7 Cara Menghilangkan Bau pada Miss V sesudah Haid

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 30 Desember 2024 | 19:18 WIB
7 Cara Menghilangkan Bau pada Miss V sesudah Haid
Ilustrasi jadwal haid. (Dok: Freepik)

Suara.com - Setelah menstruasi, beberapa wanita mungkin menyadari adanya perubahan aroma pada area Miss V. Cara menghilangkan bau pada Miss V setelah haid menjadi perhatian penting untuk menjaga kesehatan kewanitaan.

Sebenarnya, Miss V memiliki aroma khas yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bau yang menyengat, seperti bau busuk atau anyir, bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya Miss V tidak bau menyengat!

Tips Menghilangkan Bau Miss V Setelah Haid
Miss V yang berbau biasanya disebabkan oleh sisa darah menstruasi, perubahan pH, atau kebersihan yang kurang optimal. Untuk membantu kamu menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bau pada Miss V setelah haid.

  • Membersihkan Vagina dengan Benar

Langkah pertama yang sangat penting adalah menjaga kebersihan area kewanitaan. Bersihkan Miss V dengan air mengalir, dan gunakan sabun kewanitaan yang bisa menjaga keseimbangan pH.

Jangan menggunakan sembarang sabun untuk membersihkan Miss V. Lebih baik jika kamu belum membeli sabun kewanitaan, cukup bersihkan dengan air mengalir.

  • Mengonsumsi Makanan Probiotik

Probiotik, seperti yang terdapat dalam yogurt, kefir, kimchi, atau tempe, dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di tubuhmu. Mengonsumsi makanan kaya probiotik secara rutin dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan sekaligus memberikan manfaat bagi area kewanitaan.

Bakteri baik ini bekerja dengan menjaga pH Miss V tetap seimbang. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko pertumbuhan bakteri jahat dan mencegah bau tidak sedap.

Kamu juga bisa memilih suplemen probiotik jika sulit mendapatkan makanan ini. Namun, pastikan memilih produk yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

  • Mengurangi Konsumsi Makanan Manis

Terlalu banyak makanan manis dapat memicu pertumbuhan jamur di tubuh, termasuk di area kewanitaan. Kok bisa?

Sebab, ada peningkatan kadar gula dalam darah. Jika kamu makan makanan manis yang bukan dari real food, maka kadar gula pun tinggi. Termasuk terkandung dalam cairan di Miss V.

Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur Candida yang berlebihan, sehingga dapat memicu keputihan bahkan infeksi karena jamur.

Jadi, cara menghilangkan bau pada Miss V berikutnya adalah dengan membatasi konsumsi gula. Kamu bahkan bisa mencegah masalah bau tidak sedap yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Alat kontrasepsi. (Dok: Freepik)
Alat kontrasepsi. (Dok: Freepik)
  • Pastikan Rutin Mengganti Pembalut

Saat menstruasi, pastikan kamu mengganti pembalut setiap 4-6 jam, atau lebih sering jika diperlukan. Mengganti pembalut secara rutin tidak hanya membantu mengurangi risiko bau akibat penumpukan darah haid yang bercampur dengan bakteri, tetapi juga mencegah iritasi dan menjaga area kewanitaan tetap nyaman.

Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut untuk memastikan kebersihan optimal. Kemudian, pilih pembalut yang nyaman untuk kamu, dan pastikan tidak menyebabkan iritasi.

  • Menggunakan Celana yang Longgar

Celana yang terlalu ketat dapat menyebabkan area kewanitaan menjadi lembab, yang merupakan kondisi ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Selain itu, celana yang ketat dapat meningkatkan gesekan pada kulit, yang bisa menyebabkan iritasi dan rasa tidak nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyebab Nyeri Haid, IDI Deiyai Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Nyeri Haid, IDI Deiyai Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:50 WIB

Depresi dan Kurang Tidur Perparah Nyeri Haid, Ini Faktanya dan Wanita Wajib Tahu!

Depresi dan Kurang Tidur Perparah Nyeri Haid, Ini Faktanya dan Wanita Wajib Tahu!

Health | Kamis, 05 Desember 2024 | 07:15 WIB

Menstruasi Selesai? Begini Cara Mandi Wajib yang Sesuai Sunnah

Menstruasi Selesai? Begini Cara Mandi Wajib yang Sesuai Sunnah

Religi | Selasa, 03 Desember 2024 | 12:17 WIB

Ulasan Buku Period Power, Meningkatkan Produktivitas Saat Datang Bulan

Ulasan Buku Period Power, Meningkatkan Produktivitas Saat Datang Bulan

Your Say | Senin, 25 November 2024 | 18:06 WIB

Kenali Tanda Selesai Haid Menurut Syariat Islam, Agar Bisa Segera Bersuci dan Beribadah

Kenali Tanda Selesai Haid Menurut Syariat Islam, Agar Bisa Segera Bersuci dan Beribadah

Religi | Senin, 25 November 2024 | 13:49 WIB

Haid Tidak Teratur? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Haid Tidak Teratur? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Health | Selasa, 19 November 2024 | 08:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB