Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Penting Tahu Cara Mencegahnya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 07 April 2025 | 12:09 WIB
Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Penting Tahu Cara Mencegahnya
Ilustrasi mendeteksi penyakit jantung. (Foto oleh Los Muertos Crew dari Pexels)

Suara.com - Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Setiap tahun, ratusan ribu nyawa melayang akibat gangguan kardiovaskular, mulai dari stroke, jantung koroner, hingga penyakit jantung hipertensi.

Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation tahun 2019 mencatat, setidaknya 651.481 orang di Indonesia meninggal karena penyakit ini. Sebuah angka yang bukan hanya mencerminkan masalah medis, tapi juga sosial, karena sebagian besar kematian itu sebenarnya bisa dicegah.

Masalah utama terletak pada rendahnya kesadaran untuk deteksi dini. Banyak orang datang ke rumah sakit saat penyakit jantung sudah dalam tahap lanjut. Kebiasaan hidup yang buruk, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurang olahraga, stres, dan kebiasaan merokok, terus menjadi pemicu utama.

Namun di sisi lain, akses terhadap layanan jantung yang memadai juga belum merata. Tak sedikit warga yang baru bisa mendapatkan diagnosis tepat setelah berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya.

Penanganan penyakit jantung. (Dok. Istimewa)
Penanganan penyakit jantung. (Dok. Istimewa)

Melihat kenyataan tersebut, Siloam Hospitals Kebon Jeruk mencoba mengambil peran lebih aktif. Lewat kampanye “Strong Hearts, Bright Futures”, rumah sakit ini ingin menyoroti pentingnya penanganan penyakit jantung secara menyeluruh, dari pencegahan hingga pemulihan.

Salah satu bentuk nyatanya adalah sesi health talk berjudul “Setiap DETAK Berharga”, yang menghadirkan dokter-dokter spesialis jantung untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru di dunia kardiologi.

Dalam salah satu sesi, dr. Maizul Anwar, seorang dokter bedah toraks dan kardiovaskular, menjelaskan bahwa teknologi telah banyak mengubah cara penanganan penyakit jantung. Operasi yang dulu membutuhkan waktu pemulihan panjang, kini bisa dilakukan dengan teknik minimal invasif. Artinya, pasien bisa pulang lebih cepat, risiko komplikasi lebih kecil, dan hasil akhir yang lebih baik untuk kualitas hidup mereka.

Sementara itu, dr. Tito Phurbojoyo, seorang dokter spesialis jantung, menekankan bahwa inovasi dalam pengobatan jantung kini memungkinkan pendekatan yang lebih personal.

Setiap pasien bisa mendapatkan terapi yang disesuaikan dengan kondisi medis dan respons tubuh mereka. Terapi yang lebih presisi ini memberi harapan baru, terutama bagi mereka yang selama ini hidup dengan penyakit jantung kronis.

Bukan hanya untuk orang dewasa, Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menyediakan layanan jantung untuk anak-anak. Banyak kasus penyakit jantung bawaan yang baru diketahui setelah anak menunjukkan gejala. Padahal, jika dideteksi lebih dini, peluang hidup dan tumbuh kembang anak bisa jauh lebih baik.

dr. Melisa, Direktur Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, menyatakan bahwa langkah-langkah ini bukan sekadar program medis, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan.

“Kami ingin setiap orang punya kesempatan yang sama untuk hidup lebih sehat. Karena bagi kami, setiap detak jantung memang berharga,” ucapnya.

Penyakit jantung memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Tapi banyak hal bisa dilakukan untuk menurunkan risikonya. Menjaga pola makan, aktif bergerak, berhenti merokok, dan rutin memeriksa kesehatan adalah langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Lebih dari itu, penting juga memastikan bahwa layanan kesehatan jantung bisa diakses secara luas dan merata.

Karena pada akhirnya, menjaga jantung bukan sekadar urusan medis. Ia adalah usaha menyelamatkan masa depan—satu detak demi satu detak.

Jenis Penyakit Jantung yang Paling Umum

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Nyeri Dada Akibat Anxiety: Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Gejala Nyeri Dada Akibat Anxiety: Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Lifestyle | Rabu, 02 April 2025 | 14:33 WIB

10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami

10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami

Health | Minggu, 30 Maret 2025 | 08:08 WIB

Pemudik Diminta Waspada Kaki Bengkak saat Mudik Lebaran, Ikuti Tips Ampuh dari Pakar Vito

Pemudik Diminta Waspada Kaki Bengkak saat Mudik Lebaran, Ikuti Tips Ampuh dari Pakar Vito

News | Kamis, 27 Maret 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB