Waspada! Penyintas Demam Berdarah Berisiko Alami Komplikasi Jantung, Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:14 WIB
Waspada! Penyintas Demam Berdarah Berisiko Alami Komplikasi Jantung, Ini Faktanya
Ilustrasi demam. [Dok.Antara]

Suara.com - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Travel Medicine mengungkap bahwa penyintas demam berdarah memiliki risiko komplikasi jantung yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang pulih dari COVID-19.

Studi ini menunjukkan bahwa risiko komplikasi jantung pada penyintas demam berdarah meningkat hingga 55 persen lebih tinggi.

Penelitian yang dilansir dari Medical Daily, Selasa (27/8/2024), mengambil data dari klaim medis 11.707 penduduk Singapura yang pernah terinfeksi dengue dan 1.248.326 pasien COVID-19 antara Juli 2021 dan Oktober 2022.

Para peserta kemudian diteliti untuk melihat gangguan kesehatan yang muncul, termasuk komplikasi jantung, gangguan neurologis, dan masalah kekebalan tubuh, dalam rentang waktu 31 hingga 300 hari setelah infeksi.

Hasilnya, selain risiko komplikasi jantung yang meningkat, penyintas demam berdarah juga memiliki peningkatan risiko gangguan kognisi atau memori sebesar 213 persen dan risiko gangguan pergerakan yang meningkat hingga 198 persen.

Menurut para peneliti, penyintas COVID-19 digunakan sebagai kelompok pembanding karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mereka memiliki peningkatan risiko komplikasi jantung dan gangguan neurologis. Namun, hasil terbaru ini menegaskan bahwa risiko pada penyintas demam berdarah bisa lebih serius.

"Penelitian ini memberikan peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap demam berdarah di lingkungan sekitar mereka," kata Asisten Profesor Lim Jue Tao dari Sekolah Kedokteran Lee Kong Chian di Singapura, yang menjadi penulis utama dalam penelitian ini.

Studi ini menjadi penting karena menyediakan perbandingan komprehensif pertama terkait masalah kesehatan pasca-pemulihan antara pasien demam berdarah dan COVID-19. Temuan ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi perencanaan perawatan kesehatan dan pengelolaan pasien di masa mendatang.

Selain itu, Profesor Kwok Kin-on, seorang ahli epidemiologi penyakit menular di The Jockey Club School of Public Health and Primary Care, Chinese University of Hong Kong, menyatakan bahwa temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan intervensi yang tepat bagi penyintas demam berdarah untuk mengurangi dampak kesehatan jangka panjang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI