Sama-Sama Timbulkan Ruam, Pahami Perbedaan Monkeypox dan Cacar Air

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 29 Agustus 2024 | 18:46 WIB
Sama-Sama Timbulkan Ruam, Pahami Perbedaan Monkeypox dan Cacar Air
Perbedaan Monkey Pox dan Cacar Air (Freepik)

Kasus monkeypox kini tengah jadi sorotan. Infeksi yang disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis) tersebut bahkan telah terdeteksi di Indonesia. Akan tetapi sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahui perbedaan monkeypox dan cacar air.

Suara.com - Monkeypox memiliki gejala yang hampir mirip dengan cacar air. Meski penyakit cacar monyet sekilas mirip dengan cacar air, tetapi nyatanya penyakit ini memiliki beberapa perbedaan. Penasaran apa saja perbedaan monkeypox dan cacar air? Mari simak penjelasannya berikut!

Perbedaan Monkeypox dan Cacar Air

Monkeypox dan cacar air secara tak kasat mata memiliki penampakan visual yang hampir sama. Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan antara keduanya yang terletak pada jenis virus, gejala, hingga perkembangannya. 

Jika monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox, berbeda halnya dengan cacar air yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Infeksi virus cacar monyet biasanya menimbulkan beberapa gejala klinis seperti panas hingga demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga menimbulkan berbagai komplikasi medis.

Jika melihat perkembangannya, cacar monyet bisa sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari dua sampai empat minggu. Namun, dalam kasus yang lebih parah, penyakit ini bisa berujung mengancam keselamatan jiwa.

Sedangkan, cacar air (chickenpox) memiliki gejala berupa ruam gatal dengan lepuh kecil yang berisi cairan. Ruam melepuh ini biasanya muncul 10 sampai 21 hari usai terpapar virus dan berlangsung sekitar lima atau 10 hari.

Selain itu, ada pula beberapa gejala lain yang mungkin akan muncul satu hingga dua hari sebelum mengalami ruam lepuh pada kulit. Misalnya saja seperti demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan kondisi fisik yang tidak sehat secara umum.

Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus Varicella-zoster ini, terbilang sangat menular kepada orang yang belum pernah mengidapnya. Selain itu, orang yang belum pernah divaksin cacar juga sangat rentan tertular.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan paling utama antara kedua jenis cacar ini yaitu gejalanya. Pengidap monkeypox akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan cacar air tidak.

Cara Mencegah Monkeypox dan Cacar Air

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit cacar monyet, di antaranya yaitu:

  • Hindari kontak fisik (bersentuhan langsung) dengan hewan yang berisiko menularkan penyakit cacar monyet. Selain monyet, hewan pengerat lainnya seperti tupai dan tikus juga harus diwaspadai.
  • Rutin mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun setelah melakukan berbagai aktivitas. Tak kalah penting, kamu juga harus mencuci tangan secara langsung usai bersentuhan dengan pengidap cacar monyet atau setelah menyentuh hewan yang berisiko membawa virus.
  • Pakailah alat pelindung diri ketika melakukan kontak langsung dengan pengidap cacar monyet, seperti masker dan sarung tangan.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang agar imunitas tubuh dapat terjaga secara optimal.
  • Pastikan mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan dengan tingkat kematangan yang optimal dan hindari mengonsumsi daging mentah terlalu sering.
  • Penuhi waktu istirahat yang optimal.

Sedangkan, pencegahan utama dari infeksi cacar air yaitu dengan melakukan vaksinasi dari dini. Karena, orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin cacar air cenderung akan mengalami gejala yang lebih parah jika dirinya terinfeksi. 

Itu tadi ulasan tentang perbedaan monkeypox dan cacar air. Semoga kita semua terhindar dari penyakit menular ini.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Tetapkan Jadi Kondisi Darurat Kesehatan Global, Ini Cara Mencegah Monkeypox

WHO Tetapkan Jadi Kondisi Darurat Kesehatan Global, Ini Cara Mencegah Monkeypox

Health | Kamis, 29 Agustus 2024 | 13:20 WIB

Pakar Beberkan Fakta Vaksin Mpox, Beneran Ampuh Cegah Penyakit?

Pakar Beberkan Fakta Vaksin Mpox, Beneran Ampuh Cegah Penyakit?

Health | Senin, 26 Agustus 2024 | 15:20 WIB

Temuan Kasus Mpox Tinggi di Jakarta, Homoseksual dan Biseksual Lebih Rawan Terjangkit

Temuan Kasus Mpox Tinggi di Jakarta, Homoseksual dan Biseksual Lebih Rawan Terjangkit

Health | Senin, 26 Agustus 2024 | 09:55 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB