Diduga terdapat banyak faktor yang menjadi pemicunya termasuk diantaranya perubahan hormon, stres saat merawat bayi, serta kurang tidur pada masa-masa setelah melahirkan.
Cara Mengatasi
Cara mengatasi baby blues ada beragam upaya yang bisa dilakukan. Tapi yang perlu ditekankan kepada seorang ibu yang mengalaminya bahwa kondisi tersebut dimana perasaan sedih dan khawatir yang berlebih merupakan sesuatu yang wajar.
Berikut sejumlah cara untuk mengatasi kondisi ibu yang mengalami baby blues:
1. Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan makan makanan sehat.
2. Meminta dukungan dari pasangan dan keluarga dalam merawat bayi.

3. Berbagi tugas dengan pasangan dalam mengerjakan urusan rumah tangga serta mengurus bayi.
4. Terbuka pada pasangan dan keluarga, beritahu bila ada hal yang mengarah ke gejala baby blues.
5. Perbanyak istirahat.
6. Refreshing atau berjalan mencari udara segar.
7. Mengikuti terapi.
8. Mempraktikkan mindfulness untuk memenangkan pikiran melalui yoga atau meditasi.
Kondisi baby blues yang urung terselesaikan berpotensi menyebabkan komplikasi yakni depresi pasca persalinan atau postpartum yang ditandai dengan gejala mirip baby blues tapi levelnya sudah berat.
Depresi pasca persalinan bisa memunculkan gejala kesedihan teramat dalam, kehilangan minat atau kesenangan pada hal yang sebelumnya digemari, mudah marah, sulit menjalin ikatan dengan bayi yang dilahirkan, hingga berkeinginan mengakhiri hidup.
Gejala tersebut bisa muncul lebih dari 10 hari atau bahkan hingga 1 tahun bila tak mendapat penanganan yang memadai.
Untuk pencegahannya, bisa dilakukan dengan menjalani tes kesehatan mental bagi ibu sebelum dan sesudah melahirkan.
Salah satu tes yang paling kerap digunakan yakni Edinburgh Postnatal Depression Scale.
Bila hasil tes sebelum melahirkan menunjukkan ada risiko baby blues maka dokter bisa memberikan rekomendasi untuk membantu mencegah timbulnya kondisi tersebut.

Selain itu ibu dan pasangannya bisa menyesuaikan diri dan mengantisipasi bila terjadi baby blues di kemudian hari setelah lahirnya sang bayi.
Dukungan secara fisik dan mental sangat dibutuhkan ibu yang baru melahirkan anaknya, tak hanya setelah persalinan tetapi juga penting selama kehamilan dan seusai melahirkan.