makannya harus yang sehat, gak boleh gorengan, minuman manis. Makanya pasien tidak akan merasa kelaparan," jelasnya.

Akan tetapi, bila pasien tetap bandel tidak menjaga pola makan juga mengubah gaya hidup sekalipun lambungnya telah diganjal balon tersebut, dokter Nathania memastikan kalau diet bisa jadi tetap gagal.

Karena, bila kebiasaan memaksa tubuh tetap makan padahal sudah merasa kenyang, lambung akan tetap bisa menampung karena sifatnya yang elastis.

"Jadi lambung manusia itu bisa melar. Tidak ada kapasitas pasti berapa banyak dia bisa menampung. Dia itu bagaikan handuk yang dilipat-lipat," ujarnya.

Itu sebabnya, pasien yang sudah memasang balon di lambungnya harus tetap didampingi dokter gizi untuk memastikan pola makannya berubah lebih sehat selama empat bulan pertama.

Berdasarkan studi dari Allurion Technology terhadap 100 ribu pasiennya di dunia diklaim bahwa lebih dari 90 persen orang bisa mempertahankan pola makan juga berat badannya selama setahun setelah memakai balon tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Air Rebusan Kayu Manis untuk Kesehatan, Cocok untuk Diet!

5 Manfaat Air Rebusan Kayu Manis untuk Kesehatan, Cocok untuk Diet!

Your Say | Kamis, 06 Juli 2023 | 18:54 WIB

Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli

Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli

Linimasa | Kamis, 06 Juli 2023 | 18:15 WIB

Terkenal Body Goals, Lim Ji Yeon Bagikan Tips Diet yang Dijalaninya

Terkenal Body Goals, Lim Ji Yeon Bagikan Tips Diet yang Dijalaninya

Your Say | Kamis, 06 Juli 2023 | 12:59 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×