Tinggi Serat dan Rendah Kalori, Benarkah Beras Shirataki Lebih Sehat?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 17 Agustus 2024 | 09:05 WIB
Tinggi Serat dan Rendah Kalori, Benarkah Beras Shirataki Lebih Sehat?
Ilustrasi beras shirataki. (Freepik)

Suara.com - Mitos tentang diet masih banyak beredar, salah satunya bahwa makan nasi saat diet bisa menaikkan berat badan. Ini karena nasi putih mengandung karbohidrat dan indeks glikemik yang tinggi, sehingga banyak orang takut mengonsumsinya dan merasa tersiksa harus membatasi makanan favorit.

Namun, beras tak selalu berasal dari biji padi. Kini, berkat teknologi pangan, ada beras dari umbi-umbian seperti akar konjac (glukomanan), yang dikenal sebagai beras shirataki.

Menurut Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., nasi shirataki lebih sehat karena tinggi serat, rendah kalori, karbohidrat, dan indeks glikemik, sehingga membantu kenyang lebih lama tanpa memicu lonjakan gula darah.

Seperti diketahui, beras shirataki, yang kaya serat alami glukomanan, efektif untuk diet karena membuat kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori, membantu penurunan berat badan. 

Ilutrasi Beras Shirataki.(Maria Ionova/Unsplash)
Ilutrasi Beras Shirataki.(Maria Ionova/Unsplash)

Glukomanan dalam beras shirataki juga memperlambat penyerapan gula di usus, mencegah lonjakan gula darah yang berbahaya, terutama bagi penderita diabetes.

Penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi makanan dengan glukomanan, seperti beras shirataki, mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan.  Hal ini juga yang mendorong Flimty menggunakan konjac sebagai bahan utama Flimrice.

"Kami pastikan produk kami berkualitas, terutama dari segi bahan baku. Itulah yang kami lakukan saat melakukan pengembangan," ungkap Dennis Hadi, Direktur Flimgroup.

Dennis juga ingin produk itu  tetap menyenangkan untuk dinikmati saat diet. Meski lebih sehat, tekstur, rasa, dan aroma produk itu diupayakan mirip dengan nasi putih biasa. Dengan kalori lebih rendah daripada nasi putih (±175 kalori per 100 gram), produk tersebut tetap mengenyangkan karena mengandung glukomanan yang kaya serat.

"Sebelum launching, kami akan melakukan uji lab untuk memastikan kandungannya sesuai klaim. Kami selalu riset mendalam dan diskusi dengan ahli agar produk kami benar-benar efektif untuk diet," tambah Dennis.

Chef Juna. (Dok. Istimewa)
Chef Juna. (Dok. Istimewa)

Dalam kesempatan ini, mereka juga berkolaborasi dengan Chef Juna untuk membantu menyebarkan semangat Fit, Slim, and Healthy. Bagi seorang chef yang sudah bergelut di dunia FnB selama lebih dari 20 tahun, Chef Juna merasa pilihan nasi yang lebih sehat tak hanya bagus, namun juga menambah variety dari bahan yang bisa diolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Buah yang Cocok Disantap saat Diet: Kaya Serat dan Tidak Terlalu Manis

5 Buah yang Cocok Disantap saat Diet: Kaya Serat dan Tidak Terlalu Manis

Lifestyle | Rabu, 10 Juli 2024 | 14:07 WIB

Mengenal Beras Shirataki, Pengganti Nasi Putih yang Rendah Kalori

Mengenal Beras Shirataki, Pengganti Nasi Putih yang Rendah Kalori

Your Say | Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:48 WIB

4 Manfaat Beras Shirataki, Tak Cuma Bagus untuk Program Diet

4 Manfaat Beras Shirataki, Tak Cuma Bagus untuk Program Diet

Health | Selasa, 26 Juli 2022 | 08:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB