Kenali Penyakit Glaukoma, IDI Kabupaten Brebes Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 11 Desember 2024 | 12:49 WIB
Kenali Penyakit Glaukoma, IDI Kabupaten Brebes Berikan Informasi Pengobatan
Kenali tanda-tanda glaukoma, sebagai ilustrasi (Freepik)

Suara.com - Berbicara tentang penyakit mata, glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf optik mata, yang terjadi pada 4 hingga 5 orang dari 1.000 orang di Indonesia. Penyakit ini biasanya terjadi karena tekanan bola mata merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Menurut informasi idikabbrebes.org, glaukoma sering disebut sebagai "pencuri penglihatan" karena hilangnya lapang penglihatan yang terjadi secara perlahan dan kurang disadari oleh penderita. Glaukoma biasanya ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara produksi cairan di dalam mata dan pengeluaran cairan tersebut dari mata.

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Brebes adalah cabang resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Organisasi ini membantu perkembangan profesi kedokteran, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan mendidik masyarakat tentang kesehatan.

IDI Kabupaten Brebes berperan dalam mengorganisir dokter-dokter yang berpraktek di daerah tersebut, memberikan pelatihan dan pendidikan, serta melakukan advokasi untuk kepentingan anggota dan masyarakat.
IDI Kabupaten Brebes melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor penyebab terjadinya glaukoma serta pengobatan yang tepat.

Apa saja faktor utama penyebab terjadinya penyakit glaukoma?

Dilansir dari laman https://idikabbrebes.org, penyakit glaukoma disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah faktor-faktor penyebab utama terjadinya penyakit glaukoma meliputi:

1. Menderita miopia tinggi
Miopia adalah kelainan refraksi yang menyebabkan mata sulit fokus melihat objek jauh, sedangkan glaukoma adalah penyakit mata yang merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

2. Faktor usia
Risiko glaukoma meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada individu yang berusia di atas 40 tahun. Penuaan dapat mempengaruhi kemampuan mata dalam mengatur tekanan.

3. Faktor genetik atau riwayat keluarga
Kemungkinan menderita glaukoma lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit tersebut. Faktor genetik berperan dalam predisposisi terhadap glaukoma.

baca juga

4. Adanya cedera pada mata
Jika Anda memiliki riwayat cedera pada mata, baik itu karena olahraga atau operasi sebelumnya, Anda memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan glaukoma, penyakit serius yang memerlukan pengobatan segera untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Apa saja jenis obat yang bisa dikonsumsi bagi penderita glaukoma?
Obat untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata biasanya diberikan kepada penderita glaukoma. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan penyakitnya. Beberapa jenis obat yang sering digunakan meliputi:

1. Obat tetes mata
Obat tetes mata adalah pengobatan pertama yang biasanya diresepkan oleh dokter. Beberapa jenis obat tetes mata yang sering digunakan meliputi Latanoprost, Travoprost, dan Bimatoprost. Ketiga obat tetes mata ini dapat meningkatkan aliran cairan dari dalam mata, sehingga menurunkan tekanan intraokular.

2. Obat oral
Acetazolamide adalah obat tablet yang digunakan untuk mengurangi tekanan pada mata yang memicu glaukoma. Selain itu, obat ini digunakan untuk mengobati bengkak, kejang epilepsi, dan gagal jantung kongestif.
Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, karena setiap jenis obat dapat memiliki efek samping dan interaksi dengan obat lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyebab Nyeri Pada Bahu, IDI Kabupaten Boyolali Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Nyeri Pada Bahu, IDI Kabupaten Boyolali Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:33 WIB

Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:21 WIB

Riset: Masyarakat Indonesia Makin Melek Kripto, Tertinggi Kedua di Asia

Riset: Masyarakat Indonesia Makin Melek Kripto, Tertinggi Kedua di Asia

Tekno | Rabu, 11 Desember 2024 | 11:32 WIB

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:24 WIB

Kenali Penyebab Asam Lambung, IDI Banyumas Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Asam Lambung, IDI Banyumas Berikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:15 WIB

Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Banjarnegara Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Banjarnegara Berikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 13:34 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×