Stunting Masih Tinggi di Indonesia, Dapatkah AI Bantu Perbaiki Gizi Anak?"

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 07 Mei 2025 | 16:52 WIB
Stunting Masih Tinggi di Indonesia, Dapatkah AI Bantu Perbaiki Gizi Anak?"
Ilustrasi stunting yang jadi upaya pemerintah untuk mengurangi kasusnya. (Freepik)

Suara.com - Stunting masih menjadi masalah besar di Indonesia, dengan hampir satu dari lima anak di bawah usia lima tahun berisiko mengalaminya. Dampaknya sangat serius, mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak yang berujung pada kualitas hidup yang lebih rendah di masa depan.

Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi yang tepat, terutama pada tahun-tahun pertama kehidupan. Telur, yang kaya akan protein, memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak, baik dalam hal tinggi badan maupun berat badan.

Menghadapi masalah ini, Edu Farmers International Foundation bekerja sama dengan KeyReply, penyedia teknologi AI, untuk meluncurkan ZeroStunting.

Inisiatif ini menggabungkan sektor publik dan swasta untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam mengatasi stunting di Indonesia. Proyek yang dinamai “SAKTI” ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dalam meningkatkan gizi anak mereka, dengan fokus pada konsumsi telur sebagai sumber protein utama.

ZeroStunting didukung oleh hibah dari Infoxchange, yang berfokus pada transformasi digital untuk dampak sosial. Hibah ini memungkinkan Edu Farmers untuk memperluas jangkauan dan efektivitas intervensi gizi dengan menggunakan teknologi digital dan analitik data.

ilustrasi telur (freepik.com/timolina)
ilustrasi telur (freepik.com/timolina)

Teknologi AI untuk Pelacakan Gizi dan Intervensi Tepat Waktu

Keunggulan utama dari ZeroStunting adalah pemanfaatan teknologi AI dalam pengumpulan data. Dengan menggunakan sistem berbasis AI dari KeyReply, orang tua dapat dengan mudah mencatat asupan makanan anak mereka, termasuk konsumsi telur, melalui platform WhatsApp. Data yang dilaporkan akan diperbarui secara real-time, memudahkan pemangku kepentingan untuk memantau tren gizi dan memberikan intervensi tepat waktu.

Kepala Program & Operasi Stunting di Edu Farmers Foundation, Dr. Lukmanul Hafiz,  menjelaskan, “Platform ZeroStunting kami memanfaatkan alat WhatsApp yang didorong oleh AI untuk mengumpulkan data konsumsi telur dan pertumbuhan anak secara otomatis. Umpan balik langsung ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi kekurangan gizi dan melakukan intervensi tepat waktu.”

Sistem ini menyederhanakan proses dengan mengotomatiskan pengumpulan data dan memvalidasi laporan gizi. Teknologi AI memungkinkan untuk mengidentifikasi tren dan memberi tahu pemangku kepentingan saat intervensi diperlukan, yang memfasilitasi respons yang lebih cepat terhadap masalah gizi.

baca juga

Sejak diluncurkan pada 2022, ZeroStunting telah memberikan dampak positif pada hampir 2.000 anak di 66 kecamatan dan desa di Indonesia. Dengan tingkat kepatuhan yang tinggi—70-80 persen orang tua memberikan telur secara konsisten—program ini berupaya meningkatkan partisipasi orang tua sebesar 10-15%. Hal ini penting untuk memastikan manfaat gizi dapat bertahan dalam jangka panjang.

Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi pola makan anak dan menemukan area yang memerlukan perhatian segera. Dengan kemampuan AI untuk memprediksi risiko dan menilai tren konsumsi, program ini mendukung organisasi pemerintah dan non-profit dalam merancang intervensi gizi yang lebih efektif.

Program One Day, One Egg: Membantu Anak-Anak yang Berisiko Stunting

telur rebus setengah matang untuk sarapan pagi
telur rebus setengah matang untuk sarapan pagi

Salah satu program inti dari ZeroStunting adalah kampanye One Day, One Egg. Program ini memberikan telur yang disubsidi atau didonasikan kepada anak-anak yang mengalami atau berisiko stunting. Selama enam bulan, anak-anak akan mendapatkan satu telur setiap hari sebagai sumber protein penting untuk mendukung pertumbuhan mereka.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini sangat terstruktur. Dimulai dengan pengumpulan data untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko stunting, telur berkualitas tinggi kemudian didistribusikan langsung ke lokasi program. Selain itu, pemantauan dilakukan untuk memastikan konsumsi telur dan mengukur status kesehatan, tinggi badan, serta berat badan anak-anak yang terlibat.

Orang tua juga diberi edukasi melalui pengingat gizi, workshop, dan dukungan personal melalui asisten WhatsApp berbasis AI. Semua data yang terkumpul dianalisis untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan program ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Jenis Ikan Tinggi Protein Cocok untuk Diet dan Cegah Stunting

10 Jenis Ikan Tinggi Protein Cocok untuk Diet dan Cegah Stunting

Lifestyle | Selasa, 29 April 2025 | 11:02 WIB

Kronologi Dugaan Korupsi Dana Stunting Miliaran Rupiah di Mandailing Natal

Kronologi Dugaan Korupsi Dana Stunting Miliaran Rupiah di Mandailing Natal

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 08:07 WIB

Cegah Stunting Lewat Investasi Jangka Panjang

Cegah Stunting Lewat Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:04 WIB

Terkini

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×