Alergi dan Autoimun Punya Gejala Mirip, Mana yang Lebih Mengancam Kesehatan?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 22 Februari 2024 | 21:31 WIB
Alergi dan Autoimun Punya Gejala Mirip, Mana yang Lebih Mengancam Kesehatan?
Ilustrasi reaksi alergi vs autoimun. (pixabay)

Suara.com - Sering dianggap enteng, namun gejala alergi dapat menghambat aktivitas sehari-hari dengan signifikan. Meski begitu, masih banyak yang belum mengenal perbedaan mendasar antara alergi dan gangguan imunologi atau autoimun.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital Cibubur, dr. Yovita Mulyakusuma, menyoroti bahwa alergi dan gangguan imunologi kini menjadi permasalahan kesehatan yang semakin umum di tengah masyarakat modern. Walaupun keduanya terkait erat dengan sistem pertahanan tubuh, namun penyebab dan pendekatannya cenderung berbeda secara substansial.

Ilustrasi kulit yang menunjukkan reaksi alergi. (Freepik)
Ilustrasi kulit yang menunjukkan reaksi alergi. (Freepik)

Alergi, pada dasarnya, adalah respons tubuh yang berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat-zat ini, yang dikenal sebagai alergen, dapat berasal dari berbagai sumber seperti serbuk sari, bulu hewan, jenis makanan tertentu, obat-obatan, atau bahkan bahan kimia. Dengan memahami esensi perbedaan ini, kita dapat lebih bijak dalam mengenali dan menangani dua masalah kesehatan yang serupa namun berbeda esensinya ini.

"Ketika seseorang yang alergi mengalami paparan dengan alergen tertentu, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi secara berlebihan, dan timbul gejala seperti pilek, bersin-bersin, sesak nafas, ruam kulit, bahkan reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa," ujar dr. Yovita melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (22/2/2024).

Sedangkan imunologi adalah sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi kita dari infeksi melalui berbagai lini pertahanan. Sehingga gangguan imunologi melibatkan disfungsi dalam sistem kekebalan tubuh.

"Kondisi dimana sistem kekebalan tubuh secara berlebihan dan keliru mengenali sel tubuhnya sendiri yang sehat sebagai za tasing, sehingga menyerang sel tubuhnya sendiri, disebut autoimun. Contohnya adalah Lupus, Rheumatoid arthritis, Sindrom Sjorgen, Psoriasis, dan masih banyak lagi," papar dokter yang juga konsultan alergi imunologi itu.

Penyakit autoimun. (Shutterstock)
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Di sisi lain, terdapat kondisi imunodefisiensi, dimana sistem kekebalan tubuh lemah atau disfungsi, sehingga membuat individu lebih rentan terhadap infeksi. Contohnya termasuk HIV/AIDS, kanker, imunodefisiensi kongenital, dan lain-lain.

Penyebab dan faktor risiko autoimun vs alergi

Penyebab alergi dan gangguan imunologi bervariasi dan seringkali kompleks. Faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam perkembangan keduanya.

baca juga

"Seseorang yang memiliki riwayat keluarga alergi atau autoimun, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi atau autoimun. Namun berbagai hal seperti jenis kelamin, stres, paparan zat kimia, paparan alergen, diet, infeksi dan lain-lain, ikut berperan dalam terjadinya kondisi alergi dan autoimun tersebut," papar dr. Yovita.

Sementara untuk kondisi imunodefisiensi dipengaruhi oleh faktor genetik, mutasi gen, infeksi virus, adanya keganasan, penggunaan obat-obatan imunosupresan, kemoterapi, dan sebagainya.

Gejala autoimun vs alergi

Gejala alergi dapat mencakup gatal-gatal, mata berair, hidung tersumbat, batuk, sesak napas, kelainan kulit, hingga anafilaksis. Gejala autoimun bervariasi tergantung pada jenis autoimunnya dan seberapa parah kondisinya.

Beberapa gejala yang secara umum didapatkan pada kondisi autoimun diantaranya adalah rasa lelah, sering demam, nyeri sendi, rambut rontok, ruam-ruam di kulit.

"Sedangkan pada kondisi imunodefisiensi, gejalanya berupa terkena infeksi berulang, peningkatan risiko infeksi yang serius, dan penyembuhan yang lambat dari penyakit ringan," pungkas dr. Yovita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Sakit Perut yang Seperti Ini Bisa Jadi Salah Satu Tanda Penyakit Autoimun

Waspada, Sakit Perut yang Seperti Ini Bisa Jadi Salah Satu Tanda Penyakit Autoimun

Health | Jum'at, 16 Februari 2024 | 15:59 WIB

Mengapa Autoimun Lebih Banyak Menyerang Wanita Daripada Pria?

Mengapa Autoimun Lebih Banyak Menyerang Wanita Daripada Pria?

Health | Jum'at, 02 Februari 2024 | 10:26 WIB

3 Risiko Medis dari Penggunaan Pengharum Ruangan Secara Berlebihan

3 Risiko Medis dari Penggunaan Pengharum Ruangan Secara Berlebihan

Your Say | Kamis, 01 Februari 2024 | 17:30 WIB

Terkini

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:30 WIB

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

×