Begini Cara Bedakan Batuk Pilek Sebagai Gejala Alergi atau Hanya Sakit Biasa Pada Anak

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 25 Juni 2024 | 19:19 WIB
Begini Cara Bedakan Batuk Pilek Sebagai Gejala Alergi atau Hanya Sakit Biasa Pada Anak
Ilustrasi anak batuk pilek. (Shutterstock)

Suara.com - Batuk pilek termasuk salah satu penyakit yang umum dialami anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak yang masih bayi, penyakit itu bisa jadi tanda adanya alergi di tubuhnya. Agar tidak salah tindakan dalam pengobatan, Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K)., mengatakan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan hal tersebut. 

"Kenali perbedaan gejala alergi atau bukan. Kalau anak gejala batuk pilek apakah demam lebih dominan, apakah ada dahak kental dan berwarna, jadi kenali dulu alergi atau tidak," jelas Prof. Budi saat webinar Nutricia dengan Primaku, Selasa (25/6/2024).

Apabila gejala yang dialami anak seperti di atas, kemungkinan anak hanya alami infeksi, dan bukan alergi. Sedangkan gejala alergi biasa lebih khas, kata Prof. Budi. Yakni, tidak sampai demam dan gejala lebih sering terjadi saat malam hari. Apabila anak alami batuk, lendirnya juga tidak berwarna alias bening. 

Namun agar lebih pasti, Prof. Budi mengingatkan untuk lakukan pemeriksaan kepada dokter anak. Sebab, dengan begitu diharapkan bisa dipastikan alergi apa yang dialami oleh anak.

"Jadi kenali sedini mungkin. Kalau sudah dikenali baru konsultasi ke dokter. Untuk memastikan jenis alergi," sarannya.

Selain dari gejala, orang tua juga bisa mendeteksi alergi dari riwayat keluarga. Prof. Budi menjelaskan, apabila ada saudara kandung anak yang alami alergi, maka kemungkinan anak alami alergi sebanyak 30 persen. 

"Tapi kalau alergi pada salah satu orang tua, risiko mengidap alergi jadi sebesar 40 persen. Kalau kedua orang tua punya alergi, risiko lebih meningkat sampai 60 persen. Bahkan risiko bisa 80 persen apabila orang tua punya alergi yang sama," paparnya.

Salah satu alergi yang bisa diidap anak ialah alergi susu sapi (ASS). ASS menjadi alergi makanan yang paling umum pada awal masa kanak-kanak, dengan insidensi 2-3 persen pada tahun pertama kehidupan. 

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa prevalensi ASS pada anak Indonesia sekitar 2-7,5 persen dengan protein susu sapi menjadi alergen kedua yang paling umum setelah telur. Oleh sebab itu, penanganan cepat dan tepat sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak jangka panjang ASS dan memastikan pertumbuhan serta perkembangan anak tidak terganggu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Alergi Protein Susu Sapi, Bisa Diganti Minum Susu Kambing?

Bayi Alergi Protein Susu Sapi, Bisa Diganti Minum Susu Kambing?

Health | Selasa, 25 Juni 2024 | 14:46 WIB

Alergi Susu Sapi Masih TInggi pada Anak Indonesia, Orangtua Harus Tahu Cara Cegahnya Pakai AI

Alergi Susu Sapi Masih TInggi pada Anak Indonesia, Orangtua Harus Tahu Cara Cegahnya Pakai AI

Health | Minggu, 23 Juni 2024 | 10:51 WIB

Jangan Asal Oles! Ini 4 Kesalahan Pakai Pelembap yang Bikin Iritasi Makin Parah

Jangan Asal Oles! Ini 4 Kesalahan Pakai Pelembap yang Bikin Iritasi Makin Parah

Lifestyle | Selasa, 18 Juni 2024 | 08:05 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB