Kabar Gembira! Indonesia Berhasil Buat Alat Bantu Napas Bayi Baru Lahir, Apa Fungsinya?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 17 Agustus 2023 | 10:28 WIB
Kabar Gembira! Indonesia Berhasil Buat Alat Bantu Napas Bayi Baru Lahir, Apa Fungsinya?
Ilustrasi Bayi Dalam Inkubator (Pexels.com/Bayu Prakosa)

Suara.com - Asfiksia alias kondisi bayi tidak mampu bernapas setelah lahir berisiko menyebabkan kematian. Padahal kondisi ini bisa dicegah sedari awal loh.

Tak main-main, selain bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, asfiksia berkontribusi hingga 22% dari total angka kematian bayi baru lahir di Indonesia.

Inilah yang menjadi alasan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil ciptakan alat bantu napas bayi, yaitub Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitator untuk mencegah kematian bayi baru lahir akibat Asfiksia. Sehingga dengan diciptakannya alat bantu napas bayi, kematian bayi baru lahir akibat asfiksia ini bisa dikurangi.

Menariknya, alat ini diciptakan di dalam negeri karya tim medis Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) bersama timnya yang bermitra dengan PT. Fyrom International. Inovasi alat bantu napas bayi ini dianggap sebagai karya berharga di bidang kesehatan anak.

Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitator buatan Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT. Fyrom International. (Dok. FKUI)
Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitator buatan Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT. Fyrom International. (Dok. FKUI)

Adapun alat bantu napas bayi atau Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitator ini bekerja dengan cara mencampur oksigen dengan gas medis atau medical air dalam proporsi yang tepat, sehingga tidak hanya bisa menyelamatkan bayi, tetapi juga aman bagi retina bayi prematur dan membantuk mencegah risiko kebutaan.

“Sejak tahun 2013, inspirasi untuk menciptakan alat bantu napas yang dapat digunakan baik di lingkungan rumah sakit maupun di luar rumah sakit telah menggerakkan saya. Bersama dengan tim tenaga ahli dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), kami menggandeng mitra industri PT. Fyrom International untuk menghasilkan produk inovasi ini," ujar Prof. Rinawati melalui keterangan yang diterima Suara.com.

Proses pengembangan alat ini memakan waktu hampir dua tahun, termasuk uji coba dan pelatihan, hingga akhirnya alat ini bisa gunakan sebagaimana kebutuhan seharusnya.

Menariknya, Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitator ini sudah jadi alat bantu napas bayi portable loh. Sehinga mudah dibawa ke manapun, seperti digunakan di area persalinan, karena mudah dibawa, dan aman saat digunakan untuk membantu pernapasan bayi yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Tidak hanya itu, alat ini juga punya keunggulan didesain dengan penggunaan baterai yang mampu bertahan hingga enam jam penggunaan. Selain itu alat ini juga berperan sebagai kompresor, yang artinya memungkinkan penggunaannya untuk mengatur pemberian jumlah oksigen dalam rentang 21 hingga 30% saat dicampur dengan oksigen murni.

baca juga

Berkat inovasi ini , Prof. Rinawati juga meraih penghargaan ASN Inspiratif dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI pada 2018. Sehingga pakar yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo itu berharao alat ini bisa jadk harapan baru saat merawat bayi prematur di Indonesia.

Alat bantu nafas Mix Safe Transport Infant Blending Resuscitatr ini juga telah digunakan hampir di seluruh pelosok negeri, dan menjadi alat yang penting untuk dimiliki oleh fasilitas kesehatan di tingkat primer.

"Kami berharap, dengan terciptanya alat bantu napas ini akan memotivasi para peneliti di FKUI, untuk mewujudkan ide-ide penuh inovasi yang lain, dan menjadi partner dengan sektor industri secara berkesinambungan untuk menciptakan produk-produk penuh terbaik, hasil kerja keras anak bangsa, dan menjadi produk terdepan sebagai produk andalan dalam negeri," ungkap Direktur Utama PT Fyrom International Group Machdian Muharam.

Di sisi lain, Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB memberikan apresiasi usaha staf pengajar FKUI dalam menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa. Apalagi kata Prof. Ari, peluncuran alat bantu napas bayi ini jadi salah satu kolaborasi tersukses.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak PT. Fyrom International dan saya berharap semangat ini dapat menginspirasi para staf pengajar, klinisi, dan akademisi yang ada di Republik Indonesia untuk terus menghasilkan produk inovasi yang bisa dirasakan oleh masyarakat kita,” tutup Prof. Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Bayi Tertukar, Polisi Periksa Pihak RS Sentosa Bogor dan Keluarga

Polemik Bayi Tertukar, Polisi Periksa Pihak RS Sentosa Bogor dan Keluarga

Bogor | Rabu, 16 Agustus 2023 | 22:48 WIB

Update Kasus Bayi Tertukar, Polisi Panggil Karyawan RS Sentosa Bogor Hari Ini

Update Kasus Bayi Tertukar, Polisi Panggil Karyawan RS Sentosa Bogor Hari Ini

Bogor | Rabu, 16 Agustus 2023 | 09:33 WIB

Puluhan Ribu Bayi di Sulawesi Selatan Akan Diberi Imunisasi Rotavirus

Puluhan Ribu Bayi di Sulawesi Selatan Akan Diberi Imunisasi Rotavirus

Sulsel | Rabu, 16 Agustus 2023 | 07:57 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×