Bahaya BPA Bisa Picu Kemandulan, Pakar Kesehatan: Jangan Dibelokkan Jadi Isu Persaingan Usaha

Ruth Meliana

Senin, 04 November 2024 | 16:10 WIB
Bahaya BPA Bisa Picu Kemandulan, Pakar Kesehatan: Jangan Dibelokkan Jadi Isu Persaingan Usaha
Ilustrasi galon air mengandung BPA. (freepik/brgfx)

Suara.com - Pakar kesehatan memperingatkan bahaya Bisphenol A (BPA) terhadap kesehatan. Berdasarkan riset-riset internasional, paparan BPA dapat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Ulul Albab, SpOG mengingatkan agar jangan sampai bahaya BPA disepelekan menjadi isu persaingan usaha. Hal ini berdampak fatal.

"Kita tidak bisa membelokkan (bahaya BPA) bahwa ini adalah persaingan usaha atau tidak," ucap spesialis obstetri dan ginekologi ini dalam acara talkshow di Jakarta, Rabu (30/10/2024).

"Karena kekhawatiran kita, baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI), apalagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga negara, akademisi, maupun praktisi, adalah terkait bagaimana kita melindungi masyarakat Indonesia menjadi yang utama dari semua semua alasan yang lain,” jelasnya.

dr. Ulul menegaskan agar pihak-pihak tertentu tidak yang mengaitkan bahaya BPA dengan isu persaingan usaha. Ia juga berkaca pada pandemi Covid-19 yang berakhir tak terkendali akibat banyak isu liar.

“Dulu ketika Covid dan banyak yang meninggal, maka isu Covid-19 dibelokkan menjadi isu yang macam-macam,” kata dr. Ulul.

Menurutnya, pemahaman baru yang dianggap mengganggu kestabilan biasanya memang akan berhadapan dengan upaya-upaya pembelokan isu.

Dokter Ulul melanjutkan, IDI adalah lembaga profesional. Begitu pula BPOM yang memberikan regulasi pelabelan peringatan bahaya BPA pada galon dengan kemasan polikarbonat. Menurutnya, peringatan dari IDI dan BPOM harus didukung dengan positif.

"Ketika kita mengatakan BPA bermasalah, memang itulah faktanya. Semua negara bukan hanya Indonesia menyampaikan hal itu (bahaya BPA),” terangnya.

baca juga

“Posisi IDI sebagai lembaga profesi untuk para dokter adalah menyampaikan hal yang sebenar-benarnya. Apakah diterima atau tidak adalah nomor dua. Tetapi yang pasti kita harus berani menyampaikan ada masalah terkait dengan apa yang dialami masyarakat, dan harus kita suarakan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengungkap bahwa IDI sudah cukup lama membahas ancaman bahaya kesehatan BPA. Termasuk mendukung regulasi pelabelan peringatan yang dikeluarkan oleh BPOM RI.

“Pada 11 Agustus 2022, saya mengeluarkan statement bahwa kita mendukung pelabelan BPA pada semua kemasan makanan. Seringkali kita khawatir pada apa yang kita makan. Tetapi kita jarang khawatir dengan bagaimana makanan itu dibungkus, dikemas atau diwadahi. Jadi kita bukan hanya bicara masalah air, tapi juga makanan,” jelasnya.

IDI mempedulikan kesehatan masyarakat dan berniat memberikan edukasi seputar BPA sesuai fakta ilmiah. Salah satunya terkait BPA dapat mempengaruhi kesuburan pria dan perempuan.

"Karena sifatnya hormonal distructor, maka BPA bisa memengaruhi segala sesuatu, baik laki maupun perempuan. Bahkan sampai laki dan perempuan bisa infertile (mandul atau tidak punya keturunan),” lanjut dr. Ulul.

Bahaya BPA, kata dr. Ulul, sebenarnya sudah diatur secara ketat oleh BPOM. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah regulasi BPOM untuk membuat masyarakat melek pada kemasan yang dilabeli peringatan kandungan BPA.

Meskipun belum melarang BPA, setidaknya kebijakan terbaru BPOM adalah langkah awal baik yang patut diapresiasi. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

“Pro dan kontra pasti ada. Ini adalah hal yang wajar. Kewajiban kita adalah bagaimana memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Kalau bahaya katakan bahaya, tanpa harus ditutupi,” tegasnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh pakar polimer Universitas Indonesia Prof Dr Mochamad Chalid, SSi, MSc.Eng. Ia menyampaikan bahwa proses distribusi mempengaruhi pencemaran senyawa BPA.

Contohnya terkait bagaimana kemasan polikarbonat diperlakukan. Hal ini dapat memicu pencemaran senyawa BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam produk air minum.

"Ibaratnya, polimer seperti untaian kalung. Satu mata rantai dari kalung tersebut di antaranya adalah BPA. Pada saat digunakan, akan sangat mungkin tali tersebut ada yang copot, sehingga menimbulkan permasalahan," jelas Prof. Chalid.

Prof. Chalid mengingatkan, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya leaching atau peluruhan BPA dalam kemasan polikarbonat ke dalam air minum di dalamnya.

Sejumlah faktor ini di antaranya paparan cahaya matahari dalam proses distribusi dan suhu tinggi. Kemudian juga proses pencucian terus menerus yang tidak tepat, lalu digunakan kembali.

Hal ini sejalan dengan pemeriksaan BPOM pada fasilitas produksi air minum berkemasan polikarbonat periode 2021-2022. Hasilnya, kadar BPA yang bermigrasi pada air minum lebih dari standar BPOM sebesar 0,6 ppm.

Kadar BPA meningkat pesat hingga 4,58 persen. Begitu pula dengan hasil pengujian migrasi BPA di ambang 0,05-0,6 ppm, meningkat berturut-turut hingga 41,56 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Peran Hyaluronic Acid dalam Menjaga Kesehatan Kulit di Iklim Tropis

Ini Peran Hyaluronic Acid dalam Menjaga Kesehatan Kulit di Iklim Tropis

Lifestyle | Senin, 04 November 2024 | 15:43 WIB

Hati-hati Gula Darah Naik! Ini Daftar Makanan Pemicu Gula Darah Anda Naik

Hati-hati Gula Darah Naik! Ini Daftar Makanan Pemicu Gula Darah Anda Naik

Health | Senin, 04 November 2024 | 14:36 WIB

Daftar 7 Makanan Tinggi Protein yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan

Daftar 7 Makanan Tinggi Protein yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan

Health | Senin, 04 November 2024 | 14:33 WIB

Berapa Kadar Asam Urat Normal pada Lansia? Simak Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Berapa Kadar Asam Urat Normal pada Lansia? Simak Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Health | Senin, 04 November 2024 | 14:28 WIB

Cek 6 Manfaat Nanas untuk Kesehatan Tubuh yang Teruji Khasiatnya

Cek 6 Manfaat Nanas untuk Kesehatan Tubuh yang Teruji Khasiatnya

Health | Senin, 04 November 2024 | 14:27 WIB

8 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui untuk Memperbaiki Kualitas ASI

8 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui untuk Memperbaiki Kualitas ASI

Health | Senin, 04 November 2024 | 14:23 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×