Benarkah Olahraga Lari Bisa Menyebabkan Lutut Rusak? Dokter Ahli Cedera Beberkan Faktanya

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 19 Agustus 2023 | 18:15 WIB
Benarkah Olahraga Lari Bisa Menyebabkan Lutut Rusak? Dokter Ahli Cedera Beberkan Faktanya
ilustrasi cedera lutut karena lari. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak mitos seputar olahraga lari, salah satunya bisa menyebabkan lutut rusak, lantaran tertekan terus menerus. Kenapa ya bisa seperti itu, padahal lari bisa membuat hidup lebih sehat?

Lari salah satu kegiatan olahraga yang paling mudah dilakukan. Pelakunya hanya perlu mempersiapkan tubuh sebelum berlari, pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berlari. Lari bermanfaat melatih kekuatan tulang dan otot kaki, berlari juga akan melatih jantung dan pernapasan agar bisa menghasilkan oksigen pada tubuh lebih banyak.

"Berlari memang kegiatan olahraga yang cukup sederhana untuk dilakukan, namun ini tidak menutup kemungkinan Anda untuk bisa terkena cedera. Berlari merupakan kegiatan yang menggunakan hampir seluruh tubuh Anda, sehingga risiko untuk bisa mengalami masalah seperti cedera pasti akan tetap selalu ada," ujar Hip and Knee Konsultan Panggul dan Lutut Eka Hospital BSD, dr. Ricky Edwin P. Hutapea, Sp.OT (K) melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (18/8/2023).

Namun dr. Ricky menegaskan, kegiatan berlari tidak merusak lutut bila dilakukan dengan teknik dan porsi yang sesuai untuk masing-masing individu. Namun kurangnya pemanasan, pemilihan sepatu tidak sesuai, dan gerakan berlari yang kurang tepat bisa meningkatkan risiko cedera lutut.

ilustrasi cedera lutut. (Shutterstock)
ilustrasi cedera lutut. (Shutterstock)

"Kurangnya istirahat dan jadwal berlari yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan risiko cedera, terutama jika otot dan sendi lutut Anda belum terbiasa dengan intensitas gerakan yang terlalu berat," papar dr. Ricky.

Berikit ini sederet cedera lutut yang perlu diwaspadai menurut dr. Ricky:

1. Runner’s knee

Runner’s knee merupakan cedera yang terjadi akibat patella (tempurung lutut) keluar dan menjadi tidak sejajar setelah berlari, menyebabkan tulang rawan di bawahnya menjadi teriritasi. Cedera ini bisa terjadi akibat gerakan berulang-ulang atau bisa karena posisi berlari yang kurang tepat.

2. Peradangan jaringan

Peradangan jaringan merupakan radang yang terjadi pada jaringan lutut baik di tulang, sendi, ligamen, dan tulang rawan lutut. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan Anda untuk bisa terkena peradangan, seperti usia lanjut, obesitas, hingga terlalu sering melakukan aktivitas berat.

3. Iliotibial Band Syndrome (ITBS)

Iliotibial Band Syndrome atau ITBS merupakan cedera yang terjadi akibat penggunaan jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang disebut jaringan ikat iliotibial, secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan lutut bagian luar terasa nyeri seperti rasa terbakar.

4. Patellar Tendonitis

Patellar tendonitis atau yang dikenal sebagai jumper’s knee merupakan cedera pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut (Patella) ke tulang kering Anda. Cedera ini biasanya terjadi pada orang yang sering melakukan olahraga yang mengharuskan mereka sering melompat seperti basket, namun tidak menutup bahwa cedera ini juga bisa terjadi pada saat lari.

"Cedera dari lari biasanya dapat ditangani "
dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), yaitu mengistirahatkan kaki selama beberapa waktu dan melakukan perawatan rumah yaitu mengompres lutut dengan benda dingin dan meminum obat pereda nyeri," pungkas dr. Ricky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cedera Lutut, Gabriel Jesus Absen Panjang Bela Arsenal?

Cedera Lutut, Gabriel Jesus Absen Panjang Bela Arsenal?

Bola | Kamis, 03 Agustus 2023 | 11:48 WIB

Cedera Lutut Usai Main Bola, Billy Syahputra Dibawa ke RS Pakai Kursi Roda

Cedera Lutut Usai Main Bola, Billy Syahputra Dibawa ke RS Pakai Kursi Roda

Entertainment | Rabu, 05 Juli 2023 | 07:30 WIB

4 Cara Mengobati Nyeri Lutut Pada Lansia: Lakukan Sebelum Harus Operasi

4 Cara Mengobati Nyeri Lutut Pada Lansia: Lakukan Sebelum Harus Operasi

Health | Senin, 19 Juni 2023 | 12:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB