Heboh Fenomena Paru-paru Putih di China, Dokter Erlina Burhan Buka Suara

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 31 Oktober 2023 | 08:45 WIB
Heboh Fenomena Paru-paru Putih di China, Dokter Erlina Burhan Buka Suara
Ilustrasi paru-paru (freepik.com/pressfoto)

Suara.com - Dokter spesialis paru ungkap fenomena penyakit paru-paru putih atau pneumonia mycoplasma yang mewabah di China. Menurut Spesialis Paru Dr.dr. Erlina Burhan menjelaskan anggapan paru-paru berubah menjadi putih semuanya tidak akan menyebabkan kematian, karena penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Fenomena ini dimulai dari sebuah pemberitaan di media sosial oleh ET News Indonesia yang menyebutkan pneumonia mycolasma jadi wabah di beberapa daerah Tiongkok China, dan menyebutkan kasus paru-paru putih ini sebagian besar diderita anak-anak hingga menyebabkan rumah sakit dipenuhi pasien.

"Infeksi paru-paru ini berasal dari bakteri atipikal (tidak khas) bernama mycoplasma. Biasanya terjadi pada orang dengan sistem imun rendah, orang tua dengan komorbid dan anak kecil. Apakah berbahaya? Biasanya tidak menimbulkan gejala yang parah," ujar Dr. Erlina dalam cuitannya dikutip suara.com, Selasa (31/10/2023).

Bakteri atipikal yang menginfeksi paru menyebabkan sakit pneumonia mycoplasma. Meski demikian Dr. Erlina mengatakan penyakit ini tidak seberbahaya itu, jadi tidak perlu sampai panik menanggapinya.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

"Kalaupun batuk, bisa sembuh secara natural. Masalah berat seperti sesak napas hanya terjadi pada kondisi tertentu saja," paparnya.

Ia lantas membandingkan bakteri yang khas bisa menyebabkan batuk yang produktif, dahaknya kental, berwarna kekuningan atau kehijauan.

Lalu pada bakteri atipikal yang tidak khas menyebabkan mycoplasma atau paru-paru putih, dahak yang keluar cenderung encer, tidak berwarna dan tidak menimbulkan sesak napas.

"Jadi tidak perlu khawatir apalagi panik ya. Ini hanya kondisi tertentu saja dan jarang terjadi.Jaga kesehatan, modifikasi gaya hidup, nutrisi seimbang, jangan stres, olahraga rutin, istirahat cukup, jangan begadang. Harus tidur 7 jam ya," pungkas Dr. Erlina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati Dampak Kronis Polusi Udara! Cerita Pria dengan Satu Paru-parunya yang Diangkat Karena Kanker

Hati-hati Dampak Kronis Polusi Udara! Cerita Pria dengan Satu Paru-parunya yang Diangkat Karena Kanker

Video | Minggu, 10 September 2023 | 14:05 WIB

Penyakit Akibat Polusi Udara di Bosnia: Saya Sakit Selama 30 Tahun, karena Polusi dari PLTU

Penyakit Akibat Polusi Udara di Bosnia: Saya Sakit Selama 30 Tahun, karena Polusi dari PLTU

Video | Minggu, 10 September 2023 | 08:00 WIB

Mengapa Paru-Paru Dunia Merusak Paru-Paru?

Mengapa Paru-Paru Dunia Merusak Paru-Paru?

Your Say | Rabu, 23 Agustus 2023 | 09:55 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB