Bangga! Dua Sekolah dari Indonesia Raih Penghargaan Sekolah Tersehat, Kalahkan Australia Hingga Hong Kong

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 06 Juli 2024 | 17:06 WIB
Bangga! Dua Sekolah dari Indonesia Raih Penghargaan Sekolah Tersehat, Kalahkan Australia Hingga Hong Kong
Ilustrasi Anak dengan gaya hidup sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Mengajarkan gaya hidup sehat di sekolah merupakan langkah krusial dengan berbagai manfaat penting. Karena itu, sekolah-sekolah yang berhasil mengajarkan gaya hidup sehat dengan baik kepada para siswa perlu mendapat apresiasi. Memangnya apa manfaat mengajarkan gaya hidup sehat di sekolah?

Pertama, kebiasaan sehat yang diajarkan sejak dini cenderung terbawa hingga dewasa, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit kronis. Selain itu, pola makan yang baik dan aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan konsentrasi, memori, dan kinerja akademik siswa.

Pentingnya nutrisi dan olahraga juga berperan dalam mencegah obesitas, diabetes, dan penyakit jantung di kemudian hari. Lebih dari itu, aktivitas fisik dan pola makan seimbang berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik, mengurangi risiko depresi dan kecemasan. Sekolah yang mempromosikan gaya hidup sehat turut menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan seluruh komunitas, termasuk siswa, guru, dan orang tua.

Ilustrasi gaya hidup sehat (Elements Envato)
Ilustrasi gaya hidup sehat (Elements Envato)

Pengetahuan tentang kesehatan juga memberikan siswa keterampilan hidup penting, mempersiapkan mereka untuk membuat keputusan yang baik terkait kesehatan sepanjang hidup mereka.

Karena itu AIA Group Limited (AIA) dengan bangga mengumumkan pemenang regional dari Kompetisi AIA Healthiest Schools yang kedua. Di antara pemenang, dua sekolah Indonesia, SDN 222 Pasir Pogor dari Bandung dan SMPN 22 Semarang, berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

Kompetisi ini, bagian dari program AIA Healthiest Schools yang diluncurkan pada 2022, bertujuan mendorong pola makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, dan keberlanjutan di kalangan siswa berusia lima hingga 16 tahun. Tahun ini, sebanyak 2.376 sekolah dasar dan menengah berpartisipasi dalam program ini, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun pertama.

SDN 222 Pasir Pogor meraih pengakuan melalui program “Paspor Serasi”, yang fokus menjaga siswa tetap sehat dengan mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan aktivitas fisik dan pilihan makanan sehat. Program ini mencakup inisiatif seperti “Bersepeda ke Sekolah”, “Rabu Bugar: Kelas kebugaran setiap Rabu”, “Gelas Saji: Makanan siang bergizi”, dan “Kamis Semanis: Mengurangi minuman manis pada Kamis”.

SMPN 22 Semarang, di sisi lain, berhasil dengan program “Pertanian Perkotaan (Urban Farming)” yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Program ini bertujuan mengatasi kekurangan gizi, mengajarkan pertanian, dan menciptakan kebiasaan makan sehat. Lebih dari 50% siswa terlibat dalam program ini, yang telah membawa perubahan positif bagi 788 siswa, 41 guru, staf, dan lebih dari 20 keluarga di sekitar sekolah.

Stuart A. Spencer, Chief Marketing Officer AIA Group, menyatakan, “Kompetisi AIA Healthiest Schools selaras dengan misi kami untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan menuju gaya hidup sehat. Kami bangga melihat perkembangan kompetisi ini yang mampu memberdayakan generasi muda untuk membuat pilihan sehat dan membawa perubahan signifikan di komunitas mereka di seluruh Asia.”

Program ini, yang telah berkembang ke enam pasar pada tahun kedua, mencakup Australia, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia. Tahun depan, program ini akan diperluas ke delapan pasar dengan tambahan Filipina dan Sri Lanka.

Sainthan Satyamoorthy, Presiden Direktur AIA Indonesia, menambahkan, “Di AIA Indonesia, kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa yang kami terima dari semua pihak yang berkomitmen untuk membangun generasi mendatang yang lebih sehat. Dengan semangat yang antusias, kami berhasil mengajak lebih dari 1.300 sekolah di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam program AIA Healthiest School. Program ini, yang juga didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Republik Indonesia, telah melibatkan lebih dari 47.000 siswa dan 2.200 guru dari berbagai wilayah di Indonesia.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perangi Pemicu Inflamasi, Brand Camilan Ini Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia

Perangi Pemicu Inflamasi, Brand Camilan Ini Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia

Press Release | Kamis, 13 Juni 2024 | 20:10 WIB

Dukung Gaya Hidup Sehat Kaum Urban, Komunitas Badminton Nations Gelar Kompetisi Amatir

Dukung Gaya Hidup Sehat Kaum Urban, Komunitas Badminton Nations Gelar Kompetisi Amatir

Lifestyle | Sabtu, 01 Juni 2024 | 20:55 WIB

Sun Life dan Beyond Sport Serukan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia

Sun Life dan Beyond Sport Serukan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia

Bisnis | Kamis, 30 Mei 2024 | 08:54 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB