Prabowo Subianto Ingin Tambah 300 Fakultas Kedokteran baru, Ketua IDI Malah Sebut Masalahnya Ini

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 05 Februari 2024 | 16:43 WIB
Prabowo Subianto Ingin Tambah 300 Fakultas Kedokteran baru, Ketua IDI Malah Sebut Masalahnya Ini
Prabowo Subianto dalam debat capres kelima, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Dok: Istimewa)

Suara.com - Argumen Prabowo Subianto mengenai kurangnya dokter di Indonesia pada debat terakhir capres Minggu (2/4/2024) menjadi sorotan. Dalam pembacaan visi misi, Prabowo Subianto mengatakan, jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin membuat 300 Fakultas Kedokteran baru untuk meningkatkan jumlah dokter di Indonesia.

"Kita kekurangan 140.000 dokter dan itu akan segera kita atasi dengan cara kita akan menambah fak (fakultas) Kedokteran di Indonesia, dari yang sekarang 92 dan kita akan membangun 300 fakultas kedokteran dan mengirim 10.000 anak-anak pinter dan kita kirim beasiswa ke luar negeri untuk belajar kedokteran dan 10.000 lagi untuk belajar science, teknologi dan fisika, itu kita sebut teknologi dan science," ujar Prabowo Subianto.

Menanggapi pernyataan Prabowo Subianto, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. M. Adib Khumaidi, SpOT mengungkapkan, jumlah kebutuhan dokter di Indonesia saat ini memang masih kurang. Pasalnya, kebutuhan di Indonesia sekitar 272.000 dokter.

Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi (pixabay.com/sasint)
Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi (pixabay.com/sasint)

Namun, saat ini di Indonesia memiliki 226.190 dokter yang tergabung dari 173.247 dokter umum dan 52.843 dokter spesialis. Meski begitu, saat ini di Indonesia sendiri 92 Fakultas Kedokteran ditambah dengan 15 yang baru dibangun. Dengan demikian, dokter di Indonesia bertambah sebanyak 12 ribu setiap tahunnya sehingga dalam 5 tahun kebutuhan dokter akan terpenuhi.

“Kita butuhkan itu saat ini dokter hampir 60.000 dokter Nah kalau bicara 12.000 ditambah lagi 15 Fakultas Kedokteran baru. Maka 5 tahun lagi sudah bisa memenuhi kekurangan dari 60.000 ini,” ungkap Dr Adib dalam media briefing bersama IDI, Senin (5/2/2024).

Dr. Adib mengatakan, saat ini yang justru menjadi masalah adalah persebarannya yang kurang merata. Ia mengungkapkan, 150.000 dokter masih terpusat di wilayah Indonesia bagian barat. Masalah ini terjadi karena adanya kendala sarana prasarana, keterbatasan alat kesehatan dan obat, insentif dan jenjang karier, dan lain-lain.

Belum lagi, jumlah dokter spesialis di Indonesia masih sangat kurang dibandingkan umum. Oleh sebab itu, dengan adanya 300 Fakultas Kedokteran baru, ini justru akan menyebabkan kelebihan dokter. Hal ini tidak sesuai dengan ketersediaan tempat kerja. Pasalnya, yang dari 300 Fakultas Baru itu akan mencetak dokter umum, bukan spesialis yang memang dibutuhkan.

“300 fakultas kedokteran itu sangat berlebihan karena yang menjadi masalah ini yang belum tersampaikan. Pada saat pembicaraan fakultas kedokteran, ini juga berdampak pada saat sekolah biaya pendidikan yang mahal dan kemudian dia bekerja tidak ada tempat pekerjaan maka sangat disayangkan,” kata Dr. Adib.

baca juga

“Jadi kami melihat bahwa seharusnya kita mulai dari aspek berapa jumlah kebutuhan dokter spesialis, karena yang kita butuhkan saat ini bukan bukan dokter umum tapi yang lebih banyak dibutuhkan oleh masyarakat saat ini terutama adalah kebutuhan dokter spesialis. Jadi pembukaan 300 fakultas kedokteran akan mencetak dokter umum padahal yang kita butuhkan adalah dokter spesialis yang harus kita tingkatkan,” sambungnya.

Bukan hanya itu, Dr. Adib menambahkan, program studi yang dibutuhkan juga harus disesuaikan dengan masalah per wilayah. Hal ini menjadi unsur yang penting ditingkatkan sehingga bisa atasi permasalahan di wilayah yang berbeda-beda. Dengan demikian, antara dokter yang dicetak dan kebutuhan kesehatan masyarakat bisa cocok.

“Prodi program studi sesuai dengan kebutuhan per wilayah apa saja yang menjadi masalah prioritas di setiap wilayah. Nah itu yang harus ditingkatkan bukan kemudian membuat 300 fakultas kedokteran. Ini perlu kita perdalam terkait dengan kebutuhan tadi sehingga kita benar-benar match,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Dukungan Dari Pengusaha Properti, TKN: Prabowo Akan Bangun 3 Juta Rumah untuk Rakyat Miskin

Terima Dukungan Dari Pengusaha Properti, TKN: Prabowo Akan Bangun 3 Juta Rumah untuk Rakyat Miskin

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 16:28 WIB

Sering Jadi Teman Curhat Ria Ricis, Mantan Gebetan: Dia Happy-Happy Saja Kok

Sering Jadi Teman Curhat Ria Ricis, Mantan Gebetan: Dia Happy-Happy Saja Kok

Entertainment | Senin, 05 Februari 2024 | 16:18 WIB

Dukung Prabowo Subianto, Hubungan Gita Sinaga dengan Temannya Merenggang

Dukung Prabowo Subianto, Hubungan Gita Sinaga dengan Temannya Merenggang

Entertainment | Senin, 05 Februari 2024 | 15:51 WIB

Terkini

Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya

Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:09 WIB

Tersangka Tapi Belum Diperiksa, Febrie Adriansyah Tak Masuk Daftar Penyerahan ke Kejagung

Tersangka Tapi Belum Diperiksa, Febrie Adriansyah Tak Masuk Daftar Penyerahan ke Kejagung

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:07 WIB

Dari Serbalawan, Kursumawati Layani Ribuan Transaksi dan Perkuat Inklusi Keuangan

Dari Serbalawan, Kursumawati Layani Ribuan Transaksi dan Perkuat Inklusi Keuangan

Surakarta | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:05 WIB

Loveholic: Romansa Gelap yang Mengajak Pembaca Memahami Dampak Bullying

Loveholic: Romansa Gelap yang Mengajak Pembaca Memahami Dampak Bullying

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:05 WIB

Kursumawati Sukses Bangun Kepercayaan Warga sebagai Agen BRILink di Simalungun

Kursumawati Sukses Bangun Kepercayaan Warga sebagai Agen BRILink di Simalungun

Sumbar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:00 WIB

Review Please Look After Mom: Kisah Kehilangan yang Mengajarkan Cara Mencintai Ibu Sebelum Terlambat

Review Please Look After Mom: Kisah Kehilangan yang Mengajarkan Cara Mencintai Ibu Sebelum Terlambat

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:00 WIB

Catat! Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada 2 Tahap

Catat! Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada 2 Tahap

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:00 WIB

'Bukan Saya', Bupati Kuansing Bantah Kasih Amplop Ke Menhut Raja Juli

'Bukan Saya', Bupati Kuansing Bantah Kasih Amplop Ke Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:56 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Seiko untuk Pegawai Bergaji UMK, Semua di Harga Rp2 Jutaan

5 Rekomendasi Jam Tangan Seiko untuk Pegawai Bergaji UMK, Semua di Harga Rp2 Jutaan

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:55 WIB

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:54 WIB

×