Rentan Alami Luka Dekubitus, Lansia Butuh Perawatan dan Popok yang Tepat, Seperti Apa?

Ririn Indriani

Minggu, 07 Juli 2024 | 11:30 WIB
Rentan Alami Luka Dekubitus, Lansia Butuh Perawatan dan Popok yang Tepat, Seperti Apa?
Ilustrasi lansia berisiko mengalami luka dekubitus, karena keluarga perlu mengeatahui cara perawatan yang tepat untuk mencegahnya. (freepik.com/lifestylememory)

Suara.com - Pencegahan luka dekubitus sebagai respon aging population rasio kejadian luka dekubitus di Indonesia lebih tinggi dibanding Negara-Negara lain di ASEAN, yaitu mencapai 33%. Fakta ini menjadikan luka dekubitus sebagai salah satu isu sosial di Indonesia.

Apalagi saat ini Indonesia telah memasuki era aging population, dimana jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 11.75% dan diprediksi akan terus bertambah mencapai 20% dari total penduduk Indonesia pada 2045. Kondisi tentunya menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan perawatan jangka Panjang lansia.

Oleh karena itu bertepatan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke 2024 yang mengusung tema Kesehatan “Lansia sehat dan berdaya untuk Indonesia Emas”, Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Nida Rohmawati, MPH menekankan pentingnya peran keluarga dan tenaga kesehatan dalam perawatan lansia terutama yang memerlukan perawatan jangka Panjang untuk pencegahan dekubitus.

Upaya peningkatan derajat kesehatan lansia, lanjut dia, akan menjadikan lansia lebih berdaya guna sehingga dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Kemenkes telah melakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan peningkatan peran keluarga melalui penerbitan berbagai panduan dan juknis, berbagai kegiatan orientasi dan seminar terkait perawatan jangka panjang bagi lansia sebagai salah satu respon menghadapi aging population,” terang dr. Nida di acara peluncuran popok dewasa 100% bahan breathable (bersirkulasi) “Lifree Popok Perekat” di Jakarta, Rabu (29/5/2024),

Meski begitu, inisiatif ini, kata dia, tidak cukup jika hanya dilakukan oleh Pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari sektor swasta, salah satunya melalui produk ramah lansia, seperti popok dewasa 100% Material Breathable.

Memeringati Hari Lanjut Usia Nasional 2024,  PT Uni-Charm Indonesia Tbk, meluncurkan popok dewasa 100% bahan breathable (bersirkulasi) “Lifree Popok Perekat” di Jakarta, Rabu (29/5/2024). (Foto: istimewa)
Memeringati Hari Lanjut Usia Nasional 2024, PT Uni-Charm Indonesia Tbk, meluncurkan popok dewasa 100% bahan breathable (bersirkulasi) “Lifree Popok Perekat” di Jakarta, Rabu (29/5/2024). (Foto: istimewa)

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta, Jajang Rahmat Solihin, M.Kep,Sp.Kep Kom mengatakan, lansia memang rentan terkena luka dekubitus bila tetap berada dalam posisi tubuh yang sama dalam jangka waktu lama, karena sirkulasi darah terhambat sehingga penting untuk mengubah posisi tubuh secara berkala.

“Oleh karena itu tak heran bila lansia dengan kondisi tirah baring yang mobilitasnya terbatas memiliki risiko terkena luka dekubitus lebih tinggi, karena adanya tekanan pada area tubuh yang sama dalam jangka waktu yang lama,” timpal dr. Rinadewi Astriningrum Sp.D.V.E., Subsp.D.A dari KSDGI.

Hal ini dapat diperparah jika menggunakan popok dengan sirkulasi udara yang tidak baik, karena kulit menjadi pengap dan rentan terhadap iritasi. “Oleh karena itu, popok yang sirkulasi udaranya baik efektif untuk mencegah terjadinya luka decubitus,” jelasnya.

baca juga

Selain itu, tambah Jajang, membasuh kulit di sekitar area luka dekubitus dengan air hangat secara perlahan juga tidak kalah penting.

Apa yang dipaparkan oleh para pembicara tersebut menunjukkan bahwa perawatan lansia dengan luka decubitus, tak hanya membutuhkan popok yang bersirkulasi udara baik, tetapi juga memerlukan perawatan yang lebih intensif dibanding lansia yang tidak memiliki masalah kulit.

Melalui kegiatan edukasi tersebut Uni-Charm Indonesia Tbk berupaya untuk berkontribusi pada target No.3 “Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia”.

Hal ini sejalan dengan salah satu elemen slogan perusahaan Ethical Living for SDGs yaitu “Hubungan antar manusia” demi meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup seluruh lansia di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Kelam Perempuan Lansia, Terjebak Kekerasan dan Pengabaian

Kisah Kelam Perempuan Lansia, Terjebak Kekerasan dan Pengabaian

Liks | Kamis, 11 Juli 2024 | 11:04 WIB

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Lifestyle | Selasa, 09 Juli 2024 | 15:20 WIB

Realita Pahit Lansia Mandiri di Indonesia, Sukar Dapat Pekerjaan

Realita Pahit Lansia Mandiri di Indonesia, Sukar Dapat Pekerjaan

Liks | Jum'at, 05 Juli 2024 | 15:19 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×