Jokowi Sebut Ranking Kesehatan Indonesia Kalah dari Malaysia, Apakah Dokter Asing Bisa Jadi Solusi?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 13 Juli 2024 | 14:09 WIB
Jokowi Sebut Ranking Kesehatan Indonesia Kalah dari Malaysia, Apakah Dokter Asing Bisa Jadi Solusi?
Ilustrasi Jokowi dan Dokter Asing. (Dok. Kolase)

"Kita siap berkompetisi dengan dokter dari luar negeri dan upaya internasional pun sudah kita bangun. Jadi tidak ada masalah dari luar negeri. Tapi yang perlu kita dorong adalah bagaimana negara lebih memberikan apresiasi karena masih banyak permasalahan dalam tata kelola yang belum diselesaikan yang itu sebetulnya adalah tanggung jawab negara," tegasnya, Selasa (9/7).

Klarifikasi Kemenkes Soal Isu Dokter Asing

Terkait isu yang menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendatangkan ribuan dokter asing, kabar tersebut adalah tidak benar. Menurut Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, Kemenkes hanya menghadirkan beberapa dokter asing untuk misi khusus, yaitu mengobati 30 anak dengan penyakit jantung secara cuma-cuma.

Tindakan penyelamatan nyawa ini, menurut dr. Syahril, merupakan operasi jantung anak pertama kali di Pulau Sumatera. Selama ini, anak-anak dengan gangguan jantung kompleks harus dirujuk ke Jakarta karena tidak ada dokter spesialis jantung anak di Sumatera Utara, yang tentunya memberatkan keluarga secara finansial.

"Informasi yang beredar seolah Kemenkes akan mendatangkan 6.000 dokter warga negara asing (WNA) adalah juga hoax. Dokter WNA yang dihadirkan oleh Kemenkes dan mendapatkan publikasi luas adalah tim dari Arab Saudi yang bertugas di RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan operasi jantung kompleks untuk menyelamatkan nyawa 30 anak warga Sumatera Utara secara gratis," papar dr. Syahril dalam keterangannya, Kamis (4/7).

Solusi Naikkan Ranking Kesehatan

Prof Tjandra Yoga mengatakan kedatangan dokter asing untuk mengisi kebutuhan dokter spesialis di luar Pulau Jawa juga bukan solusi. Daripada mendatangkan dokter asing, menurutnya lebih baik mengambil dokter dari daerah lain di Indonesia untuk melakukan operasi tersebut, atau melatih dokter setempat dengan bantuan dokter ahli dari dalam negeri.
 
 "Kalau disebutkan ini bagian dari 'transfer of knowledge' maka sudah sejak puluhan tahun yang lalu berbagai fakultas kedokteran kita bekerjasama dengan universitas luar negeri. Ada dokter luar negeri yang memberi ceramah, kuliah, dan pelatihan ke dokter dan mahasiswa kita, dan ada juga dokter kita yang diminta memberi ceramah, kuliah, dan memberi pelatihan di luar negeri," terang Prof Tjandra lagi.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini mengatakan untuk meningkatkan ranking kesehatan, maka derajat kesehatan Indonesia juga perlu naik. Sebab masyarakat yang sehat dan produktif lebih penting untuk kemajuan bangsa, daripada hanya sekadar mengobati mereka yang sudah sakit.

Ia menyebut ada 5 aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Pembangunan Fasilitas Kesehatan: Pembangunan Puskesmas di desa harus dianggap sama pentingnya dengan pembangunan rumah sakit tingkat internasional di kota besar.
  2. Penyediaan Tenaga Medis: Ketersediaan petugas sanitasi dan penyuluh kesehatan di desa harus setara dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan.
  3. Lingkungan Sehat: Membangun taman dan fasilitas olahraga serta mengurangi polusi udara sama pentingnya dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai.
  4. Infrastruktur Sanitasi: Pembangunan jamban dan penyediaan air bersih di desa harus sebanding dengan penyediaan alat kesehatan canggih di rumah sakit kota besar.
  5. Pembangunan Berwawasan Kesehatan: Setiap kegiatan pembangunan harus memperhatikan aspek dan dampak kesehatan masyarakat dengan fokus pada pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat.

Peningkatan sistem kesehatan di Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek promotif preventif. Pengadaan dokter asing dapat menjadi bagian dari solusi, tetapi harus disertai dengan strategi yang komprehensif untuk memastikan efektivitas dan keselarasan dengan kebutuhan lokal. Membangun infrastruktur yang merata dan meningkatkan kualitas tenaga kesehatan lokal adalah langkah penting untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter dari Arab Datang, Orang Tua Pasien Penyakit Jantung Lega Anaknya Bisa Operasi Gratis Tak Harus ke Jakarta

Dokter dari Arab Datang, Orang Tua Pasien Penyakit Jantung Lega Anaknya Bisa Operasi Gratis Tak Harus ke Jakarta

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 11:25 WIB

Pakar Usulkan Dokter Asing Dipekerjakan di Daerah, Jangan di RS Besar

Pakar Usulkan Dokter Asing Dipekerjakan di Daerah, Jangan di RS Besar

Health | Selasa, 09 Juli 2024 | 23:21 WIB

Perkiraan Gaji Dokter Asing Capai Rp 400 - Rp 600 Juta, Negara Ada Uangnya?

Perkiraan Gaji Dokter Asing Capai Rp 400 - Rp 600 Juta, Negara Ada Uangnya?

Health | Selasa, 09 Juli 2024 | 15:41 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB