Pneumonia Bakteri vs Virus pada Anak: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 08 Februari 2025 | 16:53 WIB
Pneumonia Bakteri vs Virus pada Anak: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?
Ilustrasi Anak Sakit Pneumonia (Freepik)

Suara.com - Pneumonia atau radang paru-paru merupakan kondisi serius yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama ketika menyerang anak-anak. Mari kita pahami secara mendalam tentang penyakit ini, mulai dari pengenalan gejala hingga tahapan perkembangannya, untuk membantu orang tua mengenali dan menangani kondisi ini dengan tepat.

Melansir laman Halodoc, pneumonia adalah inflamasi yang terjadi di saluran pernapasan bawah, tepatnya di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kantong udara kecil (alveoli) dipenuhi cairan, lendir, atau nanah, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Yang membuat pneumonia pada anak perlu perhatian khusus adalah sifatnya yang sering tersamarkan dengan gejala flu biasa.

1. Mengenali Gejala Awal

Tidak seperti pada orang dewasa yang memiliki gejala yang jelas, pneumonia pada anak memiliki karakteristik yang lebih halus. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi:

Gejala Umum

  • Batuk persisten yang bisa menghasilkan lendir atau darah
  • Kesulitan bernapas yang semakin meningkat
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Hilangnya selera makan
  • Demam yang berkelanjutan

2. Perbedaan Pneumonia Bakteri dan Virus

Penting untuk memahami bahwa pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri atau virus, dengan karakteristik yang berbeda:

Pneumonia Bakteri:

  • Gejala muncul secara cepat
  • Demam tinggi mendadak
  • Pernapasan sangat cepat
  • Membutuhkan pengobatan antibiotik

Pneumonia Virus:

baca juga
  • Gejala berkembang secara bertahap
  • Tingkat keparahan lebih ringan
  • Sering disertai mengi
  • Tidak memerlukan antibiotik

3. Empat Stadium Perkembangan Pneumonia

A. Stadium Congestion (24 Jam Pertama)

Pada tahap awal ini, infeksi mulai menguasai paru-paru, menyebabkan:

  • Pembengkakan alveoli
  • Pembesaran pembuluh darah
  • Peradangan paru-paru
  • Penumpukan cairan

B. Stadium Red Hepatization (Hari 2-4)

Pada tahap ini terjadi:

  • Pergerakan sel darah merah ke alveoli
  • Paru-paru menjadi kemerahan
  • Penurunan kemampuan transport oksigen
  • Peningkatan intensitas gejala

C. Stadium Grey Hepatization (Hari 4-8)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Pneumonia? Ini Gejala Penyakit yang Diidap Fenita Arie Sepulang dari Jepang

Apa Itu Pneumonia? Ini Gejala Penyakit yang Diidap Fenita Arie Sepulang dari Jepang

Lifestyle | Jum'at, 07 Februari 2025 | 15:57 WIB

Mengenal Gejala Pneumonia, Penyakit Penyebab Barbie Hsu 'Shancai' Meninggal Dunia

Mengenal Gejala Pneumonia, Penyakit Penyebab Barbie Hsu 'Shancai' Meninggal Dunia

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 18:37 WIB

Riwayat Sakit Barbie Hsu, 'Shancai' Meteor Garden Meninggal Dunia karena Pneumonia

Riwayat Sakit Barbie Hsu, 'Shancai' Meteor Garden Meninggal Dunia karena Pneumonia

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 15:15 WIB

Terkini

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:04 WIB

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:03 WIB

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:47 WIB

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:44 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

×