Benarkah Asam Lambung Bisa Menyebabkan Meninggal? Berkaca Kematian Desainer Grafis di Bantul

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 25 Juli 2023 | 10:56 WIB
Benarkah Asam Lambung Bisa Menyebabkan Meninggal? Berkaca Kematian Desainer Grafis di Bantul
Ilustrasi benarkah asam lambung bisa menyebabkan meninggal (Freepik)

Suara.com - Benarkah asam lambung bisa menyebabkan meninggal? Pertanyaan ini muncul usai jagat media sosial dihebohkan dengan berita seorang desain grafis di Bantul meninggal dunia di kamar kosnya yang diduga karena asam lambung.

Diberitakan bahwa desain grafis yang meninggal dunia pada tanggal 16 Juli 2023 ini berinisial AS (30) yang merupakan warga asal Purworejo, Jawa Tengah. Mengenai berita kematian AS, Iptu I Nengah Jeffry Parana Widnyana selaku Kasi Humas Polres Bantul pun membenarkan peristiwa tersebut.

Berkaca pada peristiwa meninggalnya seorang desainer grafis yang diduga karena asam lambung, lantas muncul pertanyaan, benarkah asam lambung bisa menyebabkan meninggal? Untuk mengetahuinya, simak ulasannya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

Diketahui, penyakit asam lambung naik ini disebutnya juga dengan GERD. Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Walaupun asam lambung naik tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun penyakit ini bisa memicu komplikasi kesehatan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Jika asam lambung naik ke mulut atau tenggorokan, maka akan terhirup oleh paru-paru. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan pneumonia aspirasi. Adapun pneumonia aspirasi ini menimbulkan gejala seperti berikut ini:

  • Demam 
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Sesak nafas atau Mengi
  • Kelelahan
  • Kulit berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen
  • Kematian

Selain itu, jika asam lambung naik dan tidak lekas diobati maka dapat memicu komplikasi penyakit lainnya, seperti asma, sinusitis, penyempitan atau luka di kerongkongan, esofagitis, hingga kanker kerongkongan.

Ada sejumlah faktor yang bisa memicu asam lambung naik, salah satunya yaitu gaya hidup. Lalu, bagaimana dengan kebiasaan begadang dan minum kopi? Apakah begadang dan kopi bisa menyebabkan naiknya asam lambung?

Penting untuk diketahui, kebiasaan begadang, entah itu karena tugas akademik, pekerjaan,  atau hal lainnya, itu membuat kita tidak mendapatkan tidur yang cukup sehingga kelelahan. Hal inilah yang kemudian bisa memicu  naiknnya asam lambung.

Pasalnya, katup sfingter pada bagian bawah kerongkongan yang berfungsi untuk mencegah isi lambung mengalir ke esofagus atau kerongkongan tak lagi mampu berfungsi dengan baik. Begadang juga bisa memicu adanya iritasi pada bagian bawah kerongkongan.

Selain begadang, kebiasaan minum kopi juga dapat memicu naiknya asam lambung. Pasalnya, kandungan kafein yang ada dalam kopi dapat melemahkan LES sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Oleh karena itu, guna mencegah naiknya asam lambung, sebaiknya hindari kebiasaan begadang dan kurangi minum kopi atau minuman berkafein.

Jadi, benarkah asam lambung bisa menyebabkan meninggal? Kesimpulannya, naiknnya asam lambung tak secara langsung menyebabkan kematian, namun penyakit ini bisa memicu komplikasi kesehatan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menilik Efek Begadang dan Minum Kopi Menurut Medis

Menilik Efek Begadang dan Minum Kopi Menurut Medis

Health | Senin, 24 Juli 2023 | 13:56 WIB

Penderita GERD Santap Seblak Cobek yang Viral, Boleh Gak Sih? Dokter Wanti-wanti Soal Iritasi Kerongkongan

Penderita GERD Santap Seblak Cobek yang Viral, Boleh Gak Sih? Dokter Wanti-wanti Soal Iritasi Kerongkongan

Health | Sabtu, 08 Juli 2023 | 17:40 WIB

6 Tips Mengatasi Kekambuhan GERD di Malam Hari, Pernah Menerapkannya?

6 Tips Mengatasi Kekambuhan GERD di Malam Hari, Pernah Menerapkannya?

Your Say | Sabtu, 01 Juli 2023 | 19:42 WIB

Segera Hindari, Ini 5 Kebiasaan yang Dapat Memicu Asam Lambung Naik

Segera Hindari, Ini 5 Kebiasaan yang Dapat Memicu Asam Lambung Naik

Your Say | Rabu, 31 Mei 2023 | 14:33 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB