Cegah Stunting dari Akar: Wujudkan Indonesia Emas dengan Edukasi Gizi & Celengan Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Rabu, 15 Januari 2025 | 16:15 WIB
Cegah Stunting dari Akar: Wujudkan Indonesia Emas dengan Edukasi Gizi & Celengan Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri
Santriwati Peserta Edukasi Gizi, dan Celengan Tablet Tambah Darah. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Stunting masih menjadi tantangan serius yang dihadapi Indonesia, dengan dampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas generasi masa depan. Untuk mencegah stunting dari akarnya dan mendukung visi Indonesia Emas 2045, kesehatan remaja putri sebagai calon ibu masa depan harus menjadi perhatian utama.

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di bawah pimpinan Prof. Ede Surya Darmawan menyelenggarakan program Celengan Tablet Tambah Darah (TTD) Rematri di Pondok Pesantren At Taqwa, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Program ini bersinergi dengan Kampung Sehat Bebas Anemia (SAE), sebuah inovasi dari Dinas Kesehatan Kota Depok yang berfokus pada pencegahan anemia remaja putri melalui intervensi edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi TTD.

Instrumen kegiatan pengabdian masyarakat (kipas edukasi, leaflat, celengan tablet tambah darah, dan jurnal remaja putri). (Dok: Istimewa)
Instrumen kegiatan pengabdian masyarakat (kipas edukasi, leaflat, celengan tablet tambah darah, dan jurnal remaja putri). (Dok: Istimewa)

“Pengabdian masyarakat ini adalah intervensi yang dirancang untuk mencegah anemia sejak dini pada remaja putri sebagai calon generasi masa depan. Dengan edukasi gizi, pola makan bergizi seimbang sesuai ‘Isi Piringku,’ dan konsumsi rutin Tablet Tambah Darah, kita dapat mencegah anemia sebagai akar permasalahan stunting,” ujar Prof. Ede Surya Darmawan, pemimpin program.

Program ini menggabungkan pendekatan edukasi, motivasi, dan pemantauan untuk menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, santriwati mendapatkan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang sesuai panduan “Isi Piringku” dan konsumsi TTD untuk mencegah anemia. Setiap santriwati diberikan celengan khusus untuk mengumpulkan kemasan kosong TTD setelah diminum bersama, serta log book untuk mencatat pola makan harian mereka.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Zakiah, atau yang akrab disapa dr. Kiki, menyampaikan rangkaian kegiatan program ini. “Kegiatan dimulai dari senam bersama untuk membangun semangat, dilanjutkan dengan edukasi gizi, minum tablet tambah darah bersama, memasukkan kemasannya ke dalam celengan, dan diakhiri dengan skrining kesehatan. Ini adalah langkah sistematis untuk memastikan remaja putri memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar dr. Kiki.

Dalam sambutannya, Mudir Pondok Pesantren At Taqwa, Dr. Adriansyah, turut menyampaikan pentingnya program ini untuk masa depan bangsa. “Untuk mencapai Indonesia Emas, remaja putri tidak boleh lemas karena anemia. Di pesantren ini, sudah dikuatkan jiwanya, maka raganya juga harus kuat. Dengan edukasi gizi, pola makan sesuai ‘Isi Piringku,’ dan konsumsi rutin Tablet Tambah Darah, santriwati kami akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Kolaborasi Akademisi UI, Dinas Kesehatan Kota Depok, dan Agent of Change yaitu Duta Sehat Kota Depok. (Dok: Istimewa)
Kolaborasi Akademisi UI, Dinas Kesehatan Kota Depok, dan Agent of Change yaitu Duta Sehat Kota Depok. (Dok: Istimewa)

Program Celengan TTD Rematri ini tidak hanya menargetkan kepatuhan konsumsi TTD, tetapi juga mendorong penerapan pola makan bergizi seimbang pada remaja putri. Melalui pemantauan kohort yang melibatkan ustadzah sebagai pendamping, program ini dapat memastikan perkembangan status kesehatan santriwati secara berkala.

Prof. Ede Surya Darmawan menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Kami berharap program ini bisa berlanjut dan diperluas ke pesantren-pesantren lain. Dengan pemantauan kohort, kita dapat mengetahui perkembangan status kesehatan remaja putri secara berkelanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan generasi yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” tutupnya.

Dengan sinergi antara akademisi, Dinas Kesehatan, dan komunitas pesantren, program ini membuktikan bahwa upaya sederhana seperti edukasi gizi dan konsumsi Tablet Tambah Darah dapat menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda yang sehat dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center untuk Dukung Agenda Negara dan Pengembangan Anak Muda

GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center untuk Dukung Agenda Negara dan Pengembangan Anak Muda

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 17:06 WIB

Ketum GP Ansor: Ada PR Bangsa yang Begitu Besar...

Ketum GP Ansor: Ada PR Bangsa yang Begitu Besar...

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 16:47 WIB

Tips Menikmati Cokelat Tanpa Khawatir Mengganggu Diet

Tips Menikmati Cokelat Tanpa Khawatir Mengganggu Diet

Health | Rabu, 15 Januari 2025 | 14:02 WIB

Dokter Gigi Bongkar Minuman yang Menimbulkan Noda pada Gigi

Dokter Gigi Bongkar Minuman yang Menimbulkan Noda pada Gigi

Health | Rabu, 15 Januari 2025 | 13:25 WIB

Bahaya Mengintai! Risiko Mengonsumsi Suplemen Secara Berlebihan

Bahaya Mengintai! Risiko Mengonsumsi Suplemen Secara Berlebihan

Health | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:24 WIB

Cek Fakta: HMPV Adalah Virus Buatan Laboratorium dan Akan Menjadi Pandemi Selanjutnya

Cek Fakta: HMPV Adalah Virus Buatan Laboratorium dan Akan Menjadi Pandemi Selanjutnya

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 10:59 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB