Bahaya! Akses Terbatas Jadi Tantangan Pengobatan Hemofilia di Indonesia

M. Reza Sulaiman

Selasa, 16 Juli 2024 | 18:24 WIB
Bahaya! Akses Terbatas Jadi Tantangan Pengobatan Hemofilia di Indonesia
Ilustrasi hemofilia. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit hemofilia adalah gangguan perdarahan genetik yang menyebabkan darah sulit membeku, sehingga perdarahan berlangsung lebih lama dari normal. Kondisi ini sering kali terjadi pada laki-laki dan dapat menyebabkan perdarahan spontan tanpa penyebab yang jelas serta perdarahan berat setelah cedera atau operasi. 

Diperkirakan terdapat sekitar 400.000 penderita hemofilia di seluruh dunia, dengan sekitar 27.000 di antaranya berada di Indonesia. Namun, hanya sekitar 3.000 pasien di Indonesia yang terdiagnosis dan tercatat dalam Annual Report 2021 oleh World Federation of Haemophilia.

Menurut Ketua ad interim Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Dr. dr. Novie Amelia Chozie, SpA(K), penanganan penyakit hemofilia di Indonesia masih kurang optimal. Hemofilia di Indonesia tergolong underdiagnosed, dengan banyak pasien yang baru didiagnosis setelah mengalami perdarahan berat. Hal ini meningkatkan risiko komplikasi kecacatan bahkan kematian. Saat ini, hanya sekitar 11% dari penderita hemofilia di Indonesia yang terdiagnosis.

Ilustrasi hemofilia, gangguan darah. (Pixabay)
Ilustrasi hemofilia, gangguan darah. (Pixabay)

Komplikasi dan Risiko

Salah satu komplikasi serius dari hemofilia adalah terbentuknya inhibitor, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan serius dan kelainan sendi yang progresif. Prevalensi inhibitor pada pasien hemofilia anak di Indonesia adalah 9,6% berdasarkan data penelitian tahun 2022. Menurut Dr. Novie, sistem penanganan hemofilia perlu diperbaiki untuk mengurangi risiko dan komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien baik dengan atau tanpa inhibitor.

Peran HMHI dalam Penanganan Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan bawaan seumur hidup akibat kekurangan faktor pembekuan dalam darah. Dr. Novie menekankan pentingnya penanganan cepat dan tepat agar pasien dapat memiliki kehidupan yang normal. HMHI berkomitmen untuk meningkatkan perawatan hemofilia di Indonesia melalui diagnosis dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu, HMHI juga berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas tenaga kesehatan mengenai diagnosis dan tatalaksana hemofilia yang komprehensif.

"Bagi kami, sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan serta kapasitas dari para tenaga kesehatan di Indonesia mengenai diagnosis dan dan tatalaksana hemofilia yang komprehensif, serta melibatkan multidisipin. Pada saat yang sama, terus mengedukasi masyarakat dan pasien untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala hemofilia seperti: cenderung mudah mengalami memar di permukaan kulit, perdarahan yang sulit berhenti, terdapat darah pada urin dan feses. Semakin cepat hemofilia didiagnosis dan ditangani, semakin optimal pengobatan yang dapat diberikan,” papar dr. Novie, dalam keterangannya pada Suara.com, Rabu (16/7/2024).

Kongres Nasional HMHI dan Upaya Peningkatan Penanganan

baca juga

HMHI mengadakan Kongres Nasional (KONAS) ke-7 pada tanggal 13-14 Juli 2024 dengan tema “Equitable Access for Improving Diagnosis and Optimal Hemophilia Care and Other Bleeding Disorders in Indonesia”. Fokus kongres ini adalah meningkatkan akses setara untuk diagnosis dan perawatan optimal bagi pasien hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya.

Dr. dr. Elmi Ridar, SpA(K), Ketua Panitia Kongres Nasional HMHI, menyoroti bahwa fasilitas penanganan hemofilia di daerah pelosok, kepulauan, dan terpencil masih kurang optimal. Contohnya, di Riau terdapat 142 pasien hemofilia, dengan 50% di antaranya merupakan kasus hemofilia berat. Sayangnya, Riau belum memiliki fasilitas pemeriksaan hemofilia inhibitor sehingga sampel harus dikirim ke Jakarta.

Penanganan Hemofilia: Profilaksis dan Pengobatan

Penanganan utama hemofilia meliputi pencegahan perdarahan melalui profilaksis untuk pasien hemofilia berat atau dengan indikasi tertentu dan penanganan perdarahan akut. Pengobatan yang sesuai dapat menurunkan frekuensi perdarahan dan risiko komplikasi. Pemerintah telah memberikan akses pengobatan hemofilia melalui JKN, meskipun masih dalam jumlah terbatas. Ke depan, diperlukan lebih banyak terapi baru dan inovatif untuk membantu pasien mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Ilustrasi Darah. [pexel.com]
Ilustrasi Darah. [pexel.com]

PT Takeda Indonesia, sebagai salah satu mitra yang mendukung terselenggaranya Kongres Nasional HMHI ke-7, menyampaikan antusiasmenya dalam turut serta meningkatkan tatalaksana pasien hemofilia di Indonesia. Shinta Caroline, Head of Patient Value Access PT Takeda Indonesia, mengemukakan, Takeda berkomitmen menyediakan pengobatan berkualitas tinggi bagi para pasien hemofilia di Indonesia dengan membuka akses seluas-luasnya terhadap obat-obatan inovatif kami.

"Sejalan dengan tujuan ‘menciptakan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat dan masa depan yang lebih cerah bagi dunia’, kami juga menjalin kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan terkait, diantaranya pemerintah, asosiasi medis, organisasi pasien, dan sektor swasta lainnya, untuk bersama-sama meningkatkan tatalaksana penyakit di Indonesia. Salah satunya dengan mendukung terselenggaranya KONAS HMHI ke-7 ini," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyandang Hemofilia Makin Meningkat, Begini Tata Laksana Pengobatan Penyakit Gangguan Darah Ini Agar Lebih Optimal

Penyandang Hemofilia Makin Meningkat, Begini Tata Laksana Pengobatan Penyakit Gangguan Darah Ini Agar Lebih Optimal

Health | Sabtu, 29 Juli 2023 | 18:46 WIB

Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Health | Sabtu, 22 Juli 2023 | 14:43 WIB

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Health | Jum'at, 02 Juni 2023 | 12:19 WIB

Terkini

Dody Hanggodo Jadi Sorotan: Koleksi Kendaraannya Jauh Lebih Mewah dan Baru Dibanding "Pak Bas"

Dody Hanggodo Jadi Sorotan: Koleksi Kendaraannya Jauh Lebih Mewah dan Baru Dibanding "Pak Bas"

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:08 WIB

Film Taste of Prison Rilis Potret Perdana, Chemistry Pemain Jadi Sorotan

Film Taste of Prison Rilis Potret Perdana, Chemistry Pemain Jadi Sorotan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:03 WIB

Bye Jerawat pada Kulit Remaja! Ini 4 Acne Moisturizer Mulai Harga Rp18 Ribu

Bye Jerawat pada Kulit Remaja! Ini 4 Acne Moisturizer Mulai Harga Rp18 Ribu

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:02 WIB

Glorifikasi Budaya Kerja Lembur: Mengapa Tenggo Masih Dipandang Negatif?

Glorifikasi Budaya Kerja Lembur: Mengapa Tenggo Masih Dipandang Negatif?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:00 WIB

Termurah Rp 1,4 Juta! Intip Harga Tiket Konser Solo U-Know TVXQ di Jakarta

Termurah Rp 1,4 Juta! Intip Harga Tiket Konser Solo U-Know TVXQ di Jakarta

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:58 WIB

4 Parfum Ahmed Al Maghribi Best Seller di Shopee, Wangi Premium dan Tahan Lama

4 Parfum Ahmed Al Maghribi Best Seller di Shopee, Wangi Premium dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:57 WIB

Objektifikasi Tubuh Perempuan di Balik Hair Croissant yang Viral

Objektifikasi Tubuh Perempuan di Balik Hair Croissant yang Viral

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:52 WIB

DPR Pertanyakan Isu Belanja Kipas Angin Rp 1,8 T untuk Koperasi Merah Putih

DPR Pertanyakan Isu Belanja Kipas Angin Rp 1,8 T untuk Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:51 WIB

Sehari di Palembang, Ini yang Dilakukan Wapres Gibran dari RSUD hingga PSEL

Sehari di Palembang, Ini yang Dilakukan Wapres Gibran dari RSUD hingga PSEL

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:48 WIB

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:45 WIB

×